RSS
Container Icon

BENARKAH KAU MENGASIHIKU TUHAN?



Terkadang kita pernah meragukan kasih Tuhan kepada kita. Tetapi jika kita sering meragukan kasih-Nya dan kasih orang lain juga kepada kita, maka sebenarnya mungkin diri kita sedang ada dalam masalah HATI yang serius.

Kita merindukan BAHASA KASIH seperti SELERA kita sendiri.

MINTA PEMBERESAN?

Pernahkah anda meminta pemberesan pada saudara kita? kita merasa mengganjal di hati pada seseorang dan meminta pemberesan secepatnya. Setelah bicara, semakin tidak nyaman dan kemudian hari meminta pemberesan lagi?

Pernahkah anda mengalaminya? atau melihat teman-teman kita melakukan hal ini?

Hal ini kemungkinan besar dikarenakan GAMBAR DIRI yang rusak, dan membutuhkan pemberesan terus menerus, padahal dirinya sendirilah yang kurang beres dihadapa Tuhan.

INSTROPEKSI DIRI

Gambar diri yang rusak akan berakibat dalam HUBUNGAN.

Jika anda melihat sekeliling dan dalam lingkungan kerja, pelayanan, dan anda dijauhi teman-teman anda karena mereka merasa tidak nyaman didekat kita, maka cobalah melihat diri anda sendiri..



Demikian juga hubungan dengan lawan jenis atau calon pasangan kita. Kita berkata "Kalau kamu sayang aku, peluk aku..cium aku..dan lain sebagainya" Kita memaksa orang lain untuk mengikuti definisi SAYANG menurut selera kita.

Saya tidak merasa sedih jika saya terpaksa harus melukai orang lain karena KEBENARAN, tapi saya akan berduka jika gambaran diri saya rusak dan melukai banyak orang.
Hati-hati dengan Amarah kita!


AMARAH MUSA

Masih ingat kisah Musa? Musa merasa sangat marah pada Bangsa Israel karena mereka meminta air di Meriba

Bil 20:9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.
20:10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"
20:11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."











Musa melanggar kekudusan Tuhan dengan amarahnya yang menyala-nyala memukul bukit batu itu dua kali dan merasa dia yang mengeluarkan air bagi bangsa Israel.
Akibatnya sangat fatal, Musa tidak diijinkan masuk ke Tanah Perjanjian.
Musa menggunakan tongkatnya, menggambarkan OTORITAS Tuhan. Hati-hati menggunakan otoritas Tuhan dengan sembarangan.
Anda mungkin adalah pemimpin, gembala, pelayan jemaat, pemimpin perusahaan, mari kita berhati-hati dengan amarah kita dan tongkat yang kita miliki.

Janganlah suka menambah-nambahi perkara yang awalnya kecil menjadi besar dikarenakan luka masa lalu kita.
Kemarahan yang tidak pada tempatnya, tidak ada alasan yang jelas, adalah bagian dari Gambar Diri yang rusak.

Jika kita suka cemburu, suka iri hati, janganlah kita juga mendukung emosi dan keadaan situasional yang salah dalam hati kita.

Tuhan mengajar saya, dari dahulu saya yang tidak suka mendengar. Tapi Tuhan bawa pelayanan saya kepada penggembalaan dan belajar lebih banyak mendengar. Mendengar adalah pelayanan terbaik kita. Maria mendengar Yesus, dan dia sedang mengambil bagian terbaik, sedang Martha sibuk melayani.


Tambahkan iman dengan kesabaran anda..

GEREJA ADALAH KUMPULAN ORANG BERDOSA

APakah anda yakin dengan keselamatan anda? Jika anda sudah lahir baru dan percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat anda pribadi, percayalah akan janji Keselamatan kita!
Perbuatan baik kita tidak menciptakan keselamatan kita. 
Perbuatan kita di bumi berdampak menciptakan sorga neraka bagi orang-orang sekitar kita.


Gereja adalah kumpulan orang berdosa yang terus disempurnakan. Apakah saat percaya Yesus kita langsung menjadi orang suci? Tidak..tapi saat kita dilahirkan kembali, kita dibebaskan dari Tuntutan Taurat dan dosa. Bedakan proses penyucian pengudusan kita dengan hidup dalam dosa. Orang yang hidup dalam dosa adalah orang yang belum diselamatkan dan masih mencintai dosa.
Sedang orang yang sudah diselamatkan mungkin masih bisa terjatuh dalam dosa, namun akan segera bangun dari dosa tersebut. Inilah pertumbuhan dari orang-orang percaya.

Hidup kita akan berkemenangan saat kita dituntun Tuhan. Jangan menjadi pribadi yang sakit yang menghancurkan hidup teman-teman kita. Bereskan hati kita di hadapa Tuhan.

Ringkasan Khotbah
1 Oktober
Ps. Daniel Hadi Shane
Christ Mercy Center

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar