1. Pelayanan adalah sebuah tim, bukan berpusat pada seseorang (1 Kor 12:12-14)
v    Tim berisi kita dengan Roh Kudus
v    Pemimpin dan domba2 bersaksi, mengajar, berkotbah dan memuridkan bersama-sama
v    Pelayanan yang berhasil adalah mencetak pemimpin2 yang bergerak sesuai kehendak Tuhan dalam
      mereka. Mencetak generasi pemimpin bukan hanya pengikut visi, pelayanan memperlengkapi dan
     melepas orang2 untuk melayani

2. Tanpa visi, pelayanan akan hancur
v    Visi adalah gambar yang dihembuskan Roh Allah, yang ingin disketsa dan diberi warna oleh Allah sendiri.
v    Setelah mendapat visi, penting untuk mencatat visi itu (Habakuk 2:2-3)
v    Kenapa menulis visi? pikiran memiliki kecenderunagn mereka-reka visi, makin lama makin
      membingungkan, kedagingan memiliki kecenderungan mengubah visi yang asli sesuai keinginan dan
      kerinduan kita.
v    Visi bertumbuh, menjadi matang, berkembang dan menjadi baru. Jangan terpancang pada visi masa
      lampau ketika Allah bergerak mendahului kita ke masa depan yang Ia sediakan
v    Visi berbicara mengenai apa yang kita lihat, bukan apa yang kita lakukan. Melihat mendahului melakukan.
     “ lakukan apa yang sudah Ia tunjukkan !! “
v    Visi diberikan secara spesifik pada masing2  bidang pelayanan (Yoel 2:28)

3 Pertumbuhan dalam pelayanan diukur melalui apa yang diberikan, bukan apa yang diperoleh
v    Fakta : penampilan dan hasil yang kelihatan lebih penting dari hadirat Allah dan aliran Roh-Nya
v    Pertumbuhan seseorang dalam pelayanan, dapat dilihat bagaimana dia memberi untuk Allah dalai segala
      hal
v    Pelayanan ada untuk melayani bukan dilayani
v    Pelayanan adalah karunia bukan milik. Setiap kita berada di bagiannya masing2, bersikap terlalu
      melindungi tanahnya, tidak mau fleksibel dengan pelayanan yang lain. Palayanan adalah milik Allah bukan
      milik kita.

4. Sebuah pelayanan ditetapkan oleh orang2 yang terlibat di dalamnya, bukan oleh program (Maz 107 :9)
v    Jangan berfokus pada program2 yang kelihatannya bagus tetapi tidak memberi makanan pada domba2,
      berusaha memuaskan nafsu makan domba2 tanpa memperdulikan kesehatan gizi mereka
v    Memenuhi kebutuhan jiwa2 untuk menyenangkan hati Allah dengan memberkati jiwa2 dan bukan
      mencoba menyenangkan hati manusia
v    Pelayanan dibangun berdasar ide Allah, bukian ide2 yang baik
v    Cara efektif yang bias dipakai Iblis adalah melakukan sesuatu yang baik melebihi ketaatan kepada Allah
v    Musuh dapat memakai kebijakan, aturan2, formalitas untuk membuat pelayanan menjadi senjata yang
      menimbulkan perselisihan dan konflik.
v    Fakta: pertemuan2 untuk membahas kebijakan dapat merampas waktu untuk melayani
v    Firman Allah yang menetapkan langkah2 kita, harus lebih berkuasa dari kebijakan2 yang telah kita buat.
v    Tanda dari pelayanan sejati adalah kasih, bukan kekuasaan, keberhasilan atau besarnya pelayanan itu
v    Pelayanan mengijinkan program yang telah kehilangan efektivitasnya untuk mati dan digantikan dengan
      yang baru

5. Pelayanan harus dapat menangani datangnya kemuliaan Allah dengan benar
v    Seringkali kita terbiasa dengan keadaan datangnya hadiratNya (manifestasi rohNya), tetapi tidak
      mendahulukan hubungan yang akrab dengan Roh Allah.
v    Adalah mungkin melakukan hal yang benar dengan cara yang salah (2 sam 6:6-7), betapapun baiknya
      motivasi hati kita, bila tidak dilakukan dengan cara Allah amak itu adalah cara yang salah
v    Pelayanan taat kepada kehendak Allah, dengan cara-Nya, dalai waktuNya untuk kemuliaan-Nya. Musuh
     dari kehendak Allah terjadi dalai cara dan waktuNya adalah ketidaksabaran yang angkuh

6.  Hati seorang pelayan Tuhan dalam pelayanan
v    Ruangan kelas yang terbaik dalam pelayanan adalah hati yang remuk. (Yer 18:3-4)
v    Hati yang remuk adalah uang kuliah yang dibayar orang2 untuk diperlengkapi, Allah hanya dapat
      memakai alat yang sudah remuk
v    Hati yang remuk bukan serangan musuh, tapi hasil Kristus membentuk kita untuk serupa gambarNya.
v    Hargai setiap alat yang dipakai Tuhan membentuk, meng-amplas kita.
v    Karakter pelayan yang benar, Ia harus semakin bertambah dan aku harus makin kecil (Yoh 3:30)
v    Motivasi hati yang benar akan menghasilkan hasil yang benar (I Sam 16:7-Tuhan melihat hati)
v    Integritas, kesetiaan dan kejujuran. Kesetiaan terhadap perkara kecil adalah tangga ke tingkat lebih tinggi
      kemanapun Allah memimpinmu
v    Kotbah terbaik dari seseorang adalah ketika kotbah itu dipraktekkan bukan dikotbahkan
v    Standar pelayanan adalah kekudusan (Imamat 11:44-45)
v    Menjadi beda dengan dunia, (2 Kor 2:15)

