Bulan Oktober dan November 2010 ini diwarnai dengan berita-berita tentang meletusnya Gunung Merapi di Jogja, juga Tsunami di Mentawai Subar. Hebohnya juga berita yang mengatakan dari internet dan teman-teman tentang angka 26 dalam sejarah bencana-bencana alam di dunia maupun di Alkitab, di Kitab Hagai 2:7 dan lain sebagainya. Bagaimana reaksi anda?

Tanda-tanda akhir zaman memang semakin nyata. Kenyataan bahwa beberapa gunung meletus hampir bersamaan juga tidak dapat dihindarkan lagi. Alam akan digoncangkan-Nya di bumi. Bukan karena Allah tidak lagi mengasihi manusia dan ingin kita menderita, tetapi segala sesuatu harus sampai pada penggenapannya di akhir zaman. Tidak ada satupun Firman-Nya yang dibiarkan-Nya gugur...semua pasti terlaksana! Amin. Maranatha, datanglah Tuhan Yesus! Kami menantikan-Mu dengan penuh rindu akan rumah yang kekal nan bahagia didalam Kerajaan-Mu!

Apa tanda-tanda kedatangan-Nya yang mendekat? Mari buka Matius 24:3-14

1. SUARA DAN KABAR PERANG
Suara perang dapat didengar di daerah-daerah peperangan seperti Iran, Uni Soviet, Afganistan, dan negara-negara lain yang masih ada dalam perang saat-saat ini. Dalam dunia perdamaian yang kita idamkan, selalu dan selalu akan ada perang. Walaupun pemerintah dunia duduk bersama-sama untuk merencanakan suatu perdamaian dunia, bahkan dengan satu mata uang, tetapi perang akan tetap ada, itu sudah ditetapkan-Nya sebagai tanda pertama akan akhir zaman. Perang melambangkan kekerasan, kematian, penderitaan. Masih ingat 4 kuda yang muncul di akhir zaman? Tertulis dalam Wahyu 6. Kuda merah yang mengambil damai sejahtera di bumi, Kuda hitam dengan kuasanya untuk memberikan kemiskinan dimana-mana, Kuda hijau kuning dengan kuasanya atas maut dan kematian. Bukankah semua kuda itu sudah beraksi dan berhasil?

Ada yang bertanya kepada saya, jika Tuhan baik kepada kita mengapa Dia ijinkan iblis melakukan semua itu kepada manusia? Ya, memang Dia adalah Bapa yang sangat baik, tetapi ingatlah juga bahwa Dia adil, bahkan terhadap musuhnya sekalipun! Jika anda masuk dalam celah dosa dan terikat oleh iblis, maka harus ada penebusan darah-Nya lewat pengampunan dan pengampunan diberikan hanya jika anda bertobat kepada-Nya. Dia adil! Dalam suatu doa peperangan rohani, jika suatu daerah diduduki oleh musuh, maka kita harus merebutnya dengan hukum-hukum yang berlaku, segala sesuatu ada aturannya.

Berbeda di Kerajaan Sorga dimana Kristus memerintah sebagai Raja, Dia berdaulat penuh atas Kerajaan-Nya dan kita semua patuh kepada hukum Kerajaan, iblis sudah dibinasakan dan manusia tidak perlu takluk kepada hukumnya. Sejak manusia jatuh dalam dosa, bumi telah diserahkan kepada iblis dan kepada keinginan hati manusia. Dan karena kedegilan hati manusia, kecemaran dan kejahatan semakin merajalela.

Berita perang sudah dapat didengar dimana-mana, bahkan tidak perlu menunggu berita itu hari esoknya, pada detik yang samapun, kita dapat langsung dapat mendengar kabarnya. Inilah kemajuan teknologi. Percayakah saudara, jika di akhir zaman ini akan semakin menggila dengan teknologi? Zaman dahulu orang memikirkan bagaimana menelphon tetapi dapat melihat wajahnya? Sekarang ada teknologi itu bukan? Suatu saat kita akan menelphon orang dan bayangannya berupa virtual akan langsung ada didepan kita! Pdt Daniel Shane, gembala dimana saya melayani mendapatkan pewahyuan di mimpinya, semoga suatu saat dapat saya ceritakan apabila sudah waktunya (”,).

