RSS
Container Icon

PelukanMu ya Bapa

PELUKANMU YA BAPA
Bawaku dekat, tuk dengar suara-Mu..
Dalam pelukanMu itu yang kurindu..
Bawaku kenal, isi hatiMu..
Dalam pelukanMu..ubahkan hidupku..

PelukanMu ya Bapa..
Dekapan kasihMu hangatkanku..
Puaskanku, pulihkanku..
Dalam ajaib anugrahMu..

PelukanMu ya Bapa..
Membasuh seluruh jiwaku..
Layakkanku..sembuhkanku..
Dalam ajaib anugrah-Mu..

Evie Mehita

Bacaan: Lukas 15:16-24

Sang anak bungsu tercinta yang biasa hidup dalam RUMAH BAPAnya, menikmati semua kasih, berkat dan fasilitas bapanya, sekarang telah menjadi pengemis yang menyedihkan. Seringkali kita juga tidak menyadari keadaan kita bahwa kita sudah jatuh dan menjadi miskin dan bahkan pengemis bagi dunia ini. Kita adalah anak Raja! Kita adalah anak Bapa, tetapi semua mulai hancur saat sang anak memilih PIKIRAN yang salah, yang mengakibatkan KEPUTUSAN yang fatal.

Semua dimulai saat anak bungsu ini mulai memikirkan HAKnya sendiri, dia merasa BERHAK atas apa yang bapanya berikan. Apakah kita juga merasa bahwa kita memiliki HAK atas apa yang Bapa berikan? Semua adalah dari Dia. Tapi kita mulai berpikir “ah, harusnya aku berhak mendapat mobil, rumah, uang…aku kan sudah melayani Bapa!”, “harusnya aku diberikan pasangan hidup sekarang, aku sudah sangat butuh, sudah waktuku….mengapa Bapa belum memberikannya kepadaku?” dll.

Seringkali kita berpikir kita punya HAK atas kehidupan kita dan mulai mengatur Bapa atas apa yang terbaik bagi diri kita sendiri. Kita mengatur waktu yang terbaik bagi kita, merasa bahwa kita sudah berjasa dan berhak atas apa yang kita miliki dan lakukan. Uang, harta, hubungan, kekasih, anak, suami, istri, orang tua, pekerjaan, pelayanan kita adalah milik Bapa.

SIAPAKAH YANG MEMILIKI HAK ATAS HIDUP KITA??

Setelah PIKIRAN yang salah dan membayangi dia ini tidak ditakukkannya segera, maka anak bungsu mengambil keputusan yang salah dalam hidupnya. Dia meminta haknya dan segera PERGI ke NEGERI YANG JAUH. Apa yang terjadi saat Bapa memberikan apa yang diminta oleh anak kesayangannya ini? Anaknya pergi dari rumah bapa dan merasa bahwa sudah saatnya dia MANDIRI dan BERUSAHA sendiri!
Apa ini juga yang terjadi dalam hidup kita? Setelah kita mulai mengatur Bapa dan merasa berhak atas hidup kita dan semua yang kita miliki, kita bukannya malah mendekat dan memberikan semua kembali kepada Bapa, tetapi malah pergi MENJAUH dari Bapa. Inilah “DOSA KEMANDIRIAN” yang akan membuat kita hancur. Kita tidak dapat berbuat satu apapun diluar Bapa, kita hanyalah ranting dan Dialah Carangnya. Kita mulai berpikir sendiri, bekerja sendiri dan kita tidak lagi mengandalkan Bapa.
Seperti halnya saat bapak Abraham dan Saraidijanjikan anak perjanjian oleh Allah YHWH, Sarai mulai berpikir bahwa dia tidak mungkin dapat memberikan keturunan kepada suaminya dan tidak mungkin janji Bapa digenapi lewat dia yang sudah lanjut usia dan mandul. Dia bersama suaminya  jatuh dalam “Dosa Kemandirian” ini dan merasa dapat MEMBANTU TUHAN dalam menggenapi janji-Nya itu.



