Menjadi kesukaan bagi semua kekasih untuk melayani dan menyenangkan kekasihnya. Entah dalam hal apapun, sekecil apapun, jika dilakukan dengan cinta, maka akan berkesan dan menjadi saat-saat yang tidak terlupakan. Yesus adalah Kekasih dan Suami Sorgawi kita yang layak menerima semua yang terbaik dalam diri kita. Dia sudah menerima kita dan memandang kita dengan penuh penghargaan yang memulihkan (Lihat di bab sebelumnya; Kekasih dan Suami Sorgaku).

Untuk menyenangkan Dia, kita perlu mengerti apa saja yang Dia sukai dan apa yang tidak Dia sukai. Mulailah dengan BERCERMIN. Firman Tuhan adalah cermin kita (Yak 1:23). Banyak wanita dan pria yang mau menjadi kekasih Tuhan tetapi tidak pernah merawat dirinya sendiri untuk tampil ”CANTIK” di mata Kekasihnya. Yesus tentu tidak melihat rupa kita untuk dapat mencintai kita. Kita sudah dikasihi tanpa syarat. Tetapi tentu kita rindu menjadi kekasih yang paling menawan hati-Nya bukan?

HATI kita sama dengan wajah kita. Kita harus mau melihat kepada cermin Firman itu dan membiarkan-Nya menunjukkan kepada kita setiap bagian dalam hati kita yang masih perlu diubah dan dibereskan. Tidak ada seorangpun yang tanpa melihat cermin di pagi hari dapat berkeliaran di kantor dan di pertemuan penting tanpa memperhatikan bagaimana wajahnya hari itu. Pastilah dia akan menjadi tidak percaya diri dan merasa tidak nyaman berjumpa dengan orang lain. Ijinkan Dia melakukan PERUBAHAN yang Dia inginkan dari kita, dengan demikian kita akan menjadi kekasih yang dikehendaki dan diimpikan-Nya. Saya adalah seorang pemberita Firman, dan saya bersyukur untuk kepercayaan Tuhan itu, tetapi Firman Allah kadang tetap menjadi suatu misteri yang mengerikan bagi hati saya, sebab Firman-Nya adalah pedang tajam bermata dua yang membedah dan menunjukkan semua kejahatan saya bahwa pada saat saya melayani Dia!. Sering saya merasa sangat malu apabila Dia datang kepada saya membawa cermin itu, menunjukkan kepada saya betapa tanpa sadar saya telah melukai-Nya dengan kesombongan saya, ketidakadilan saya, iri hati, kemarahan yang tersembunyi dan semua kejahatan pikiran saya yang sering melayang-layang di atas, mencari waktu yang tepat untuk hinggap disana. Tetapi, itulah CERMIN. Walau saya malu, saya harus menghadapinya. Lebih baik demikian daripada saya hidup tanpa cermin dan menganggap diri saya seorang penginjil yang rohani, yang baik dan pantas dipuji Tuhan dan manusia.

MENJADI CANTIK
Seorang kekasih dan suami akan bangga dan senang apabila istrinya cantik. Untuk memulai gaya hidup yang cantik, harus dimulai dari HATI kita yang cantik. Dengan bercermin dan menginjinkan Dia melakukan perubahan dalam kita. Kemudian juga mintalah kepada-Nya HATI YANG MURNI. Hati yang murni adalah hati yang bebas kontaminasi kepahitan, iri hati, kemarahan, dendam, gosip, dan pikiran jahat. Mari mintalah pada-Nya hati yang murni setiap hari dan mari belajar bersandar kepada Kekasih kita karena kita tidak sanggup melakukan tanpa Dia. Ubahlah fokus kita dari fokus kepada kepentingan dan kehendak pribadi menjadi fokus kepada apa yang Allah kehendaki dalam diri kita sebagai seorang kekasih. Dia ingin saya menjadi kekasih, wanita yang diimpikan-Nya! Dan itulah yang harus saya kejar. Pada mulanya saya kurang bisa menerima nama rohani yang diberikan kepada saya. Di pertengahan perjalanan, saya mulai menyukainya dan sekarang saya masih memperjuangkan untuk dapat diubahkan menjadi seperti ”nama” saya, yaitu yang berarti kerinduan Tuhan kepada saya sebagai kekasih-Nya. Contohnya saja hati saya penuh dengan kesedihan dan kemurungan, kecenderungan tidak tahu mengucap syukur dan tidak bersukacita didalam Dia. Sedangkan nama rohani saya sangat bertolak belakang dengan keadaan hati saya yang sekarang. Anda bisa bayangkan, setiap kali saya sedih dan sedih lagi, menjadi murung dan tidak bersukacita, saya memandang kepada poster kecil yang saya tempel di kamar saya berisi tentang arti nama rohani saya: Kesukaan Tuhan, Tuhan yang membuat senang, Perkenanan Tuhan, Kepercayaan Tuhan...semua itu memenuhi pikiran saya dan saya menjerit kepada-Nya..kapan saya bisa menjadi seperti nama saya itu? Nama itu terlalu indah buat saya..tapi saya percaya Dia sudah menetapkan kita suatu kerinduan agar kita menjadi kekasih impian-Nya, bukan seturut impian kita sendiri! Dan seringkali keadaan justru merupakan kebalikan dari kerinduan-Nya! Marilah kita terus berjuang sampai semua racun dan batu dan hati kita dibersihkan-Nya sehingga kita menjadi cantik dan memancarkan Pribadi-Nya, maka akan banyak orang mengenal Kristus didalam kita!