2. KELAPARAN DAN GEMPA BUMI
Karena keadaan alam yang tak menentu, akan terjadi kelaparan dimana-mana. Para petani gagal panen terus, gunung meletus, tsunami, banjir, menyebabkan banyak orang kehilangan kekayaannya dan menyebabkan mereka kelaparan. Perang membuat rakyat bertambah miskin dan menderita. Suatu saat seperti yang diprediksikan para ahli, pulau-pulau akan menyatu, karena ledakan dibawah laut dan bumi. Pulau-pulau akan hancur dan rata dengan lautan. Lapisan Ozon yang berlubang dan menipis membuat bumi semakin panas. Siapkah kita menghadapi hari Tuhan yang mendekat ini?

3. PENDERITAAN DAN PENGANIAYAAN
Sudahkah anda mengalami penderitaan dan penganiayaan karena nama Kristus? Apakah saat kita dilarang oleh seseorang untuk tidak lagi ke gereja, tidak lagi aktif dalam komunitas, dengan gampangnya kita mengikuti apa kata mereka dan dunia yang mencoba menjauhkan kita dari Bapa? Begitu mudahkah orang Kristen menjual Tuhannya sendiri?
Di akhir zaman, akan semakin terjadi penganiayaan, ketidakadilan terhadap kita. Memang dari sejak zaman Kekristenan pada mula-mula juga terjadi, itulah benih mula-mula dari para martir dan para pahlawan iman. Di akhir zaman ini cawan Bapa akan genap dengan darah para martir-Nya di akhir zaman.


Darah kita adalah darah pemberita injil (martir/ misionaris) dan makanan kita adalah Firman Tuhan dan kehendak Allah

Martir bukanlah orang yang harus mati secara fisik saja, tetapi mati daging juga terhadap semua dosa dan kedagingan, martir akan memilih kehendak-Nya dan jalan-Nya walaupun penuh tantangan dan penderitaan. Sudahkah anda menjadi martir-Nya? Jika kita berpikir bahwa kita saja yang menderita, maka kita salah besar! Dibelahan dunia ini, masih begitu banyak orang yang mencintai Bapa diatas segala-segalanya, orang-orang yang berjuang mempertahankan Injil dalam hati mereka, para pendoa-pendoa yang dengan rendah hati tidak terkenal dan tidak dilihat, tetapi mereka tiap hari menangisi bangsa ini dan menangisi kehancuran gereja-gereja di akhir zaman. Gereja Tuhan sedang hancur bukan hanya dari luar, tetapi dari dalam. Ini akan menjadi tanda yang ke empat.

4. KEMURTADAN DAN KEBENCIAN
Di akhir zaman akan begitu banyak orang menjadi murtad. Mengapa demikian?
Dalam Matius 20 diceritakan perumpaan seorang Tuan Kebun anggur dengan para pekerjanya. Yang masuk terdahulu menjadi marah dan bersungut-sungut karena merasa iri kepada yang yang masuk terkemudian. Eh, Sang Tuan memberikan upah yang sama kepada semuanya. Diayat terakhirnya dituliskan ” Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir” Mat 20:16.

Sekarang anda mengerti mengapa bisa terjadi demikian? Ya, karena mereka tidak memahami kasih karunia, dan keadilah Sang Tuan. Mereka menjadi kecewa dan menolak Dia dan kasih karunia-Nya yang mungkin bagi kita terlihat jahat, tidak adil.

Bayangkan orang-orang tersebut, mereka makin tidak memahami Hati Bapa, hubungan mereka dengan Bapa penuh dengan kecurigaan dan kemarahan, seperti juga anak Sulung yang tidak memahami kasih Bapanya, selalu merasa terpaksa dan bekerja paling keras diantara semuanya, yah kesombongan rohani sedang menyusup dalam hati anak-anak Tuhan sekarang.  Mari kita waspada saudara. AW Tozer pernah mengatakan bahwa apa yang kita pikirkan pertama kali tentang Allah /pendapat tentang Dia, adalah hal yang paling penting dan mendasar.

Ada yang selalu berkata ”oh, hubunganku dengan Bapa sangat baik, Dia itu selalu memberikan apa yang saya minta, penuh kasih sayang dan memelihara saya..” benarkah dia sudah benar-benar mengenal-Nya? Bagaimana jika suatu saat Dia tampak menjadi jahat dimatanya? Tidak ada kekayaan, tidak ada pasangan? Tidak ada jabatan? Tidak ada pengabulan doa seperti yang dia minta?

Mungkin sebenarnya pengenalan kita akan Bapa terlalu dangkal, kita hanya mengenal-Nya dari pengetahuan dan bukan pengalaman pribadi yang nyata. Tanpa ini semua maka siapa saja bisa menjadi murtad karena kecewa dan menolak Dia.

