Rahasia Hati..

Hati bagaikan sebuah Taman.. Jika kau tak menjaganya.. Dia akan rusak..bunga-bunga akan kering.. dan tak ada kupu-kupu kebahagiaan yang datang..

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Roma 1:1

Paulus adalah seorang Rasul besar yang mengalami perubahan hidup yang fantastis dari seorang pembunuh umat Tuhan menjadi Pemberita Injil Kristus. Paulus menyebut dirinya sebagai Budak Kristus. Dahulu dia adalah budak dari pikiran dan pembenarannya sendiri. Dia merasa bahwa dengan menganiaya orang-orang kudus Tuhan, maka dia sedang menjalankan perintah Firman Tuhan yang ada dalam Hukum Taurat. Dia menjadi orang dalam garis keras dan brutal dalam mengejar umat Tuhan diseluruh penjuru, membunuh, memasukkan orang-orang ke dalam penjara dan menganiaya mereka.
Perubahan besar terjadi ketika dia alami perjumpaan dengan Kristus yang mulia. Dia menyadari siapa dirinya didalam Tuhan, yaitu seorang pembunuh yang tidak layak namun dilayakkan untuk menjadi anak-Nya sekaligus saksi-Nya.

Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Yoh 8:33-34

Seringkali kita tidak menyadari keadaan kita. Mungkin sebenarnya kita diikat oleh roh perbudakan namun kita masih merasa bahwa keadaan kita baik-baik saja. Kita bisa melayani, kita bisa melakukan semua yang kita anggap baik, namun sesungguhnya kita sedang diperbudak oleh keinginan kita sendiri. Ada orang-orang yang diperbudak oleh perasaannya, perasaannya selalu mendominasi dalam segala hal. Ada banyak orang juga yang diperbudak oleh emosi dan pikirannya. Pikiran, emosi, perasaan adalah tuhan yang menuntunnya pada keinginannya sendiri dan menggeser posisi Tuhan didalam hidupnya.

PERKARA DI ATAS
Bagaimana supaya kita tidak diperbudak oleh yang lainnya? Kita harus melatih diri kita hanya berfokus kepada Kristus, Sang Sumber Kehidupan. Carilah perkara diatas dan serahkan semua kekuatiran duniawi kita kepada-Nya, Dia yang sanggup memelihara dan merancangankan rancangan sempurna dalam hidup kita.

Obat Kebenaran

KEBENARAN adalah seperti OBAT..
Seringkali memang pahit, tidak menyenangkan..
tetapi PASTI akan menyembuhkan dan menyehatkan..
Bagi orang yang mau MENERIMANYA..



 1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.

1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.

1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

Galatia 1:10-17



PANGGILAN SEJAK MULANYA
Semua orang menerima panggilannya masing-masing dari Bapa. Tahukah anda? Bahwa panggilan itu sudah diberikan sejak kita masih dalam kandungan, bahkan mungkin jauh sebelum kita ada. Panggilan itu sudah ada, hanya perlu untuk kita temukan. Segala sesuatu diciptakan untuk tujuannya masing-masing bahkan untuk barang-barang yang seolah tidak berguna, sebetulnya diciptakan untuk sebuah maksud dan tujuan tertentu. Apalagi Bapa kita! Dia menciptakan kita dan mengutus kita ke bumi bukan untuk untuk memenuhi keinginan dan kesenangan kita, tetapi kesenangan dan rencana-Nya yang mulia.
Paulus memberikan sebuah teladan bagaimana dia menyikapi saat dia menerima panggilan Tuhan.

