HAPPY VALENTINE DAY!!

Di dunia barat menetapkan tanggal 14 februari sebagai Hari Kasih Sayang atau Valentine Days yaitu sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan. Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius dan romantis. Benarkah?! Seperti apakah jenis kasih yang dapat kita berikan kepada orang-orang yang kita sayangi? Keluarga, sahabat, kekasih, dan terutama kepada Tuhan??

Mari kita belajar beberapa jenis kasih yang secara alkitabiah mengajarkan kita kepada jalan kasih yang harusnya kita tempuh di dunia ini.

A.    Kasih PHILEO (Kasih Persaudaraan)
Kasih Phileo ini adalah kasih persaudaraan yang timbal balik, artinya kasih yang diungkapkan adalah sebagai balasan atas kasih yang sudah kita terima. Kasih Phileo merupakan kasih yang terbatas dan dapat berubah-ubah karena pada dasarnya kasih phileo ini adalah kasih manusia, dimana seseorang dapat memiliki kasih ini sekalipun dia belum mengalami lahir baru di dalam Tuhan.
Kasih Phileo  bagaikan sebuah jalan yang ujungnya buntu, Kasih Phileo mengikuti keadaan hati, jika hati terluka dan sakit maka Kasih Phileo pun berubah pula.
Philia adalah kasih persaudaraan yang di dalamnya juga ada unsure perasaan, emosi, kehangatan dan kesetiakawanan (Roma 12:10; Ibrani 13:1). Kasih yang mendasari hubungan antara teman ini tidak begitu stabil. Hal ini terlihat dari banyaknya permusuhan atau perselisihan yang terjadi antar teman.

B.    Kasih STORGE
Kasih storge adalah kasih karena ikatan darah, misalnya antara ibu dan anak, dua orang bersaudara, atau ikatan darah lainnya. Sifat kasih storge ini pada dasarnya mirip dengan kasih Phileo.

C.    Kasih AGAPE (Kasih Allah)
Kasih ini tentu sangat berbeda dengan kasih yang kita bahas diatas. Ini merupakan kasih yang Tuhan berikan kepada kita, apabila kita memilih kasih ini maka kita akan dapat berjumpa dengan Allah karena kasih Agape adalah Allah sendiri (1 Yoh 4:16).

Kasih Agape adalah kasih yang Allah perintahkan untuk kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari (Yoh 13:34). kasih Agape adalah perintah bukan undangan. kasih Agape bukan merupakan perasaan tetapi suatu perintah yang harus kita lakukan sebagai orang percaya. Allah memerintahkan kita untuk mengasihi karena kita sudah memiliki benih Allah yang adalah benih kasih Agape (1 Yoh 3:9), dan tentu saja benih tersebut akan memampukan kita untuk mengasihi (Roma 5:5).
Kasih Agape tidak pernah gagal dan tak pernah berkesudahan (1 Kor 13:8). Bagian kita hanyalah taat untuk melakukannya karena kasih Agape ini akan bekerja dengan sempurna manakala kita mempraktekkannya dengan penuh ketaatan bukan sebagai suatu perasaan belaka.


Saat kita mengalami kasih Tuhan (UP) maka kita pun secara otomatis dapat mengasihi diri sendiri (IN) dan orang lain (OUT), tentu saja dengan kasih yang sama yaitu kasih Agape.

Kasih agape adalah kasih yang tertinggi, karena di dalamnya ada kasih ilahi. Kasih agape hanya dimiliki orang-orang yang sudah menerima kasih sejati yang hanya ada di dalam Yesus Kristus. Hanya orang yang sudah menerima kasih Agape-Nya yang dapat menginterpretasikan kasih sejati ini kepada sesamanya. (Mrk 12:30-31). Orang yang memiliki kasih agape dapat mengasihi musuh, seperti yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus (Mat 5:43-44). Agape bersifat stabil, karena unsur utamanya bukan perasaan atau emosi, tetapi kepada kehendak atau keputusan untuk tetap mengasihi. Kalau kita mengasihi seseorang dengan dasar kasih agape, maka kita akan berusaha berbuat sesuatu yang terbaik untuk membahagiakan orang yang kita kasihi itu, tanpa ada unsur pamrih.

D.    Kasih EROS (Hawa Nafsu)
Kata Eros banyak dipergunakan dalam budaya agama Yunani, eros didalam Alkitab diganti dengan hawa nafsu. Kasih eros merupakan suatu hal yang positip karena eros adalah pemberian Allah. Adalah wajar kalau setiap orang memiliki kasih eros, tetapi setiap kita harus berhati-hati dengan sifat eros yang tidak stabil. Karena sifatnya yang tidak stabil maka eros tidak bisa dijadikan dasar bagi suatu hubungan yang baik di dalam mencintai seseorang, karena hubungan itu tidak akan bertahan lama.
Orang yang didominasi oleh kasih eros akan cenderung dikuasai oleh hawa nafsunya yang selalu ingin dipuaskan.
Kasih Eros adalah kasih yang berfokus pada diri sendiri, orang-orang Yunani menggambarkan kasih Eros dengan symbol ular yang memakan ekornya sendiri

Arti dari lambang ini adalah adanya ketertarikan dan kecintaan pada diri sendiri, sehingga secara ekstrim dapat kita gambarkan sebagai seseorang yang memakan dirinya sendiri.
Seseorang yang memiliki Kasih Eros akan kelihatan seperti  mengasihi namun bila kita amati lebih lanjut maka kita akan dapat menemukan “ego” nya sendiri. Kasih Eros dapat pula digambarkan dengan skema seperti ini :

Eros adalah akar dari segala kejahatan dan kekacauan (Yakobus 3:16), selain itu Eros juga sangat pandai menipu, ia menjanjikan kenyamanan, penampilan yang baik, kesenangan dan kenikmatan namun menyembunyikan akibat buruk bagi orang-orang yang memilih kasih semacam ini.
Kasih Eros hanya menuntut, merampas dan menyedot sedangkan Kasih Agape memberi dan memberkati .Orang-orang yang mempraktekan Kasih Agape akan memberdayakan orang lain tetapi pelaku Kasih Eros akan “membunuh” potensi-potensi orang lain demi mencapai keuntungan bagi dirinya sendiri. Sayangnya banyak yang mengasihi Tuhan dengan kasih Eros , mereka rajin beribadah, berdoa, memberi dan membaca Alkitab supaya mendapatkan banyak berkat dan kekayaan, mereka melakukan ibadah bukan karena mengasihi Tuhan namun karena hawa nafsu (Yak 4: 1-3).

E.    Kasih CAMPURAN (Kasih Yang Tidak Murni)
Kebanyakan orang percaya, khususnya yang masih belum dewasa memiliki kasih yang belum murni ini namun meskipun demikian kita yang sudah mengalami proses lahir baru tetap perlu memurnikan diri dari kasih Eros karena sebagai manusia kita mudah sekali menyerap motivasi-motivasi yang tidak Ilahi yaitu motivasi kedagingan kita. Contohnya adalah Daud yaitu  orang yang berkenan kepada Tuhan, tetapi kasihnya kepada Tuhan sempat bercampur dengan kasih Eros dimana karena kasih Eros itulah kemudian ia berzinah dengan Batsyeba, meskipun Daud akhirnya diampuni namun ia tetap harus menanggung akibatnya.

Kasih yang tidak murni ini dapat kita gambarkan sebagai jalan yang bercabang

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Matius 22:37-40