Rahasia Hati..

Hati bagaikan sebuah Taman.. Jika kau tak menjaganya.. Dia akan rusak..bunga-bunga akan kering.. dan tak ada kupu-kupu kebahagiaan yang datang..

Berikan kami semboyan pada saat ini, kata yang menggentarkan, kata yang penuh kuasa,
Seruan perang, semangat membara untuk menyerukan menang atau mati.
Kata tuk bangunkan gereja dari ketertiduran, Tuk penuhi amanat Tuhan
Panggilan yang diberikan, bangunlah, semboyan kami adalah, Beritakan Injil!

Sukacita malaikat bergema s’karang, Seluruh bumi memuji, dalam nama Yesus;
Kata ini bergema sampai ke langit: Beritakan Injil! Beritakan Injil!
Manusia yang sekarat, umat yang telah jatuh, Buatlah mereka mengenal anugerah Injil;
Dunia yang sekarang ada dalam kegelapan, Beritakan Injil! Beritakan Injil!

   (“Evangelize! Evangelize!” by Dr. Oswald J. Smith, 1889-1986;
      to the tune of “And Can It Be?” by Charles Wesley, 1707-1788).

Karakteristik utama (yang lain dari kebangunan rohani tahun 1949 di Hebrides) adalah suatu kesadaran yang mendalam akan dosa – kadang-kadang bahkan mengarah pada keputusasaan. Saya mengetahui saat-saat dimana saya perlu menghentikan khotbah karena penderitaan dari mereka yang gelisah, dan banyak yang mengungkapkan perasaan dalam hati mereka dan beban rasa bersalah dalam hati nurani mereka, seperti kata-kata dari John Newton:

Hati nurani saya merasa dan mempunyai rasa bersalah,
Dan menghayutkan saya dalam keputusasaan;
Saya melihat dosa-dosa saya yang menumpahkan darah-Nya
Dan turut memakukan Dia disana..

(Di Jemaat Uig) seluruh kendaraan telah dipersiapkan untuk mengantar orang-orang yang ingin pergi ke tempat kebaktian, namun banyak yang terpaksa berjalan kaki bermil-mil jauhnya; tetapi jarak sama sekali bukan masalah; dan bagaimanapun juga mereka tahu kebaktian akan terus berlangsung: jika mereka terlambat pada kebaktian pertama, mereka pasti akan ikut di kebaktian kedua atau ketiga. Jadi, mereka datang dengan melintasi padang rumput dan bukit-bukit, pemuda dan pemudi, obor mereka menyala dalam kegelapan, hanya dengan satu tujuan, mendapat damai di hati nurani mereka yang berdosa, dan perlindungan dari badai dalam lubuk hati mereka, dalam naungan Batu Karang yang teguh..

Duncan Campbell, The Lewis Awakening(1949-1953)

Apakah kebutuhan saya, dan kebutuhan anda, merupakan landasan dmana Allah dapat bekerja? Oh, sungguh benar bahwa kelaparan kita, kelaparan yang sebenarnya, menyediakan tempat bagi Allah..
Dan alasan mengapakita tidak dipenuhi adalah karena kita tidak lapar akan Allah….

Krisis pertobatan selalu terjadi karena seseorang menyadari kesalahannya, tetapi krisis pengudusan terjadi bila seseorang menyadari kebutuhannya. Anda melihat hal ini diekspresikan dalam kata-kata dalam sebuah lagu pujian:

“Oh, kapan jiwaku mendapatkan ketenangan,
Pergumulan dan perjuanganku berakhir,
Hatiku sepenuhnya dimiliki oleh Juruselamatku,
Tanpa rasa takut dan dosa lagi?”

Disana anda akan meneriakkan kebutuhanmu; disana anda mengekspresikan kelaparanmu; disana anda memiliki kerinduan yang benar akan Allah; disana anda memiliki bejana dimana Allah mau mencurahkan diri-Nya.

Duncan Campbell (The Price and Power of Revival: Lesson from the Hebrides Awakening)

(Biasakanlah) diri Anda secara bertahap untuk menyembah Dia,
memohon kasih karunia-Nya ,mempersembahkan hati Anda dari
waktu ke waktu, sementara Anda melakukan kesibukan Anda ,
bahkan setiap waktu bila Anda bisa.
Jangan terlalu terikat etika dan membatasi diri Anda dengan
aturan-aturan tertentu, atau pada cara-cara tertentu dalam bersekutu
atau melakukan saat teduh ; namun bertindaklah dengan yakin akan Tuhan,
dengan kasih dan kerendahan hati.

