RSS
Container Icon

Kebijaksanaan Tuhan


Pernahkah dalam hidup ini kita selalu bertanya kepada Tuhan dan kehidupan “Mengapa ini terjadi padaku? Mengapa ini begini? Mengapa itu begitu?” Ya, manusia selalu bertanya “mengapa” dalam hidupnya dan membuat hidupnya sendiri masuk dalam penderitaan jiwanya. Mengapa kita selalu bertanya seperti itu? Alasannya adalah karena kita gagal memahami kehendak dan jalan-jalan Tuhan.
Bapa kita adalah Bapa yang sempurna, yang sangat baik buat kita. Dia bukan Allah yang kejam. Memang Dia dapat murka.

Ada beberapa hal yang membuat Dia murka, antara lain:
1.    Perjinahan secara rohani/jasmani, membangkitkan cemburu-Nya, karena kita ini milik-Nya
2.    Ketidakkudusan, sebab Dia adalah Kudus
3.    Bait suci dicemarkan, (Yeh 8)
Tuhan dapat begitu marah dengan keadaan bait sucinya jika bait suci itu tidak digunakan semestinya, seperti pada waktu Yesus datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah dan melihat Bait-Nya dipenuhi dengan kejahatan dan perdagangan (Yohanes 2:13-25). Berjualan tidak salah tetapi itu tidak memenuhi fungsi dari Bait Allah. Bait Allah adalah tempat untuk kita berjumpa dan menikmati Tuhan. Apakah bait suci kita juga sudah berfungsi dengan benar? Seperti rencana Allah yang mula-mula.

Mari kita belajar arti kehendak dan kebijaksanaan Tuhan. Bagi anak-anak Bapa yang gagal memahaminya, akan jatuh dalam kekecewaan, kepahitan, kejatuhan dan kegagalan. Ada beberapa diantara para pahlawan Allah itu kembali setelah mengalami kegagalan, tetapi ada yang tidak pernah kembali karena gagal memahami kebijaksanaan Tuhan dan jalan-jalan-Nya.

1. Kebijaksanaan Tuhan tentang waktu
Setiap hal ada masa dan waktunya. Ada waktu kita anak-anak, remaja dan dewasa, ada waktu membujang, ada waktu menikah, memiliki anak dan mati. Semuanya ada waktunya masing-masing. Tidak selamanya orang membajak, tetapi suatu saat dia harus menabur, dan kita harus mengerti waktunya untuk menabur agar kita dapat menuai.

Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku! Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur?
Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya? Yesaya 28:23-25 

2. Kebijaksanaan Tuhan tentang proses
Ayat-ayat dalam Yesaya 28 ini mengungkapkan sebuah cara atau proses yang dipakai tuhan untuk menjelaskan cara kerja-Nya dalam membentuk anak-anak kesayangan-Nya. Dia mengasihi kita, Dia membentuk dan menghajar kita agar kita mendapat bagian dalam kerajaan-Nya yang terbaik. Dia mau kita menjadi raja-raja dan penguasa di kerajaan-Nya.
Saudaraku, jintan hitam dan jintan putih inipun memiliki cara penanganan yang berbeda.

Cara Tuhan membentuk tiap kita itu berbeda. Dia tidak membeda-bedakan, semua dengan satu tujuan agar kita disempurnakan sama seperti Dia. Jika kita tidak mampu memahami rahasia kebijaksanaan Tuhan tentang proses, kita bisa menjadi iri dengan proses dan jalan hidup orang lain “wah, dia kelihatannya enak, bahagia, Tuhan angkat dia cepat,…” dan lain sebagainya. Kita menjadi marah dan tidak bahagia saat melihat semua itu. Ada orang yang diproses di bagian A sebelum ke bagian F, ada orang yang dibentuk dulu dibagian F, lalu ke K. Dalam perjalanan kehidupan dalam menyenangkan hati Bapa, ada yang menaiki sepeda, ada yang mobil, ada yang disuruh diam lama sekali lalu tiba-tiba naik pesawat! Ya, semuanya sudah diatur menurut hikmat-Nya yang tak terselami.

Masalah terbesar adalah saat manusia gagal memahami rahasia Tuhan. Mereka tidak bergerak sesuai dengan rencana Bapa dan tidak berdiam seperti kehendak Bapa juga, sehingga hidup kita menjadi tidak efektif dan mengalami banyak kekalahan.

Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya. Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat. Yesaya 28:26-27 

3. Kebijaksanaan Tuhan tentang kekuatan dan didikan
Dia tahu kekuatan kita, sebuah penghiburan yang indah buat kita! Dia tidak membentuk dan memukul kita sampai hancur! Tetapi Dia tahu kekuatan masing-masing kita dan tahu persis bahwa kita sanggup menanggungnya.

Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. Yesaya 28:28


Dia Bapa yang menghendaki kesempurnaan kita. Dalam Yohanes 17 dikatakan bahwa Dia berdoa untuk kita semua agar ada rencana pemeliharaan buat kita, ada rencana perlindungan dari yang jahat, ada kerinduan akan kekudusan dan suatu hubungan intim dengan Dia, sebab dimanapun Dia berada, Dia rindu kitapun ada disana untuk melihat kemuliaan-Nya dan kasih-Nya.

Saya mau mengutip sebuah kalimat yang dilontarkan Hadasah pada Filmnya, bahwa “Daud menang bukan karena dia berperang dengan baik, tetapi karena dia percaya dengan baik..”

Apapun yang pernah menjadi kisah kegagalan, kesalahan kita baiklah kita tutup semua lembaran kelam itu dan masuk dalam hari yang baru buat kita. Dia Allah yang tak pernah menyerah pada kita. Tuhan Yesus memberkati

Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan. Yesaya 28:29

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Alfa Paila mengatakan...

amin

Posting Komentar