MASA LALU
Paulus menceritakan bagaimana masa lalunya. Walaupun kita memiliki panggilan dan tujuan hidup yang diberikan Bapa sejak dalam kandungan, tetapi dalam perjalanan kehidupan kita, seringkali kita tidak menanggapi kehendak Bapa sehingga kita mengisi kehidupan kita dengan cerita-cerita yang bukan dari Bapa. Kita mengalami cerita-cerita kesalahan dan kegagalan, dosa demi dosa, beban demi beban, kesedihan demi kesedihan yang ada karena akibat kesalahan kita sendiri. Banyak orang menyalahkan Tuhan, “Jika Kau memang ada dan mengasihi aku, mengapa Kau biarkan aku mengalami semua ini?!” 
Kita belumlah memahami hati Bapa. Dia menciptakan kita berbeda dengan makhluk lainnya. Kita punya hati, jiwa,perasaan, dan roh. Dia mau kita mengenali Dia dan memiliki hubungan yang indah dengan melibatkan hati dan seluruh keberadaan kita. Kita bukan robot yang diseting harus dan harus menyembah Dia, harus mentaati Dia dan harus melakukan perintah-Nya. Hukum-Nya dan kasih-Nya ditempatkan-Nya didalam batin kita.  Bapa terkadang mengijinkan hal-hal demikian agar kita dapat belajar  lebih mengenal Dia dibalik setiap masalah yang kita alami.  
Masa lalu tidak lepas dari kehidupan kita. Seorang Paulus, Rasul yang luar biasa, mantan seorang penganiaya dan pembunuh jemaat Tuhan. Anda tidak akan dapat membayangkan bagaimana perasaan Rasul Paulus saat itu! Betapa mungkin dia malu akan sejarah kelam hidupnya. Ada banyak alasan untuk Paulus menolak panggilan Tuhan..dia penganiaya yang tak mengenal belas kasihan, dengan api berkobar dia membunuh dan menyeret umat Tuhan…betapa banyak darah, air mata dan kesakitan yang terjadi karena kekejaman Paulus di masa lalu.
Mungkin anda juga merasa memiliki masa lalu yang buruk, masa lalu yang sekarang kita sesali dan tangisi. Namun ada pengharapan dalam Kristus Yesus yang tidak pernah gagal memanggil kita.


Hidupmu dapat DIPAKAI untuk menyelamatkan satu orang ataupun untuk menghancurkannya!
Hidupmu dapat dipakai sebagai alat Bapa..atau untuk alat iblis..
                                                Tentukan kepada siapa..engkau ingin dipakai?

52:1. Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu.
52:2 Kebaskanlah debu dari padamu, bangunlah, hai Yerusalem yang tertawan! Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu, hai puteri Sion yang tertawan!
Yesaya 52:1-2


Apakah anda sungguh-sungguh menjadi ORANG BEBAS?
Banyak orang berperilaku seperti orang yang bebas dalam hidupnya, tapi sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sedang diikat kuasa Gelap. Ada yang diikat kakinya sehingga tidak dapat berlari menuju kehendak Bapa, ada yang terikat tangannya, sehingga tidak dapat berkarya bagi Kerajaan-Nya. Ada juga yang terikat pada leher, punggung, tangan, dan iblis membuat mereka lumpuh, buta, dan tidak bebas untuk hidup bagi Kerajaan-Nya.
Dalam kisah di Yesaya 52:1-2 dikisahkan kisah yang sangat indah dan luar biasa dari Bapa kita yang begitu mengasihi umat-Nya dan merindukan umat-Nya dibebaskan dari semua belenggu-belenggunya. Tuhan menggambarkan Umat-Nya sebagai Puteri Sion yang sedang tertawan. Apakah kita sedang menyadari keadaan kita sekarang? Apakah anda benar-benar bebas untuk hidup dan berkarya bagi Bapa? Ataukah kita sedang terikat oleh sesuatu dan tidak dapat maksimal untuk Kerajaan-Nya?

TERJAGALAH !!
Utusan datang kepada Puteri Sion ini..puteri Sion yang tertunduk lesu dan lemah, terkurung dalam ikatan dosa dan keletihan yang sangat. Utusan ini berteriak kepada Puteri Sion “ Terjagalah! Terjagalah!”.  Tujuan dari peringatan ini adalah untuk membangunkan yang tertidur dan menyadarkan dari keadaannya.
Apakah anda pernah dibangunkan orang tua anda saat masih kecil untuk segera berangkat ke sekolah? Jika waktu ke sekolah masih luang, maka orang tua akan membangunkan kita dengan lembut agar kita segera bangun dan bersiap-siap. Namun jika waktunya begitu sempit, maka kita akan dibangunkan dengan keras dan segera agar kita tidak bermalas-malas dan segera sadar bahwa kita akan terlambat jika kita tidak segera bangun. Inilah tujuan untuk membangunkan dan menyadarkan kita, walau tidak enak bagi kita, namun ini PERLU!