PERLIHATKAN CINTAMU
Kita merasa bahagia dapat menyenangkan orang yang kita cintai. Kita perlu memperlihatkan cinta kita bukan hanya membicarakannya. Memperlihatkan cinta kita kepada Kekasih Sorga kita tidak harus dengan cara-cara yang sulit dan hebat, atau membutuhkan banyak uang. Lakukan saja yang rindu anda lakukan dengan Dia, seperti makan malam berdua, duduk bicara di Taman dan membicarakan banyak hal, mengucap syukur atas segala cinta-Nya dan kebaikan-Nya selama ini yang menjaga kita, memberikan kejutan sederhana dan mengatakan betapa kita mengasihi Dia dan merindukan Dia selalu, mendendangkan nada dan pujian sepanjang perjalanan kita ke kantor dan mengajak Dia berunding dalam setiap kesempatan, banyak hal yang dapat kita lakukan bersama Dia, tunjukkan betapa anda mengasihi Dia dan bergantung kepada-Nya.

KEHENDAKNYA
Kehendak-Nya adalah kesenangan-Nya. Terkadang kita sulit memahami kehendak-Nya dan perintah-Nya, tetapi dengan kepercayaan dan ketaatan, maka Dia akan disenangkan juga.

Ada tiga (3) jenis hati yang paling menyenangkan Dia dan menggetarkan hati-Nya:

1.    HATI YANG TAAT
Saya sangat mengagumi Maria, ibu Yesus. Maria dengan hati yang taat telah menetapkan dia sebagai ibu lahiriah bagi Yesus di bumi ini. Kehormatan yang tiada terkira sekaligus rasa malu dan aib yang tak terbendung. Dia tidak memahami mengapa begitu, mengapa dia yang terpilih dan bagaimana konsekuensi menakutkan yang membayanginya tiap malam. Dia hanya percaya dan taat kepada Dia yang telah berfirman kepada-Nya. Taat adalah sebuah keputusan dan ketabahan, kesabaran dalam menanggung perintah Tuhan. Taat bukan hanya sekali atau sehari tetapi setiap hari ketaatan dikerjakan dengan cara menundukkan pikiran, perasaan dan kehendak pribadi kepada kehendak Tuhan yang sempurna. Itulah ketaatan. Ya, kita semua sedang belajar untuk taat. Ada kalanya saya berpikir bahwa saya sudah taat dan saya mau taat, tetapi pada saat tertentu, perasaan dan pikiran saya mendominasi hati saya daripada komitmen ketaatan saya sehingga tanpa sadar saya mendapati  diri saya sedang tidak taat kepada-Nya alias memberontak kepada perintah-Nya. Sangat mudah sekali ternyata untuk memberontak daripada taat. Saya percaya kerinduan kita untuk taat kepada Dia adalah modal awal kita untuk selalu dimampukan-Nya untuk menggenapi apa yang Dia mau. Kesanggupan kita adalah pekerjaan Allah (2 Kor 3:5). Hati yang taat menggetarkan dan menyenangkan hati Tuhan.


2.    HATI YANG PENUH PENGABDIAN
Maria kedua yang saya kagumi adalah Maria Magdalena. Ada banyaj kisah tentangnya yang melegenda dimana-mana. Yang pasti Alkitab menceritakan Maria sebagai wanita yang mengiring Yesus setelah dibebaskan dari tujuh roh jahat. Dia wanita setia yang penuh pengabdian yang menunggui sampai detik kematian Yesus, yang turut menangisi Yesus sampai masa terakhir, bahkan setelah Yesus meninggal, dia tidak ingin meninggalkan-Nya. Setelah Sabat, Maria pagi-pagi sekali ke makam Yesus untuk melengkapi persiapan yang terburu-buru dua malam sebelumnya. Ada banyak penafsiran juga bahwa Maria Magdalena, disamping Maria dari Betania, juga mengurapi kaki Yesus dengan minyak. Dia seorang yang berdosa yang hidupnya telah diubahkan dan menjadi kekasih Allah. Tuhan dengan jelas menangkap hati Maria ini yang penuh dengan cinta dan pengabdian. Hati ini menggetarkan dan menyenangkan Dia.

3.    HATI YANG BERGELORA
Maria dari Betania, saudara Marta dan lazarus juga memiliki cerita denganYesus. Dia suka duduk diam mendengarkan pengajaran Yesus, bukan dengan bermalas-malasan dan mengantuk, tetapi dengan bersemangat dan penuh gairah untuk mengenal Dia. Maria juga disebutkan sebagai wanita yang mengurapi kaki Yesus dengan miyak yang mahal sebagai bukti gelora cintanya yang besar kepada Yesus. Ketika Maria menangis sedih dikaki Yesus karena kematian saudaranya, Yesus ikut merasakan kepedihan Maria. Maria seseorang yang sangat penuh dengan emosi yang positif dan energi kehidupan yang bergairah bagi Tuhan. Hati yang bergairah akan menarik kita lebih dekat kepada Kekasih Sorga kita.

Dia akan bersukacita jika kita juga bersukacita atas Dia! Bersukacita atas Firman-Nya, Dalam hadirat-Nya, atas kehendak-Nya dan atas janji-Nya. Jangan kehilangan sukacita kita karena kita mengharapkan orang lain yang menjadi sukacita kita..sungguh anda akan kecewa dan terjatuh. Jadikan Dia sumber Pemuasan kehidupan kita, maka kita akan dipuaskan. 

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Mazmur 16:11