Saat kita tidak lagi bergantung penuh kepada Dia, kita bermain dalam pikiran kita sendiri dan merasa perlu untuk membantu Dia, maka sesungguhnya ita sudah jatuh begitu dalam dan akan tercipta banyak kehancuran. Semua kesalahan kita bukannya mendekatkan kita pada Bapa atau membantu memasyurkan nama Bapa kita, malah kita akan mempermalukan nama-Nya. Dia bukan Bapa yang perlu kita bantu, tetapi yang Dia mau hanyalah kita dekat dengan-Nya, jangan menjauh dan hidup dalam ketaatan didalam Dia.
MENJAUH dan semakin jauh dari hadirat Bapa adalah hal yang paling mengerikan. Kita sibuk dengan diri kita sendiri dan melupakan rumah Bapa, rumah kesukaan kita. Dia mulai menjual semua harta ayahnya. Demikian juga banyak orang Kristen dan hamba-hamba-Nya yang “MENJUAL” imannya, cintanya, kemurniannya, bahkan Tuhannya demi dunia ini.  ARUS DUNIA yang begitu kuat menyeretnya dari hari ke hari. Dia mulai memboroskan semua harta bapanya untuk sesuatu yang tidak penting, berfoya-foya, berpesta dalam kenikmatan dunia dan akhirnya jatuh dalam berbagai dosa.

Mari renungkan saudaraku, apakah PEMBOROSAN yang sedang kita lakukan dalam hidup kita? Berapa banyak waktu, uang, tenaga, cinta, pengabdian yang kita berikan kepada Bapa kita di Sorga ataukah kita memboroskan semua yang awalnya dari Dia, karunia, uang, harta, kesehatan, waktu, keluarga, pelayanan hanya untuk kepentingan diri sendiri dan bukan untuk kepentingan Bapa??

Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Yesaya 55:2

Kita pikir kita akan kenyang dengan semua pesta pora yang kita adakan, kita pikir kita akan merasakan bahagia dan cinta. Tetapi ternyata semua itu tidak kita dapati. Seringkali anak Bapa mengadakan PESTA untuk dirinya sendiri, dan bukan PESTA dalam rumah BAPA. Kemabukan akan dunia, kenikmatan dan hidup bagi diri sendiri adalah dosa yang sangat mengerikan, dan semua ini berujung pada dosa demi dosa yang semakin mengikat dan mengikat lebih dalam.
Hanya didalam hadirat Bapa kita, kita akan merasakan KENYANG. Walau kita berpesta dan merasakan kebahagiaan dunia, tetaplah akan memboroskan semua yang baik dalam hidup kita dan hidup kita akan tetap menjadi MISKIN.

Saat semua kenikmatan dan sumur-sumur cinta dari dunia ini akan mengering dan lenyap, semua menjadi habis tiada berbekas. Semua yang dari dunia ini akan lenyap dan habis. Tetapi Firman-Nya dan janji-Nya adalah KEKAL. Semua yang kelihatan adalah fana dan yang tidak kelihatan adalah KEKAL. Apakah yang sedang kita cari saudaraku? Hartakah? Uang? Kedudukan? Cinta dan kasih sayang manusia? Penghargaan? Semua itu akan habis dan lenyap.

Saat semua HABIS, barulah kita sadar, keadaan kita sudah menjadi MISKIN dan bahkan menjadi PENGEMIS dari dunia ini!  Dia mengikatkan dirinya pada MAJIKAN lain yang menyuruhnya menjadi PENJAGA  BABI di Kandang Babi! Suatu pekerjaan yang amat hina. Banyak anak Bapa yang menjadi pengemis! Keterikatan dengan uang menjadikan anak-anak bapa mengemis dan terus mengemis kepada dunia “berkati aku! Berkati aku!” apapun akan dilakukan asal mendapatkan uang. Ada yang terikat dengan cinta pasangan, akan terus mengemis dan mengemis, apapun akan dilakukan asal mendapatkan “cinta” dari pasangannya walaupun itu hanya berupa nafsu semata atau ampas-ampas yang mengerikan. Ada yang terikat dengan pikirannya, sehingga terus menerus mengemis dan berperang dalam pikirannya sendiri, menjadikannya miskin, lumpuh, tak berdaya, tidak dapat melayani Bapa dengan baik. Ada begitu banyak keterikatan di bumi ini. Apa ikatanmu?

MOMEN KEMBALI
Adalah suatu saat yang sangat indah ketika anak bungsu ini menyadari kesalahannya dan mulai ingat akan rumah bapanya. Walaupun sebenarnya sudah terlambat kelihatannya, dan sudah cukup lama dia berendam dalam Lumpur Dosa “Kandang babi”, namun dia memberanikan diri sekali lagi untuk menghampiri rumah bapanya. Siapa yang tidak akan malu setelah semua kesalahan yang dilakukan begitu rupa? Tapi sangat bersyukur diceritakan di sini, anak bungsu beranjak dari keadaannya.