Puteri Sion diteriakkan untuk segera terjaga, karena waktunya tidak lama lagi, dia akan benar-benar mati apabila dia tidak segera sadar dan bangun, dan dilepaskan. Mungkin kita sedang terikat dengan masa lalu kita, oleh ketakutan akan masa depan kita, oleh dosa-dosa avon nenek moyang kita.  Sadarkah kita?
Kegoncangan itu diperlukan dalam hidup kita. Beberapa kegunaan mengapa Bapa ijinkan kita mengalami kegoncangan:
1.    Goncangan itu membangunkan kita
2.    Goncangan itu menuai yang sudah matang
3.    Goncangan itu melepaskan apa yang sudah mati
4.    Goncangan itu menguatkan dan mengokohkan
5.    Goncangan itu menyatukan kita

Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!  Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
1 Kor 9:24-27


Ketika surat ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, mereka masih mengenal budaya olahraga yang diadakan 2 tahun sekali di Korintus dan bagi mereka yang menang akan mendapatkan mahkota dari daun cemara. Rasul Paulus menasehatkan jemaat di Korintus mengenai sebuah PERTANDINGAN.  Dalam kehidupan rohani, juga berlaku sebuah prinsip yang sama mengenai Pertandingan.  Jangan sampai kita tidak bertanding dengan baik dan akhirnya tidak mendapatkan mahkota kemenangan kita.

Bangsa Israel melalui sebuah pertandingan yang sama, mereka menjadi pengikut Musa, dibabtis dalam lautan yang sama, makan Manna dan minum dari batu karang yang sama, namun ada banyak hal yang menghalangi sebagian besar dari mereka yang membuat mereka tidak dapat bertanding dan mendapatkan “hadiah” mereka.

Beberapa hal yang menjadi pelajaran dari pertandingan mereka yang gagal, yang perlu kita waspadai adalah:

1.    Menginginkan hal-hal yang jahat (ROH TAMAK)

Ketamakan d akhir zaman ini semakin menampakkan dirinya. Kita menjadi tidak pernah puas dan tidak bisa dipuaskan dengan apa yang kita miliki, kita selalu merasa kurang dan kurang. Hati-hati jika kita dikuasai oleh Roh Ketamakan, maka kita akan lebih suka diperbudak oleh Mesir dan dosa daripada menjadi manusia yang bebas didalam Kristus, asal kedagingan kita dipuaskan dan disenangkan.
Apakah NAFSU itu? Nafsu adalah ketamakan yang selalu menginginkan sesuatu/seseorang sekarang juga! Tidak sabar menunggu dan tidak mengindahkan waktu dan kehendak Bapa. Nafsu lain ini mengejar keinginan dengan keras kepala apa yang belum diberikan oleh Bapa. Mereka menjadi kehilangan HASRAT kepada Tuhan/keingingan/kerinduan/gairah akan Tuhan.
Bangsa Israel tidak dapat dipuaskan oleh Manna yang dari Sorga (Bil 11), mereka tidak mempercayai Tuhan dengan segenap hati mereka walaupun mereka melihat semua mujizat-mujizat yang Tuhan lakukan di tengah-tengah mereka. Apa yang menjadi keinginan kita, saudaraku? Menginginkan bukanlah sebuah dosa, namun keinginan yang menjadi Nafsu dan ketamakan akan berbuahkan dosa dan maut. Esau memiliki “Nafsu” yang rendah. Baginya lebih penting semangkuk kacang merah daripada hak kesulungan yang sangat berharga dan kekal.