-Brother Lawrence

Kekudusan adalah kasih yang murni..
Kekudusan itu indah, tidak mengikat, dan luar biasa, tidak membosankan..
Kekudusan itu menyerupai Allah – dalam karakter, dan sifat dasar, dalam hati dan jiwa.
Sungguh keadaan yang indah!
Itu ditandai dengan kemiripan dengan Kristus dan bukan denga kejahatan,
Dengan sifat Ilahi dan bukan sifat iblis,
Dengan kesetiaan dan bukan hawa nafsu,
Dengan kemurahan hati dan bukan ketamakan,
Dengan pengabdian dan bukan kemabukan.
Kekudusan adalah kebaikan yang sempurna.
Kekudusan adalah kemurnian hidup

Samuel Logan Brengle

ELIA: Seseorang yang sepenuhnya memahami api kemuliaan Allah.
KARAKTER-lah yang MEMBUAT API  ITU TURUN!!

Minggu lalu kita telah belajar bagaimana kehidupan nabi Allah yang bernama Elia, yang telah membalikkan hati bangsa Israel kepada Tuhannya. Dia melakukan pemberesan dosa, mengikuti Firman Tuhan dalam memulihkan mezbah, mempunyai gambaran yang lebih besar tentang Kerajaan Allah, mempunya hati dan motif yang suci, mentaati Allah tanpa berusaha membantu Dia, dan “Tampil” untuk berdoa setelah ia melakukan segalanya.

Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. 1 Raja-Raja 18:38

Ketika Tuhan menjawab dengan api, bangsa itu menyadari Allah Bapa yang penuh keperkasaan dan menghapuskan setiap keraguan mereka. Api membuat para penyembah berhala bersujud dan menempatkan segalanya dibawah kemuliaan Allah. 1 Raja-Raja 18:39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!".


API ALLAH Menghasilkan kelima hal ini;

Api Tuhan membakar habis korban.

Hal pertama yang dilakukan APi Tuhan adalah membakar habis kehidupan kita sebab kehidupan kita adalah KORBAN yang dipersembahkan kepada-Nya. Tubuh kita adalah persembahan yang hidup bagi Dia (Roma 12:1). Api ini dimulai BUKAN dengan pelayanan kita, melainkan dengan KEHIDUPAN kita. Jika kita rindu dipakai oleh-Nya, maka kita harus terlebih dahulu memberikan diri kita kepada-Nya.

Api Tuhan membakar habis kayu.

Setelah membakar habis korbannya, api juga membakar habis kayu di atas mezbah. Kayu ini mungkin melambangkan KARUNIA-KARUNIA kita, tetapi juga melambangkan Ketakutan, Keraguan, dan Kelemahan kita. Semua karunia, dan kehidupan kita adalah kepunyaan Tuhan. Api yang menguduskan kehidupan kita juga menguduskan karunia-karunia kita dengan cara Tuhan, sehingga kita dapat dipergunakan dalam pelayanan bagi kemuliaan-Nya.

Api Tuhan membakar habis batu.

Batu tidak mudah dibakar oleh api. Tetapi Api Tuhan sanggup membakar apa yang tidak dapat dibakar, melumerkan apa yang tidak mungkin dilumerkan. Dalam kisah Elia ini, Api Tuhan membakar habis bahkan batu-batu dari mezbah, yang merupakan landasan dari korban itu sendiri. Batu-batu ini melambangkan Pengetahuan, Pengalaman, Panggilan, Pelayanan, dan segala sesuatu yang kita klaim tidak tergoncang serta permanen. Hal ini juga mencakup apa yang KITA MILIKI dan yang KITA INGINI.

Setiap orang yang rindu Allah pakai untuk memulihkan mezbah-Nya bagi kebangkitan rohani, akan menjaga mezbah agar tetap kuat dan apinya tetap menyala. Apakah minggu ini anda sudah memperbaiki dan memperkuat mezbah pribadi anda?