Kita juga harus mau menyadari dan BERANJAK dari keadaan kita! Jika kita merindukan pemulihan, pengampunan, pembahruan dalam hidup kita maka mau tidak mau kita harus mau meninggalkan semua yang LAMA. Anda tidak dapat mengenakan pakaian yang baru tanpa mau menanggalkan yang lama!. BERANJAK dari masa lalu kita, dari dosa dan sakit pikiran kita yang menghancurkan kita. Saya percaya orang yang jauh dari bapa dan dari hadirat bapa akan mudah sekali terikat dan terikat itu sangat menyakitkan. Awalnya menyenangkan dan tampak hidup bebas, tapi ujungnya menjadi ikatan maut bagi kita.
BERANJAK berarti berpindah tempat, ada tindakan, ada kemauan yang kuat. Seringkali kita dalam keadaan yang sangat terpuruk, penuh penuduhan iblis, dan keterikatan, kita malah tidak mau datang kepada Bapa, dan menyesali diri terus menerus. Ya, memang kita berdosa, memang kita salah, lalu apakah hidup kita akan berakhir? Tidak! Selama nafas kita masih Bapa berikan, maka selalu ada kesempatan untuk segera kembali. Jangan menunda-nunda kembali pada Bapa. Sebab kita tidak tahu sampai kapan kesempatan hidup itu Bapa berikan pada kita
.
Dari jauh, sang bapa melihat anaknya yang sudah ditunggu-tunggunya, sang bapa berlari begitu rupa mendapatkannya, MEMELUK dan MENCIUMnya…
Dalam pikiran anak bungsu, dia sudah berpikir akan kata-kata yang akan diucapkannya sebagai kata penyesalannya. Tapi sebelum dia memiliki kesmepatan meminta maaf atau bercerita, bapanya langsung memeluk dan menciuminya tanpa merasa jijik, ataupun marah, atau bertanya pada anaknya “kenapa baru kembali?! Apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa kamu jadi begini? Dimana harta yang sudah kuberikan?!!” sang bapa tidak melakukannya! Dia langsung memeluknya..

LIHAT! Betapa dalam kasih Bapa kepada kita yang sudah berdosa dan jauh dari-Nya. Setiap kali kita mau DATANG kepada Dia, walau tanpa kata-kata, Dia akan langsung berlari dan memeluk kita!  Dia, sebagai Bapa yang sangat baik, tidak mendahulukan yang namanya penghakiman dan lain sebagainya, tetapi hukum-Nya adalah KASIH semata. Dia tahu anaknya berdosa dan penuh kekotoran yang menjijikkan, tapi ASALKAN anaknya mau kembali kepadanya…ITU SUDAH CUKUP.

Yang Bapa rindukan adalah persekutuan yang intim, yang dekat dengan Dia. Ada respon yang luar biasa dari Bapa kita setiap kali kita mau datang mendekat kepada-Nya. Oleh karena itu, jangan takut datang kepada-Nya apapun keadaan dan masa lalu kita, Dia siap memeluk dan menciumi engkau..

Sebuah PELUKAN dan CIUMAN Bapa itu berarti sebuah pengampunan, kasih, penerimaan tanpa syarat, dan sebuah kesembuhan bagi kita. Pelukan Bapa akan memulihkan harga diri kita yang hancur dan membuat kita merasa dikasihi kembali dengan kasih yang sejati. Disaat itupun, anda bisa bayangkan bagaimana perasaan anak bungsu saat dipeluk? Mungkin sudah tidak ada keberanian menatap bapanya, sudah tertunduk menangis tersedu-sedu karena penyesalan yang begitu rupa..dan karena merasakan bagaimana bapanya memeluk dan mengasihi dia kembali tanpa banyak bertanya.

Anaknya merasa malu dan diliputi rasa tidak layak yang semakin besar karena pelukan Bapa..Dia makin menyadari  keadaannya dan semakin menyadari rasa malunya akan bapa yang begitu mencintainya. Dia berkata bahwa dia tidak layak, dan mau menjadi orang upahan saja baginya sudah cukup…Bukankah sangat mengharukan? Saat kita kembali datang dan Dia memeluk kita, dalam cahaya suci dan kasih dari tatapan mata-Nya, semakin membuat kita merasa malu dan tersungkur dihadapan-Nya, dalam pelukan-Nya kita hanya bisa meraung dan menangis begitu rupa karena sungguh kita tahu kita berdosa kepada Dia dan  tangisan karena kasih-Nya yang begitu besar…semua bercampur menjadi satu didada kita.. Disanalah anda dan saya akan bertelut dan mungkin akan mengucapkan apa yang anak bungsu ini katakana…”Bapa aku sudah sangat berdosa kepadamu..aku sungguh tidak layak jadi anak-Mu..aku sudah mempermalukan Engkau! Aku pendosa..aku tidak layak engkau peluk seperti ini…aku kotor..aku bau..aku tidak layak menerima kasih yang terlalu besar ini..”