Banyak kemalangan yang Ia pikul,
Banyak cobaan menyakitkan Ia alami,
Sabar, dan tabah menanggung sengsara:
Namun penderitaan terpedih belum usai
Demi engkau, Menderita, di Getsemani!
Demi engkau, Menderita, di Getsemani!

Datang di malam yang seram;
Musuh dengan tongkat bajanya
Berdiri dengan kekuatan pasukan
Meremukkan Anak Domba yang tidak berbahaya
Lihatlah, jiwaku, lihatlah Juruselamat, Letih di Getsemani!
Lihatlah, jiwaku, lihatlah Juruselamat, Letih di Getsemani!

Di sana Allahku menanggung semua kesalahanku;
Ini anugerah yang dapat dipercaya;
Namun penderitaan yang Ia rasakan
Terlalu luas untuk dipahami.
Tak seorangpun dapat menyelami Engkau,
Penderitaan-Mu, dalam Getsemani yang gelap!

Dosa melawan Allah yang kudus;
Dosa melawan kebenaran hukum-hukum-Nya;
Dosa melawan kasih-Nya, darah-Nya;
Dosa melawan nama-Nya;
Dosa yang tak terukur dalamnya bagai lautan
Sembunyikan aku, Oh Getsemani!
Dosa yang tak terukur dalamnya bagai lautan
Sembunyikan aku, Oh Getsemani!

Di sinilah klaimku, dan hanya di sini;
Tak ada Juruselamat lain yang aku perlukan;
Tak ada kebajikan yang aku miliki;
Tidak, tidak ada satu pun perbuatan baik untuk menyelamatkanku:
Tidak ada pangharapan lain bagiku,
Hanya di Getsemani!
Tidak ada pangharapan lain bagiku,
Hanya di Getsemani!
   (“Many Woes He Had Endured” oleh Joseph Hart, 1712-1768;
       to the tune of “Come, Ye Sinners”).

MENANGKAN pikiranmu
sebelum engkau dikuasainya…
MENANGKAN peperanganmu..
dan engkau juga akan dapat memenangkan
peperangan keluargamu..gerejamu..dan bangsamu..

Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. 2 Kor 11:4
Hari-hari ini banyak orang mengaku mengenal Yesus, membawa api dari Yesus, menyembuhkan orang demi nama Yesus, melakukan banyak mujizat demi nama Yesus, tetapi sebenarnya bukan membawa nama Yesus yang dari Nazaret, tetapi api yang diperoleh itu adalah dari Yesus impian mereka, Yesus rekayasa pikiran yang ada di otak mereka, yang mereka anggap bisa memuaskan hasrat mereka. Oleh karena itu banyak orang yang tidak pernah belajar Firman Tuhan, tetapi mereka mengaku mendengar suara Roh Kudus, mendapatkan penglihatan, berbicara dengan Bapa. Tetapi Itu bukan Yesus yang datang dari Nazaret, itu Yesus rekaan pikiran manusia!  Jangan heran, Yesus pernah berkata “Tidak semua orang yang mengaku Yesus, Yesus, akan masuk dalam kerajaan Sorga”  Dahulu saya berpikir pada ayat Matius 7:21-23 itu yang dimaksudkan adalah para nabi-nabi palsu, tetapi akhirnya saya mengerti, itu adalah orang-orang yang mengira sedang melayani Tuhan, menyembah Tuhan, mengadakan mujizat bagi Tuhan, tetapi sebenarnya mereka menyembah Yesus yang palsu, rekaan pikiran sendiri!