Mari kita belajar dari hamba-hamba Allah di zaman dahulu kala yang telah berhasil membangun mezbah yang benar dan mendatangkan api Allah.

PELAJARAN DARI ELIA
Untuk mengembalikan hati bangsa Israel kepada Perjanjian Allah, Elia melakukan beberapa hal berikut ini (1 Raja-Raja 18):

1.    Membereskan Dosa
Elia mengundang bangsa itu untuk mendekat dan mengamati sementara ia mulai membangun kembali mezbah yang telah runtuh itu. Inilah kunci dalam memperbaiki mezbah bagi api Tuhan yang baru: kita harus membereskan dosa-dosa masa lalu melali pertobatan sejati. Jika kita merindukan api yang SEJATI, kita perlu memikul tanggung jawan atas dosa gereja, umat Tuhan, dan bangsa kita, dan pastinya bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri.

2.    Mengikuti Firman Allah dalam memulihkan mezbah
Elia membangun kembali, dan memulihkan mezbah menurut Firman Allah. Pemulihan sejati selalu didasarkan pada Firman Allah. Tuhan mengirimkan API untuk menghormati Firman-Nya.

3.    Mempunyai gambaran yang lebih besar tentang Kerajaan Allah
Elia membangun kembali mezbah bagi kedua belas suku Israel. Ia tidak membiarkan keberpihakkan pribadinya menjadikan siapapun tidak termasuk dalam Israel. Mezbah yang dipulihkan itu mencakup semuanya.

4.    Mempunya hati dan motif yang suci
Motivasi Elia adalah mengembalikan hati bangsa itu kepada Allah. Ingatlah bahwa motif kita bahkan lebih PENTING bagi Allah daripada membangun kembali mezbah-Nya. Dalam memulihkan mezbah bagi Api Kebangunan Rohani, motiv kita lebih penting bagi Allah daripada yang kita lakukan

5.    Mentaati Allah tanpa berusaha membantu Dia
Elia menggali parit di sekeliling mezbah, dan mengisinya dengan air. Hal itu membuktikan bahwa api yang akan datang bukanlah api manusia, melainkan api TUHAN. Elia tidak berusaha membantu Allah, ia hanya taat oleh iman. Allah tidak membutuhkan bantuan kita, melainkan ketaatan kita dalam mengirimkan api Kebangunan Rohani.

Welcome

OPEN THE DRAGON'S GATE 2012!

Hai para musafir Bapa yang sedang mencari arti hidup dan cinta sejati!

Pintu Gerbang Sudah Dibuka!

Saatnya untuk bangkit dan membebaskan tawanan!

Salam kasih dari Putri Bapa (",)

Be a Warrior Bride!

About this blog

Sejarah akan berulang sampai seseorang masuk ke dalam sejarah itu, menghidupinya dan memenangkannya.....

Hidup adalah sebuah perjalanan kisah cinta dengan Sang Raja, Sang Pencipta Alam semesta...
Tujuan hidup adalah untuk mengenal Dia dan memahami cinta yang sejati dari Sorga..
Selamat membaca...(",)

Thanks to visit my blog..

About me

Foto Saya
The Answered Prayer Generation.. Seorang wanita biasa dan lemah yang belajar tentang kehidupan dan mendapatkan cinta sejati dari Sang Raja yang terkasih..

Blog Archive

Share it

Friends

Kunjungi:

my facebook: evie mehitabel
email : eviemehita@gmail.com
mehitabelevie@yahoo.com
Twitter: @eviemehita

Send a message

Listening to Radio CMC FM Surabaya

Mujizat MASIH Terjadi!!

Kunjungi web CMC : www.grahacmc.org
Kesaksian, Mujizat, Kotbah, Renungan, Pengalaman, Video, dan masih banyak lainnya

EDISI TERBARU!! Get Free!!

EDISI TERBARU!! Get Free!!
Dapatkan di Toko2 Buku rohani Sbya atau pdf.nya di www.grahacmc.org.

Transformer Ministry

Transformer Ministry
Jejaring Persekutuan Doa Kampus, Sekolah. Hub.i 085731078771 / 03160253513

Hadirilah Malam Kesembuhan!

Hadirilah Malam Kesembuhan!
Healing From Heaven

Restoring The Altar

Restoring The Altar
CMC on The Move