Yohanes Pembabtis hampir penrah jatuh di area ini, dia mempertanyakan Yesus saat dia dipenjara, tetapi Yesus berkata ”Berbahagialah orang yang tidak kecewa dan menolak Aku” Matius 11:6
Orang-orang banyak di kota asal Yesus juga pernah menolak Yesus, mereka memikirkan bahwa Yesus ini adalah anak tukang kayu, Dia adalah nabi, Dia adalah orang yang biasa seperti mereka, mata mereka dibutakan oleh pemahaman mereka sendiri.

5. BANYAK NABI PALSU DAN PENYESATAN
Penyesatan tidak dapat dihindarkan, itu memang harus ada, tetapi celakalah yang mengadakannya baik secara sadar atau tidak. Sekarang berkembang ajaran palsu yang memutarbalikkan Firman dengan berkata bahwa perceraian itu tidak dosa, poligami itu tidak apa-apa, ajaran yang penuh kesenangan duniawi, teologi kemakmuran, dan lain sebagainya.

Gereja Tuhan sedang jatuh juga dalam kesombongan rohani yang tidak dewasa sama sekali. Sesama gereja Tuhan saling menghakimi. ”Gereja A ini sesat, karena bahasa rohnya palsu! Itu penyembahan terhadap dewa uang!” ” Gereja B sesat, hamba Tuhannya menyembah Lusifer, dana kegerakan mereka adalah dari lusifer!” ” Gereja C tidak ada Tuhannya, sepi dan seperti kuburan! Mari datanglah ke gereja saya, penuh dengan hadirat Allah dan karunia-kaarunia!” .......

Tahukah anda, bahwa hati Bapa sangat berduka melihat anak-anak-Nya? Tetapi bagaimanapun saya percaya, pemurnian itu pasti ada! Amin!
Ini penghiburan buat kita. Terlalu banyak anak-anak Tuhan yang tersandung oleh hamba-hamba Tuhan dan gereja! Tiap ada kegerakan palsu, api palsu dan kasih yang palsu, seperti mendapatkan jiwa-jiwa hanya demi target komsel, hanya untuk jaga gengsi, hanya untuk kesombongan rohani, untuk nama gereja/hamba Tuhan, maka disitulah luka akan timbul. Mereka membuat orang yang dibawa, suatu saat akan menjadi lebih buruk dari semula karena kesesatan mereka! Mengerikan bukan?

Oleh karena itu, mari berdoa, agar pemurnian itu melanda semua gereja dan kegerakan yang ada! Api yang murni membakar dengan pertobatan dan kebangunan yang murni bukan yang dibuat-buat karena takut masuk neraka, karena hipnotis dari hamba Tuhannya, bukan dengan iming-iming dan suasana yang dibuat-buat agar kelihatan ada kehadiran Bapa.

Nabi palsu dimana-mana. Semua menanggap tentu bukan merekalah nabi palsu itu. Mereka saling menuding karena mereka tidak mau dibilang nabi palsu! Siapakah yang akan membuktikan kepalsuannya atau tidak? Tentu hanya Bapa yang mengenal semua hati anak-anak-Nya. Semua dapat dilihat dari buahnya. Maka dari itu kita perlu mengenal Bapa dengan benar, agar tidak tertipu dengan segala macam bentuk prakek sihir dan manipulasi manusia.

6. KASIH MENJADI DINGIN

Karena keadaan akhir zaman yang semakin menekan dan penuh dengan penderitaan, maka kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Keluarga yang dahulu damai, tetapi masalah keuangan yang begitu menekan, tuntutan-tuntutan hidup yang semakin menaingkat, membuat keluarga semakin bermasalah dengan kepercayaan, pengertian, dan kasih. Para ayah melakukan kejahatan dan ditangkap oleh polisi, kemudian anak-anak kepahitan kepada ayah mereka, juga terhadap kehidupan yang sangat berat ini. Kecemaran dimana-mana, lelaki dan perempuan yang sudah menikah dapat mencari kekasih lain dan menyebabkan kerusakan dimana-mana. Tidak heran Firman Tuhan menubuatkan di Matius ini bahwa di akhir zaman kasih orang-orang akan semakin dingin, tidak berasa, tawar dan hampa..ditengah kedurhakaan yang semakin bertambah.