Beberapa waktu yang lalu, Tuhan memberikan saya sebuah penglihatan…

Waktu itu begitu banyak orang membawa spanduk tinggi-tinggi, dari bermacam-macam gereja dan bilangannya tak terhingga. Mereka meneriakkan nama Yesus. Saya begitu terharu, saya merasa mereka sedang berjalan ke sorga, Tuhan membawa saya beberapa kilometer didepan mereka, saya melihat jurang api yang dalam, dan disitu saya melihat ada penjaganya, yang ternyata adalah malaikat-malaikat iblis yang menyamar sebagai malaikat terang. Ada yang membawa jubah pendeta, nabi, dan disitu ditulis “Selamat datang di sorga yang palsu!” saya sangat kaget “Tuhan, apa arti semua ini??” dan Tuhan menjawab “Karena tidak semua umat-Ku mengenal Yesus yang benar”. ini pewahyuan buat generasi ini, ketika orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka tidak pernah mau belajar kebenaran Firman Tuhan, mengartikannya seenaknya sendiri, berkata mengandalkan Roh Kudus tetapi ternyata mereka mereka-reka figur Yesus. Saat rekaan itu masuk dalam pikiran mereka dan menganggap itu nyata, tetapi Tuhan berkata “Pohon yang baik tidak akan mengeluarkan buah yang busuk dan berulat” Kalau buah-buah kehidupan kita, karakter kita tidak mencerminkan Kristus, kita harus introspeksi, jangan-jangan kita mengenal Yesus rekaan versi kita sendiri!

Saya begitu ngeri dengan penglihatan itu, kekristenan di negara ini hampir susah menjumpai orang yang benar jika demikian,  karena banyak orang dalam penglihatan itu hampir semua menyembah Yesus versi mereka sendiri, bukan Yesus dari Injil, bukan  karena mengenal Tuhan secara pribadi.  Saya bertanya kepada Tuhan dalam ketakutan saya “Kenapa bisa separah itu Tuhan?” Tuhan berkata bahwa semua itu lahir dari pertobatan setengah hati, kita merasa kita menyesal tapi tidak keluar dari hati, air mata kita adalah karena terdesak, ingin dikenal sebagai orang baik.

Yesus membawa saya lagi “Daniel, tidakkah kamu tahu, mengapa anak-anak-Ku jatuh bangun dalam dosa?, itu karena mereka tidak mengenal Yesus yang benar, mendengar dari imajinasi pikiran mereka sendiri, menciptakan figur Tuhan sendiri dan itu dosanya senilai dengan penyembahan berhala”
Bagaimana ini bisa senilai dengan penyembahan berhala? Pada jaman dahulu mereka membuat patung lembu untuk menggantikan Tuhan mereka, tetapi anak-anak Tuhan diakhir jaman ini, membuat patung-patung menyerupai Yesus di pikiran mereka. .
Saat kita menerima Yesus yang benar dan sejati dari Firman Tuhan, itu akan membuka  hati kita. Adalah tidak mungkin jika kita telah mengenal Yesus, maka kita tidak mencintai Dia, atau dapat mengingkari panggilan-Nya dan menolak Dia.

Saya sangat menyedihkan keadaan gereja Tuhan di akhir jaman ini, banyak sekali gereja pecah bukan karena misi dari Bapa tetapi karena keegoan dan kepahitan. Tuhan berkata kepada saya banyak kebangunan palsu, Kebangunan karena buatan manusia. Apakah jika berkumpul di suatu tempat yang penuh sesak oleh manusia, itukah kebangunan? Apa jika sebuah komunitas dengan paling banyak pengikutnya itu adalah pasti benar dan itulah kebangunan? Kebangunan seperti apakah yang Tuhan rindukan buat bangsa ini?

Betapa rindunya hati Bapa agar kita semua memenuhi Cawan Tujuan Hidup kita.. Sesungguhnya Panggilan Bapa bagi kita adalah SEBUAH HADIAH  (Filipi 3:13) dari Bapa dan KUK yang Bapa berikan adalah sebuah kuk yang diberikan supaya kita tidak lari dan melenceng dari rencana dan kehendak Bapa. Untuk mudahnya, mungkin kita pernah melihat sebuah Film Kera Sakti. Ya, dia yang pada awalnya nakal, brutal, tak dapat diatur, pemberontak dan seenaknya sendiri..dia bertahap diubahkan dan ditundukkan oleh gurunya dengan dipakaikan "SIMPAI EMAS" pada kepalanya. Dengan simpai emas itu, dia akan sangat merasa kesakitan sekali jika dia melakukan pelanggaran dan melenceng dari aturan. Lambat laun, dia sudah berubah dan tidak penuh dengan pemberontakan dan simpai itu tidak lagi menyiksanya terus menerus. Banyak orang merasa begitu tersiksa dengan KUK. memang ada KUK yang salah yang dibuat oleh kesalahan dan dosa sendiri, tetapi ada juga KUK yang BENAR, yang memang diberikan Bapa kita untuk menundukkan dan mengubahkan kita dari semua sifat jahat kita. Jangan menolak "Simpai Emas" yang Bapa berikan kepada kita, itulah Hadiah, itulah panggilan, itulah kuk agar kita tetap belajar berjalan dalam kebenaran Bapa.