Dan…apakah yang dilakukan sang bapa? Dia tidak merespon perkataan anak bungsu ini, dia langsung memanggil hamba-hamba-Nya dan menyuruh mereka memberikan dan memakaian JUBAH terbaik, CINCIN, dan sepatu untuk kakinya, bahkan sebuah PESTA besar untuk anaknya!
Bapa kita di Sorga tahu pertobatan kita yang sungguh-sungguh dari hati. Mungkin kita bisa berkata bahwa kita tidak layak, kita kotor, kita pendosa dan tidak layak dikasihi, tapi Dia tidak peduli semua kata-kata kita..Dia hanya tahu bahwa anda dan saya BENAR-BENAR mau bertobat dan kembali kepada-Nya, dan sekali lagi, ini SUDAH CUKUP bagi-Nya. Dia melihat jauh kedalam kedalaman hati manusia, bukan dari apa yang diucapkannya saja. Ada banyak pertobatan yang semu, yang palsu, dan yang belum tuntas, tapi anak bungsu adalah gambaran anak yang sungguh-sungguh bertobat, berbalik dari dosanya dan diterima kembali dalam kasih Bapa yang sejati.

Apa saja yang dipulihkan Bapa saat anak ini kembali?

1. Pelukan kasih dan Ciuman, Sebuah cinta tanpa syarat

2. Jubah terbaik. Kita tahu bahwa pakaian lama kita sudah begitu usang, kotor dan bau! Dan untuk memasuki Rumah Bapa dan hadirat-Nya kembali, maka kita perlu menanggalkan semua pakaian kita yang lama. Dia akan memberikan sesuatu yang baru dalam hidup kita. Jubah bicara tentang identitas kita, jati diri kita dan semua kelayakan dari Bapa atas hidup kita. Pakaian baru kita sudah dibasuh dalam darah Kristus, dan marilah kita menanggalkan semua pakaian kita yang sudah terkoyakkan karena dosa-dosa kita. Jubah juga bicara tentang karunia, talenta untuk melayani Dia, dengan jubah terbaik yang Dia berikan kita akan dapat melayani Dia kembali sesuai dengan jati diri dan panggilan kita yang semula.

3. Cincin. Cincin adalah lambing meterai perjanjian. Dosa selalu merusak meterai perjanjian kita dengan Bapa kita.  Kita seringkali tidak setia akan Perjanjian-Nya tetapi Dia tetap setia dan mengingatnya. Perjanjian-perjanjian kita yang sudah kita rusak begitu rupa karena keterikatan dan perjanjian-perjanjian kita dengan roh duniawi yang lain itu akan digantikan-Nya dengan cincin yang baru, sebuah tanda bahwa kedudukannya dikembalikan.

4. Sepatu. Sepatu adalah alas untuk kita berjalan, dan menjadi sebuah kehormatan bagi kita jikalau Dia mengenakan kepada kita sepatu yang baru. Sebuah dasar baru untuk kita dapat BERJALAN sesuai kehendak-Nya dan bukan berjalan sesuai dengan pikiran dan keputusan yang salah lagi. Dengan sepatu baru, ada kehidupan baru untuk melangkah dan hidup berjalan bersama Bapa.

5. Pesta perjamuan. Inilah pesta yang penuh sukacita dalam hadirat Bapa. Pesta-pesta dunia akan berakhir dan tidak bertahan lama, tetapi pesta Sorgawi dalam rumah Bapa akan kekal dan mendatangkan sukacita dan kebahagiaan yang sejati. Apakah anda rindu berpesta dalam Dia? Maka mari, masuklah dalam rumah keintiman bersama Bapa dan jangan lagi menjauh dari-Nya.
Hanya dalam hadirat-Nya kita dipuaskan, disegarkan, dipulihkan, disembuhkan dan dilayakkan. Dia segala-galanya bagi kita! Terpujilah Engkau Bapa yang sangat baik, terpujilah kasih dan pengampunan-Mu bagi kami yang berdosa, terpujilah jalan-jalan-Mu dan ajar kami selalu tinggal dalam pelukan dan rumah kediaman-Mu selamanya…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Evie Mehita mengatakan...

Lagu ini sudah mulai dipublikasikan di youtube :) semoga bisa menjadi berkat bagi semua yang merindukan Pelukan Bapa :)

Posting Komentar