Sampai sekarang aku masih mengagumi kisah Esther..Seorang wanita yang kuat dan mulia. Kebanyakan kita menganggap seorang wanita itu lemah, tetapi sesungguhnya wanita itu sangat kuat, itu sic idealnya...alias seharusnya...
tapi....
Saat diri sendiri (aku) adalah seorang wanita...em..sebetulnya aku tidak merasa sangat kuat seperti idealnya..
rapuh dan selalu merindukan kehadiran yang dapat dipegang dan dipercayai...
Wanita selalu mencari kepuasan jiwanya...dan kadang tanpa menyadari, sesungguhnya Tuhan Yesuslah yang dapat memuaskan semua hasrat itu..hasrat untuk dicintai, dimengerti, dipahami, dipegang dan dikuatkan..

YESUS adalah kekasih kita..
benar...amin...
Tetapi sudahkah kita dapat menjadi Kekasih-Nya?

Menjadi kesukaan Kekasih kita dan menjadi sumber kesukaan-Nya?

MENANTI..
Mungkin itu salah satu pelajaran berharga bagi Esther..

Kisah gadis biasa yang sederhana tetapi bersinar seperti bintang terang
Dia masuk dalam masalah yang besar yang seolah memaksanya masuk dalam istana Raja
Tetapi dalam tekanan, ketakutan dan tak mengerti apa-apa pada awalnya..
Kemudian dia mulai belajar berserah dan menjalani masa-masa persiapan walaupun tak tahu apa yang akan terjadi kemudian.
Dia masuk atas nama cinta….dalam kamar keintiman rajanya
Esther mencintai suaminya dan rajanya..

Tetapi ada waktu saat masalah terjadi...
Dia harus berdiri atas ketaatannya sendiri dan mengambil keputusan..
Saat terasa jauh dari sang kekasih..
Saat seolah kedekatan itu menghilang..
Saat tidak dicintai..
Tetapi dia rela memberikan cintanya,
Tetap mencintai walau terpisah..
Tetap dekat walaupun jauh..

Esther mengambil keputusan yang sangat tepat..
Saat tiada pasukan yang dapat menolongnya..
Tetapi dia hanya memiliki cinta, pengabdian, ketaatan..
Dia masuk dengan gagah ke ruang para pria berkumpul dalam sidangnya yang agung..
Bukan ke kamar seorang pria atau suaminya..
Bukan untuk hubungan berdua tetapi seluruh dunia..
Ya beban nya begitu berat..
Semua bergantung padanya..
Aku percaya diapun ingin..jika bisa beban itu dilalukan dari pundaknya..
Terjadi saat seolah cinta itu pergi dan tak bisa memasuki kamar pribadi Raja..
Tapi dia melangkah dengan berani...
Bahkan merelakan nyawanya untuk suatu peperangan yang menentukan
Berdiri seorang diri dengan kepercayaan
Bahwa cinta adalah sebuah kepercayaan

Wanita harus memiliki cinta dan komitmen, kesetiaan kepada Kekasih-Nya...
Tak peduli bagaimana keadaan hati dan perasaan..
Wanita harus dapat mengendalikan perasaannya sendiri
Wanita harus puas oleh karena cinta yang sejati dan sempurna
Bukan oleh dunia yang semu dan cinta yang sementara..
Wanita adalah pribadi yang lembut dan kuat
Memegang kepercayaan sebagai cinta
dan cinta sebagai sebuah kepercayaan.....