AIR MATA. Apakah kita sering menangis? ada orang yang menangis dan mengeluarkan air mata kesedihan, air mata kegembiraan, air mata pemberontakan dan kesakitan, air mata kemarahan, juga air mata cinta dan penyerahan. Bahasa Air Mata memang tidak mudah untuk dipahami, namun Dia memahami bahasa air mata kita dan kita juga harus belajar memahami air mata kita sendiri, walau seringkali kita tidak dapat memahami sepenuhnya. Kita akan merasa lega jika kita sudah menumpahkan isi hati kita setelah menangis...tapi pernahkah kita bertanya pada diri sendiri.."apakah air mata kita itu sudah benar..?"

Cawan Tujuan Hidup haruslah kita isi dengan air mata penyerahan kita, bukan dengan air mata kemarahan dan pemberontakan kita kepada Bapa. Tahukah kita jika kita harus berdamai dengan Jalan dan Panggilan Bapa dalam hidup kita? Sudah berdamaikah dan senangkah kita dengan apa yang sudah Bapa berikan dalam hidup kita? mungkin roh kita mau dan senang, namun avon dari nenek moyang kita juga tidak akan membiarkan kita untuk menggenapi kehendak Bapa dalam hidup kita. Avon adalah dosa kecenderungan yang kita warisi dari darah keturunan nenek moyang kita. Itu bisa berupa sifat yang mengarah kepada dosa dan dapat berbuahkan dosa yang mengakibatkan maut jika kita tidak segera mematikan avon-avon kita.

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Matius 16:24

Penyangkalan Diri adalah keharusan bagi setiap murid Kristus yang sejati.  Demikian juga kita harus setiap hari berjuang melawan dosa dan avon "dosa kecenderungan" kita agar kita tidak jatuh dan gagal dalam menggenapi rencana Bapa yang sempurna. Gerbang Tujuan Hidup sangat dekat juga dengan Kota kesesatan. Kita harus berhati-hati dalam melangkah tetapi tidak takut berjalan menuju kepada panggilan-Nya. Ada begitu banyak orang yang ketakutan untuk melakukan kehendak Bapa karena mereka belum berdamai dengan masa lalu mereka, mereka kuatir dan tidak percaya bahwa Bapa sanggup mencukupi tentara-tentara-Nya yang bekerja di ladang-Nya. Banyak yang takut, karena sesungguhnya..kitalah yang TIDAK PERCAYA.

Air mata penyerahan sangatlah diperlukan untuk memenuhi Destiny kita. Ada yang menangisi destiny mereka tetapi air mata yang SALAH. menangisi mengapa mereka tidak mendapatkan pasangan pada waktu mereka masih sangat muda, menangisi mengapa mereka belum menikah, menangisi kesuksesan orang lain, iri dengan cerita dan destiny orang lain...TANGISI cawan tujuan hidup kita masing-masing! supaya kita terus menerus dikuatkan dan tidak menjadi letih dalam mengikuti langkah-langkah Bapa.

PENUHKAN cawan itu dengan air mata Penyerahan..Pengharapan...Air mata kebahagiaan karena rencana-Nya indah dan sempurna bagi kita! Dia tidak akan pilih kasih atau berlaku tidak adil! Dia tidak akan mengorbankan kebahagiaan pribadi kita agar orang lain bahagia! Dia adalah Bapa yang sempurna dan Adil.  Penuhkan Cawan Pengucapan Syukur kita...

