Tahukah anda segala sesuatu yang kita kerjakan itu berasal dari HATI? Hati memiliki peranan yang sangat penting. Begitu juga Bapa berfirman dalam Matius 15:19-20 yang mengatakan “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

HATI
Jika fungsi organ hati kita rusak, maka tubuh kita seluruhnya akan terganggu, demikian juga jika kita tidak dapat menjaga hati kita, maka seluruh kehidupan kita menjadi tidak baik. Hati digambarkan sama dengan jantung, yaitu pusat kehidupan manusia.
Bagi pemikiran budaya Barat, hati/jantung secara umum adalah perasaan-perasaan, emosi seseorang. Dalam bahasa Ibrani, hati/jantung mencakup tidak hanya emosi, tetapi juga kehidupan rohani, mental, dan jasmaninya. Hati merupakan tahta tertinggi dimana diatasnya hidup manusia duduk dan berada.

Sedangkan secara jasmani, kita tahu organ hati kita juga sangat penting, oleh sebab itu Tuhan menggambarkan hati kita sebagai cara kita mengasihi Allah dan sesama.
Frank Damazio, seorang penulis buku mengungkapkan kesamaan hati/jantung secara jasmani dengan hati/jantung secara rohani yang perlu diketahui oleh setiap pelayan atau pemimpin rohani, agar berkenan di mata Allah.

Jantung jasmani terletak kurang lebih pada pusat dada manusia.
Jantung rohani (hati dari Roh) seharusnya terletak pada pusat dari pemikiran, perkataan, tindakan, dan pelayanan kita, yang akan memotivasi segala sesuatu

Jantung jasmani berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan orang yang bersangkutan
Setiap jantung rohani pemimpin hanyalah sebesar pekerjaan tangan yang ia hasilkan juga.

Darah dalam jantung jasmani terdiri dari bahan gizi yang berbeda yang terdapat dalam makanan yang dikonsumsi.
Kehidupan dalam jantung rohani seorang pemimpin terdiri dari apa yang ia “makan” melalui pikiran dan pengalamannya. Kehidupan yang paling murni diperoleh dari “memakan” Firman Allah.

Setiap pemompaan jantung jasmani adalah berdasarkan metode menerima atau melepaskan. Darah diterima melalui satu bagian dari jantung dan dilepaskan melalui bagian lainnya dari jantung.
Aliran kehidupan rohanu tergantung pada penerimaannya akan kasih dan pengampunan Allah secara pribadi, dan kemudian sesudah itu melepaskannya kepada orang-orang disekitarnya.

Jantung jasmani memompa darah dari satu ujung tubuh kepada ujung tubuh yang lain, jika jantung itu berfungsi dengan benar.
Jantung rohani pemimpin mensirkulasi kehidupan Roh Kudus ke seluruh tubuh Kristus, jika ia berfungsi dengan benar

Jantung jasmani yang sehat berdetak secara otomatis, tanpa perlu diusahakan oleh pemiliknya.
Jantung rohani yang sehat menunjukkan kasih, sukacita, dan damai sejahtera Allah secara alami, spontan,tanpa di buat-buat

Jantung jasmani dalam tubuh dengan berar badan berlebihan dengan pola makan yang tidak sehat mudah terkena penyakit jantung.
Jantung rohani mudah terkena penyakit rohani jika kita tidak mempraktekkannya dan menjadikan firman itu sebagai bagian aktif dalam hidupnya dan orang lain

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

SETIAP KITA MEMILIKI RAHASIA.
Ada rahasia tentang suatu peristiwa yang sangat berkesan dengan seseorang, peristiwa memalukan yang hanya diketahui oleh Tuhan dan diri sendiri, ada rahasia dalam hati kita yang memendam sesuatu perasaan tentang orang lain, dan lain sebagainya.
Rahasia tersimpan dalam hati manusia dan ingatlah sekali lagi bahwa kita harus dapat menjaga hati kita.
Tidak suatu dosa, jika kita memiliki rahasia hati karena setiap manusia memiliki sisi-sisi dalam hatinya yang tak dapat dibukakan kepada siapapun, kecuali kepada Dia, Sang Pencipta dan Sang Bapa. Tetapi rahasia hari yang merusak, akan membuat hati kita sakit atau kita akan sakit secara rohani.  Jika kita membuka rahasia kita pada Tuhan maka Tuhan akan membuka hatinya untuk kita. Bukankah keterbukaan dan kejujuran sangat penting dalam sebuah hubungan? Dengan kerterbukaan dengan Tuhan, kita akan dapat menjaga hati kita.
Tidak ada yang dapat kita sembunyikan dari Dia. Jika kita suka menyembunyikan hati kita kepada Dia, maka seperti halnya sebuah benda yang terpakai terus tanpa dibersihkan sehingga benda itu akan sangat kotor dan bisa merusak fungsi yang semula.

Ada beberapa kualitas hati yang perlu kita ketahui, ada nilai-nilai yang positif dari hati, ada pula yang negatif.