7. Kesombongan adalah penghancur pelayanan (Amsal 16:18-19)
v    Kesombongan muncul saat kita lebih mempercayai sanjungan orang lain daripada mendengar teguran dan
      koreksi Roh Kudus.
v    Kesombongan menghitung keberhasilan dalai pelayanan berdasar yang terlihat, bukan berdasar pada
      jiwa2 yang diselamatkan.
v    Hal2 yang memicu kesombongan: sikap menyendiri, superioritas, tidak berdoa, kedangkalan dengan Allah
      dan keras hati
v    Promosi berasal dari Allah, bukan dari manusia atau diri sendiri (Yoh 15:16)
v    Posisi, promosi mengikuti dan tidak pernah mendahului keringat, ketekunan, aniaya, dan kesabaran
     (Matius 25:23)

8. Allah adalah satu2nya sumber pelayanan (Wahyu 2:4)
v    Pelayanan menjadi berhala, bekerja keras untuk menyenangkan orgasnisasi dan pelayanan karena
      organisasi/pelayanan memberikan sesuatu pada kita
v    Pelayanan harus berdasar pada kerinduan hati Allah. Terus menerus lapar dan haus akan Dia
v    Cara tetap berhubungan dengan Sumber itu: DISIPLIN ROHANI
v    Tanpa hati yang murni, orang melayani pelayanan, bukan Tuhan. Melayani pelayanan menghasilakn lebih
      banyak pelayanan, program, institusi dan bukan memperlengkapi orang2 dengan lebih baik supaya diutus
      untuk melayani
v    Sasaran pelayanan adalah menjadi seperti Yesus bukan seperti pelayanan lainnya (1 Kor 3:4-7)
v    Kuasa dalam pelayanan diberikan oleh Roh Kudus, bukan kekuatan daging

9. Pelayanan akan memandang kepada jiwa2 (Matius 25:37-40)
v    Menemukan hati yang luka, menyembuhkannya, menemukan kebutuhan jiwa2 dan memenuhinya
      (Matius 9:12)
v    Jangan puas hanya  mengobati gejala penyakit dosa jiwa2 dan bukan akarnya
v    Pelayanan mengasihi jiwa2 dan memanfaatkan sarana, bukan mencintai sarana dan memanfaatkan manusia
v    Pelayanan menolak untuk mendominasi, memanipulasi, atau mengintimsi orang (Filipi 2:3)

10.  Pelayanan bersifat proaktif bukan reaktif
v    Jangan selalu terpancang oleh setiap perkataan orang lain. Bersikap cerdik seperti ular, tetapi tulus seperti
      merpati
v    Sikap proaktif membutuhkan pandangan yang jauh ke depan. Menghabiskan waktu bersama Tuhan
v    Pelayanan yang bersifat proaktif melihat yang tidak kelihatan dan bukan berfokus pada yang kelihatan.
     Pandang Kristus, liaht tanda2 petunjuk jalan, antisipasi masalah. Mempersiapkan, merencanakan dan
     berhasil

11.  Pelayanan dimotivasi oleh panggilan dan bukan beban
v    Banyak pelayan yang tidak menyelesaikan panggilannya karena beban yang berat dan luka2 batin
v    Jangan memandang pada persaingan pelayanan, tetapi tetaplah berdiri dalam panggilan Allah dan
      serahkan beban kepadaNya
v    Pelayanan merupakan sukacita bukan PEKERJAAN

12. Pelayanan memiliki resiko (2 Kor 12:10)- harga yang harus dibayar
v    Pertimbangkan segala sesuatu dari semua sisi sebelum melakukan sesuatu
v    Masa depan sebuah pelayanan tergantung pada apa yang ditabur sekarang ini
v    Tanpa kerajinan, pelayanan akan goncang, tetapi tanpa istirahat, pelayanan akan menjadi jenuh

13. Pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat di tangan orang yang berhikmat yang saleh.
v    Pengetahuan, dari buku2, hamba Tuhan, tidak boleh diremehkan tetapi tidak boleh dinilai terlalu tinggi.
      Pengetahuan tidak pernah membawa keintiman yang sejati dengan Allah (Yak 4:8)
v    Pengalaman akan membuat kita belajar dari kesalahan, percobaan, keberhasilan dan mengkomunikasikan
      pengalaman itu dengan orang lain.
v    Pengalaman dan pengetahuan manusia tanpa hikmat akan menjadi benteng (2 Kor 10:4-5, Amsal 2:6-7)

14.  Tanpa doa, pelayanan tidak dapat melakukan apapun juga
v    Inti dari pelayanan tanpa kuasa adalah tidak adanya doa
v    Jangan pernah memulai suatu pelayanan tanpa berdoa, doa: bahasa keintiman rohani

15.Tanpa kesatuan, pelayanan akan hancur  (Maz 133)
v    Dalam kesatuan, ada minyak urapan yang baru dan berkat
v    Cara membangun kesatuan: dengan Firman Allah dan doa
v    Jangan terintimasi jika anda tidak dapat bersatu dengan orang2 tertentu, yang memang mereka tidak
      berdasar pada Firman
v    Perlengkapan yang terbaik untuk mempertahankan hidup dalam pelayanan adalah komunitas yang terikat
     janji