KENGERIAN DOSA

Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! ) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. 
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Mazmur 51:1-5

SADARKAH KITA ARTI DOSA?
Di masa-masa terakhir ini dosa telah mengambil wajah yang semakin beragam dan tidak mudah terlihat sehingga tipu dayanya akan semakin mengerikan dan memperdaya banyak orang. Dosa selalu berakibat pada Maut, namun sekarang begitu banyak orang telah mengecilkan arti dosa. Mereka berbuat dosa namun tidak menyadarinya dan bahkan hidup didalam dosa tanpa mengalami pertobatan yang sungguh.
Jika kita tinjau dari bahasa aslinya, dosa juga memiliki banyak pengertian.

Istilah dalam Perjanjian Lama (Ibrani)
Pertama, “Khattat”. Istilah ini merupakan istilah yang paling sering digunakan dalam Perjanjian Lama. Kata ini muncul ratusan kali dalam Perjanjian Lama (580 kali). Beberapa ayat yang menggunakan kata ini adalah: Kejadian 4:7; 39:9; Keluaran 32:30; Mazmur 51:6 dsb). Contoh dalam Kejadian 4:7, “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa (khattat) sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” “Dosa” dalam ayat tersebut berasal dari bahasa Ibrani “Khattat”.

Khattat mengungkapkan tentang pikiran yang tidak mengenai sasaran, membuat kesalahan, luput atau gagal. Dalam pengertian ini, dosa mengacu kepada arti bahwa manusia tidak kena, tidak sampai atau menyimpang dari tujuan dan maksud Allah. Hal ini mengandung makna bahwa dosa itu bukan saja dilakukan melalui perkataan dan perbuatan tetapi juga dalam keadaan dan sikap hati atau pikiran yang berdosa. Manusia menyimpang dari jalan yang benar.

Kedua, “Khet”. Merupakan istilah yang seasal dengan khattat. Istilah ini diantaranya terdapat dalam kitab Mazmur 51:11 yang berbunyi, “Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosa (khet) ku, hapuskanlah segala kesalahanku!“

Ketiga, “Pesya”. Kata ini mempunyai arti tindakan “memberontak”, “melawan”, “menentang”. Dapat disimpulkan hal ini menyangkut tentang pemberontakan atau pelanggaran terhadap kehendak dan perintah Allah. Istilah ini diantaranya dapat ditemui di dalam kitab Kejadian 31:36; Amsal 28:13; Hosea 8:1. Dalam Kejadian 31:36 tertulis, “Lalu hati Yakub panas dan ia bertengkar dengan Laban. Ia berkata kepada Laban: ‘Apakah kesalahanku(pesya) apakah dosaku, maka engkau memburu aku sehebat itu?”

Keempat, “Syagag”. Kata ini berarti dosa yang “tidak disengaja”, karena tidak hati-hati, karena tidak sadar dan tanpa diketahui. Contoh penggunaannya adalah dalam Imamat 4:13.

“Tanpa melewati proses melepas demi melepas..tak ada proses pendewasaan. Melepas akan bukti Kasih, Iman dan Pengharapan kita kepada Dia..”

Kita hidup..menghirup nafas..melepas nafas..
Itulah kehidupan. Tanpa proses menerima dan melepas maka tidak akan ada kehidupan. Bapa memberikan pelajaran berharga kepada kita ciptaan-Nya untuk tidak hanya menerima melainkan juga melepas. Alangkah indah apabila kita memahaminya bahwa kita mau menerima apa yang dari Bapa dan mau melepas apa yang Bapa minta kembali.