Kualitas Hati Positif
Hati yang pilu (Kej 6:6)                             Hati yang rela (Kel 25:2)
Hati yang tergerak (Kel 35:21)                  Hati yang bijaksana (Kel 35:35)
Hati yang bulat (1 Taw12:38)                    Hati yang lembut (2 Taw 34:27)
Hati yang penuh kesedihan (Neh2:2-12)    Hati yang setia (Neh 9:8)
Hati yang jujur (Ayub 33:3)                       Hati yang bersekutu (Maz 4:5)
Hati yang seperti lilin (Maz 22:15)             Hati yang murni (Maz 24:4)
Hati yang patah (Maz 34:19)                     Hati yang berdebar (Maz 38:11)
Hati yang meluap dengan kata-kata           Hati yang siap (Maz 57:8)
Indah (Maz 45:2)
Hati yang hidup (Maz 69:33)                    Hati yang teguh (Maz 112:8)
Hati yang mengerti (Amsal 2:3)                 Hati yang berpegang pada firman (Amsal
4:4)
Hati yang tenang (Amsal 14:30)                Hati yang gembira (Amsal 17:22)
Hati yang baru (Yeh 18:31)                      Hati yang taat (Yeh 11:19)
Hati yang berketetapan (Dan 1:8)             Hati yang suka merenungkan (Luk 2:19)
Hati yang mengampuni (Mat 18:35)          Hati yang dibersihkan dengan Darah (Ibr
10:22)
Hati yang dipuaskan (Yak 5:5)                 Hati yang disucikan (1 Pet 1:22)
Hati yang tenang (1 Yoh 3:19)                  Hati yang jujur dan baik (Luk 8:15)
Hati yang berkobar (Luk 24:25-32)         Hati yang bersatu (Kis 2:46)
Hati yang terbuka (Kis 16:14)                  Hati yang taat (Roma 6:17)
Hati yang tersunat (Roma 2:29)                Hati yang percaya (Roma 10:9-10)
Hati yang yakin (1 kor 7:37)                    Hati yang lapang (1 Kor 6:11)
Hati yang memperhatikan (2Kor 8:16)     Hati yang memuji (Ef 5:19)
Hati yang kuat (Ibr 13:9)

Kualitas Hati Negatif

Hati yang jahat (Kej 6:5)                            Hati yang keras (Kel 4:21)
Hati yang menipu (Ul 11:16)                       Hati yang tidak berakal budi (Ul 29:4)
Hati yang fasik (Ayub 36:13)                      Hati yang sombong (Ul 8:14)
Hati yang sesat (Maz 95:10)                       Hati yang tebal dan berlemak (Maz 119:70)
Hati yang tertegun (Maz 143:4)                  Hati yang meremehkan (Amsal 5:12)
Hati yang penuh tipu daya (Amsal 12:20)    Hati yang pahit (Amsal 14:10)
Hati yang murtad (Amsal 14:14)                 Hati yang bebal (Amsal 15:7)
Hati yang penuh kekejian (Amsal 26:25)    Hati yang mendua (Yak 1:8)
Hati yang terluka (Maz 109:22)                 Hati yang memberontak (Yer 5:23)
Hati yang congkak (Yes 9:9)                     Hati yang licik (Yer 17:9)
Hati yang berzinah (Yeh 6:9)                      Hati yang lemah (Yeh 16:30)
Hati yang bermusuhan (Yeh 25:15)            Hati binatang (Dan 4:16)
Hati yang terbeban (Amsal 31:6)                Hati yang  berpikir (Markus 2:6-8)
Hati yang iri, cemburu (Yak 3:14)              Hati yang degil (Maz 81:13)
Hati yang gelisah (Yoh 14:1)                      Hati yang tidak bersunat (Kis 7:51)
Hati yang menjadi gelap (Roma 1:21)        Hati yang tersiksa (1 Kor 2:4)
Hati yang mendakwa (1 yoh 3:20)             Hati yang lemah lesu (Maz 61:3)
Hati yang terlatih dalam keserakahan (2 Pet 2:14)

Bagaimana dengan kualitas hati anda? Apakah banyak rahasia hati yang kita simpan ternyata adala sebuah hal yang negatif dan dapat membuat keadaan hati kita semakin rusak? Karena itu, marilah serahkan rahasia hati kita kepada Bapa dan berlatih untuk menjaga hati/jantung rohani kita.

Bagaimana caranya merawat hati?

1.    Bersihkan hati setiap hari dengan Firman Allah
Bukankah Firman Allah adalah air (Ef 5:26) dan jikalau kita mau menyucikan diri kita, maka kitapun akan layak untuk dipakai-Nya (2 Tim 2:21). Dengan Firman yang kita dengar, akan menumbuhkan hati kita menjadi lebih dewasa dan membersihkan hati dari racun-racun yang dunia tebarkan.

2.    Berjaga-jaga dalam segala hal
Apa saja yang perlu kita jaga?
Mata; Maz 119:37. Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!
Apa yang kita lihat akan terekam oleh otak kita, bahkan di otak bawah sadar kita, sehingga jika kita tidak menjaga mata kita, bagaimana bisa kita akan menjaga kesucian hidup kita dan dapat melihat hal-hal yang kudus dari Sorga?

Telinga; Amsal 22:17. Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak, berilah perhatian kepada pengetahuanku.

Telinga adalah jendela dalam tubuh kita. Apa yang kita dengar akan mempengaruhi pikiran kita. Pikiran kita akan mempengaruhi bagaimana kita bersikap.

Hati yang sehat akan memancarkan kehidupan. Dari mata, sikap, dan buah tindakan kita akan mencerminkan kehidupan yang benar. Seperti air yang jernih, dimana kita dapat memancarkan Pribadi Kristus.

Jika matamu terang, teranglah seluruh tubuhmu, jika yang kau dengar baik, maka baiklah juga seluruh tubuhmu