Apakah masih ada kasih di akhir zaman?
Kasih kebanyakan orang menjadi dingin, tetapi Sang Kasih itu tidak pernah dingin dan hampa. Di akhir zaman, kekuatan cinta sejati akan muncul mengalahkan semua pikiran dunia ini, karena gereja-Nya sedang dipersiapkan menjadi mempelai yang paling indah dan cemerlang sepanjang zaman..ya mempelai Kristus yang akan melihat sendiri pengangkatan dan kemuliaan itu berhadapanj muka, itulah generasi kita, generasi terakhir dari yang terakhir.

Ditengah dunia yang semakin dingin dalam kasih, kasih mempelai Kristus yang cantik harus menghangatkan dunia yang dingin karena dia memiliki kasih dari Kekasihnya yang hangat dan suci.

7. INJIL KERAJAAN DIBERITAKAN
Dengan semangat cinta yang benar dan api kemurnian yang suci, mulailah tanda-tanda terakhir ini digenapi. Injil Kerajaan  Allah diberitakan dimana-mana. Tetapi semua harus dimulai dari penderitaan, perang, kedurhakaan, kedinginan, kehampaan, kegelapan, disanalah cinta Kristus nampak yang paling terang dan menjadi jawaban bagi semua orang yang membutuhkan.

Hal ini pasti terjadi, kemuliaan-Nya dinyatakan, kebangunan rohani bagi generasi terakhir akan dibangkitkan, tetapi pertanyaannya adalah bukan tentang kuasa Allah atau kapan itu akan terjadi. Pertanyaannya adalah apakah anda akan ada sebagai penonton atau pelaku dari Proyek Allah yang luaar biasa ini?

Banyak yang mengatakan kebangunan rohani sudah terjadi atas Indonesia, tetapi sebenarnya belum terjadi kebangunan atas Indonesia. Yang ada hanya perpindahan jemaat tanpa didasari dari panggilan Allah. Andaikata setiap anak-anak Tuhan mengenal panggilan Bapa dan bergabung dalam pasukan Bapa tanpa dimanipulasi dan diintimidasi atau diiming-imingi, maka kemungkinan akan segera terjadi lawatan demi lawatan Roh. Tentang waktu kapan terjadinya kebangunan itu, bukanlah ditetapkan oleh manusia, itu hak kedaulatan Tuhan yang mutlak! Manusia hanya menjadi alat Kerajaan-Nya, bukan mengadakannya! Persiapan selalu lebih lama dan penting daripada waktu pertandingan berlangsung, bukan? Demikian juga persiapan kebangunan dan lawatan itu membutuhkan waktu yang sangat panjang dan sulit! Tidak ada kebangunan rohani yang murah, apalagi di akhir zaman ini. Bapa membutuhkan para martir terakhir untuk menggenapi tanda yang terakhir ini..PEMBALIKAN KEADAAAN dari SANG RAJA yang segera datang ke dunia menjemput para mempelai-Nya! Untuk mempersiapkan kedatangan-Nya, dibutuhkan kerja keras, kemurnian, cinta yang bertahan sampai akhir dan para hati yang mau dipersembahkan di atas mezbah yang mulia.
Apakah anda siap menjadi pelaku? Menjadi martir yang dicari-Nya untuk menuntaskan tanda terakhir ini?

Jika anda bersedia, mari berdoa bersama saya:

Bapa kami yang terkasih dalam nama Kristus Yesus, kami bersyukur boleh mengetahui kebenaran dan rahasia Firman-Mu yang ajaib tentang akhir zaman, dimana Kau utus kami dizaman ini untuk suatu maksud Kerajaan yang besar. Buat kami memahami dan bukalah mata kami untuk memahami kehendak-Mu dan berilah kami kekuatan untuk berjalan dalam panggilan-Mu Bapa. Seperti yang telah Kau tetapkan dalamku sejak mula, aku mau berikan diriku dengan rela sebagai alat Kerajaan-Mu menjadi pelaku kebangunan rohani-Mu, menjadi martir di akhir zaman ini yang menggenapkan seluruh perjanjian-Mu bagi zaman ini. Ambillah aku untuk-Mu, Kaulah bagianku, ambil tubuh, jiwa, rohku menjadi milik-Mu. Sebagai tentara Tuhan yang bangkit dan tidak memusingkan diri sendiri. Aku milik-Mu dari mulanya dan sampai selamanya. Terima kasih Bapa, jadikanlah dan genapkanlah kehendak-Mu bagi kami, amin