Jika bicara mengenai menerima, maka semua orang akan suka untuk menerima. Tetapi kata menerima juga bukan hanya menerima berkat-berkat yang sesuai dengan apa yang ada di pikiran kita sendiri..menerima artinya benar-benar mau menerima apa saja yang Bapa sudah siapkan dalam hidup kita. Menerima Kasih-Nya, menerima pilihan-pilihan dan kehendak-Nya, menerima berkat-berkat-Nya, kuk dan panggilan mulia-Nya, dan lain sebagainya. Menerima dan Melepas adalah satu Paket Ilahi yang akan kita semua alami. Ada hal-hal yang baru dapat kita terima apabila kita sudah mau melepas, ada juga yang kita terima tanpa imbalan apa-apa seperti kasih-Nya tanpa syarat kepada kita. Dia mencintai kita bukan karena kita baik, atau tanpa dosa, atau jika sudah menyenangkan Dia. Dia mengasihi kita sejak mulanya bukan karena siapa kita, namun Dia mengasihi kita karena Siapa Dirinya dan kita adalah milik kepunyaan-Nya.

MELEPAS. Proses melepaskan selalu mengambil tahapan yang berbeda-beda untuk setiap anak-anak Bapa, sebab Bapa yang paling tahu cara untuk mendidik tiap anak-anak-Nya.
Banyak orang menjadi curiga dan bahkan marah, kepahitan dengan Tuhan karena mereka dan kita tidak memahami tujuan dan maksud hati Bapa. Dia menginginkan kita melepaskan bukan untuk merampas kebahagiaan kita, namun menjaga kita agar tetap ada didalam kehendak, rencana dan didikan-Nya yang sempurna agar kita kelak dapat layak dihadapan-Nya dan bersatu kembali dengan-Nya.
Dia ingin kita melepas agar kita belajar bergantung sepenuhnya kepada Dia. Melepas..dan Percaya..
Melepas bukan berarti dipisahkan selamanya atau dipaksa menyerahkan sesuatu yang kita sukai dan menerima apa yang pasti tidak kita sukai. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Abraham melepaskan satu-satunya putra perjanjian yaitu Ishak. Bukan tanpa pertanyaan dan air mata, dia tentunya pasti bergumul dalam jiwa dan rohnya, namun dia menang atas dirinya dan pikirannya sendiri..ia melepaskan Ishak untuk ada dalam keputusan dan kehendak Bapa. Ini tidak mudah! Ishak adalah anak yang dijanjikan Tuhan sendiri. Mungkin akan lebih mudah menyerahkan anak yang bukan merupakan janji Tuhan yang dinanti-nantikannya puluhan tahun, daripada seolah Tuhan meminta kembali apa yang sudah pernah diberikan-Nya. Kelihatannya Tuhan tidak adil bukan? Kelihatannya Dia ingin bertindak semena-mena dengan memberi harapan, memberi, lalu sekarang…mengambil apa yang paling berharga..

Welcome

OPEN THE GATE OF DESTINY 2014

SPIRIT OF WARRIOR

"Masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui Rahasia Hati! " Mazmur 44:22

About this blog

Sejarah akan berulang sampai seseorang masuk ke dalam sejarah itu, dan memenangkannya.....

Selamat membaca...(",)

Thanks to visit my blog..

nb: Silahkan menyebarkan artikel yang ada di blog ini dengan MENCANTUMKAN sumber ya..thx alot!

About me

Foto Saya
The Answer Prayer Generation.. Seorang wanita lemah di bawah kaki Tuhannya yang kuat..

Translate

Share it

Friends

Kunjungi:

my facebook: evie mehitabel
email : eviemehita@gmail.com
mehitabelevie@yahoo.com
Twitter: @eviemehita

Send a message

Listening to Radio CMC FM Surabaya

Mujizat MASIH Terjadi!!

Kunjungi web CMC : www.grahacmc.org
Kesaksian, Mujizat, Kotbah, Renungan, Pengalaman, Video, dan masih banyak lainnya

SUDAH TERBIT! TABLOID TRANSFORM FREE 2014

SUDAH TERBIT! TABLOID TRANSFORM FREE 2014
Dapatkan di Toko2 Buku rohani Sbya atau pdf.nya di www.grahacmc.org. sms 031-33100083

Transformer Ministry

Transformer Ministry
Jejaring Persekutuan Doa Kampus, Sekolah. Hub.i 085731078771 / 03160253513

CMC International Academy

CMC International Academy
Menerima Pendaftaran PG/TK/SD/SMP/SMA