Sudahkah saudara tahu apakah kunci kebangunan Rohani yang terbesar dari yang pernah ada? Sederhana …. Berani mempercayai Janji Allah akan Kebangunan Rohani itu dan kita siap menerimaNya. Dan untuk keberanian untuk mempercayaiNya, kita harus mengenalNya dan jatuh Cinta setiap detik kepada PribadiNya dan jika kita mencintaiNya kita pasti mencintai jiwa-jiwa yang terhilang tersebut, kita akan berani berkata kepada Tuhan: “Berikan dan selamatkan jiwa-jiwa tersebut atau biarkan aku mati !” Sebab, saya percaya kekuatan Cinta mengalahkan segalaNya.

Pernahkah kita bergumul untuk keselamatan jiwa-jiwa tersebut? Pernahkah kita meratap, menangis dan berteriak untuk keselamatan jiwa-jiwa tersebut? Pernahkah di sebuah ruangan …, tanpa ada orang lain, tanpa kita bias “memamerkan” karunia-karunia Roh dan Air mata kita kepada orang lain, kita meratap dan mencucurkan air mata kepadaNya untuk keselamatan mereka? Pernahkah ….?

  Kalau tidak, alangkah munafiknya kita ! Kita berdoa, kita meratap hanya di depan orang lain! Motivasi kita sangat diragukan! Cinta kitapun mulai dipertanyakan!


    Saudara, Harga dari kebangunan Rohani yang luar biasa sangat “Mahal”, jangan pernah mengharapkan kebangunan Rohani jika kita tidak pernah bisa membayarnya ! Bayaran yang “mahal” itu adalah seberapa besar kita mau menyangkal diri kita, memikul salib kita, menghancurkan ego kita, melupakan “kesenangan” kita ! Dan yang lebih penting lagi adalah Doa kita. Saudara, hanya Doa orang benar, kudus dan tulus hatinya dan mau berlaku sebagai hamba yang dapat mencapai Tahta Allah Bapa (Sebab Firman Tuhan berkata ; Siapakah yang boleh naik ke gunung kudusNya selain orang yang bersih hatinya), oleh karena itu saudara jika kita belum beres dengan saudara, teman, dosen kita, bereskan ! Sebab jika tidak baunya adalah kejijikan bagi Allah !

    Tidak tahukah saudara, seringkali kita “Tinggi Hati”, Kita selalu menyangka bahwa kita adalah yang terbaik, terbenar, tersuci dalam menjangkau Tangan Allah, kalau memang benar kita seperti itu berarti Kita adalah seorang penipu ulung ! Seringkali pelayanan kita egois, Kita melayani Tuhan agar kita disembuhkan, diberkati, dipulihkan, jadi untuk kepentingan siapa pelayanan kita? Untuk Tuhan atau kita? Seringkali kita menjadikan Tuhan sebagai sumber “pesugihan” kita, lalu apa bedanya kita dengan hamba kegelapan? Hamba kegelapan melayani untuk mendapatkan kekayaan, kedudukan di dunia ini !

Sudahkah kita renungkan ini semua !!! Maukah kita melayaninya tanpa ada kekayaan, kedudukan, yang ada hanya air mata, penganiayaan, kesakitan oleh karena nama Kristus? Seringkali kita memuja hamba Tuhan yang bergelimang harta, kesuksesan, kita ingin seperti Dia akan tetapi kita tidak pernah ingin menjadi Hamba Tuhan yang oleh nama Kristus, Dia menderita, Dia dipenjara, Dia mengalami kemiskinan bahkan Dia dibunuh (Saya berkata sesungguhnya Hamba Tuhan yang menerima kehinaan oleh nama Kristus, memperoleh upah jauh lebih besar dari hamba Tuhan yang lain). Ingat saudara kita sudah dibeli lunas harganya dengan darah Kristus kita adalah milik Kristus ! (Saya percaya Tuhan akan memberkati kita, tetapi yang dipertanyakan dimana hati kita sebenarnya). Kita sebenarnya tidak berhak menuntut apapun ! Akan tetapi oleh kasihNya kits boleh meminta sebagai seorang anak !

    Saudara sudahkah kita mengetahui bahwa kita harus melayani Tuhan di gereja Tuhan bukan bangunan yang dinamakan Gereja, sering kali cara pandang kita begitu sempit, seringkali kita mengikuti tradisi-tradisi kita sehingga kita menghambat kerja Tuhan (seperti cara pandang orang Farisi) bahwa kita harus melayani Tuhan di gereja Tuhan (bukankah hal-hal semacam ini pernah digunakan orang Farisi untuk menyerang Tuhan Yesus), lalu bagaimanakah pelayanan misionaris yang tidak melayani di bangunan gereja? Tentu saja, kita memilih melayani Tuhan bukan?, kalau Tuhan memanggil kita untuk melayani di gedung gereja, kita akan taat sebab perintahNya adalah kehormatan bagi kita, saya percaya kita harus menguduskan hari sabat dengan bersekutu dengan sesama saudara di gereja kita. Ingat Tuhan menggenapi JanjiNya pada orang yang berani mempercayaiNya, mungkin oleh karena panggilanNya ini untuk melayani di suatu tempat bukan bangunan gereja kita mulai dicekam, difitnah, diremehkan, jangan takut saudara! Tuhan Yesus sudah pernah mengalaminya.

Oleh karena itu siapkan diri kita untuk kedatangan jiwa-jiwa itu dengan wadah yang tepat, wadah untuk menampung dan merawatnya setiap hari bukan setiap minggu! Sebab, saya percaya jika bayi-bayi rohani itu dirawat setiap minggu saja, bayi-bayi itu akan kurus dan mati! Saya, juga percaya daripada jiwa-jiwa itu terlantar, lebih baik tidak usah diberi!

by : Pdt Daniel Hadi S