RSS
Container Icon

7 Karunia Motivasi

Ada 3 jenis karunia yang diberikan Tuhan kepada orang percaya:
1.    Karunia dasar / umum (Motivational Gifts) yang datang dari Allah (Roma 12:6-8)
2.    Karunia Roh Kudus (Spriritual Gifts) yang datangnya dari Roh Kudus yang bersifat supranatural
       (1 Kor 12:7-11)
3.    Karunia Pelayanan Jawatan (Ministry Gift) yang datangnya dari Tuhan Yesus (Efesus 4:11-12)

Cara mengetahui karunia-karunia yang ada pada seseorang
1.    Menyerahkan diri untuk dipakai Tuhan (Roma 12:1-2, Efesus 4:1)
2.    Berdoa, agar Tuhan membimbing kita mengetahui dan mengerti karunia yang diberikan-Nya.
3.    Mempelajari apa yang diajarkan tentang karunia-karunia rohani di dalam Alkitab.
4.    Menyelidiki diri sendiri sehubungan dengan keinginan, kesenangan, dan kemampuan kita. Pekerjaan apa
       yang kita senangi? Pelayanan apa yang dapat kita kerjakan dengan baik? Apakah yang merupakan
      beban kita yang paling dirasakan?
5.    Mencoba melayani dengan bermacam-macam pelayanan supaya berpengalaman secara luas. Karena
       sementara kita melayani, Tuhan akan menunjukkan apa yang paling cocok bagi kita dan apa yang tidak
       cocok. Mungkin juga Allah akan menunjukkan karunia baru yang belum kita pikirkan sebelumnya ada
       pada kita.
      Akhirnya, pengalaman akan menunjukkan ada tidaknya karunia-karunia tertentu. Kalau ada, pasti juga
      ada hasilnya, ada buahnya.
6.    Mintalah pendapat pendeta/pemimpin rohani kita.
       Karunia-karunia yang ada pada kita akan diakui oleh anggota-anggota lain dan kita akan diyakinkan
       dalam hal ini oleh mereka.
Didalam Tubuh Kristus kita harus selalu saling membantu dalam menemukan karunia-karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada jemaat kita. Dan hal ini mungkin terjadi hanya kalau jemaat mengikuti pola dalam Efesus 4:11-16 dan mengutamakan persekutuan yang kuat dan akrab.


A.    KARUNIA DASAR / MOTIVASI (MOTIVATIONAL GIFTS)

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar, jika karunia untuk menasehati, baiklah kita menasehati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. (Roma 12:6-8)

Tuhan telah memberikan kepada kita paling sedikit SATU karunia motivasi. Tidak seorangpun yang tidak diberi. Karunia ini memiliki peranan yang sangat penting di dalam Tubuh Kristus dan harus kita gunakan untuk melayani sesama dan menjadi berkat bagi orang lain.

Prinsip yang perlu diperhatikan:
1.    Karunia motivasi telah Tuhan berikan kepada kita sejak kita ada dalam kandungan ibu kita. Ini berarti
       Allah telah menetapkan peranan kita dalam pembangunan kerajaan Allah untuk bertindak sesuai dengan
       kemampuan yang diberikan Tuhan.
2.    Karunia motivasi sudah tampak sejak kita masih kanak-kanak.
3.    Kita tidak boleh melalaikan karunia kita (1 Tim 4:14).
4.    Karunia motivasi mewarnai segala hal yang kita alami dalam kehidupan ini.
5.    Karunia motivasi hanya bisa memberikan satu sudut pandang saja, sebab itu kita membutuhkan orang
       lain dengan karunia  yag berbeda-beda agar dapat bermanfaat bagi seluruh Tubuh Kristus.
6.    Setiap karunia motivasi sama nilainya dihadapan Allah.


1.    KARUNIA BERNUBUAT

Kata nubuat = nabat, yang artinya keluar dengan sendirinya (tidak dipaksa, tidak dibuat-buat)
2 Petrus 1:21 Ò Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Karunia nubuat mempunyai peranan yang penting di dalam rencana-rencana Tuhan, karena dapat menyatakan sesuatu yang akan datang yang akan terjadi.

Karunia Bernubuat berfungsi sebagai Mata (Matius 13:16; 6:22-23).
Pelihat mempunyai tanggung jawab khusus untuk melihat kebenaran Allah dengan mata rohani yang sehat dan jelas.

Tokoh-tokoh pelihat Alkitab antara lain :
ü    Yohanes Pembaptis (Matius 21:32 ; Lukas 3:2-20; 7:18-29).
ü    Nabiah Hana (Luk 2:26-38).
ü    Ananias (Kis 9:10-17; 22:12-16).

Ciri-ciri pelihat (Perceiver) :
1.    Sangat peka terhadap kesalahan yang dilakukan orang lain, berani mengatakan kebenaran secara
       langsung tentang yang benar atau salah, baik atau jahat, secara cepat, tegas dan tanpa kompromi,
       sehingga kelihatannya seperti orang yang sangat kasar dan tidak punya perasaan.
2.    Dengan mudah mengenali karakter orang lain secara pribadi maupun kelompok.
3.    Mendorong orang lain untuk bertobat dan menghasilkan buah.
4.    Memiliki pikiran yang positif dari setiap masalah yang terjadi pasti ada rencana yang baik.
5.    Memandang Alkitab sebagai dasar kebenaran, keyakinan, perbuatan dan otoritas.
6.    Berani hidup berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab dan tanpa kompromi.
7.    Berkata jujur, terus terang dan tidak bersiasat.
8.    Cara berbicaranya sangat meyakinkan orang lain.
9.    Sangat berdukacita atas perbuatan dosa orang lain.
10.    Ingin sekali menyadari kelemahan diri sendiri dan membantu orang lain untuk menyadari kelemahannya
         juga.
11.    Memiliki keinginan terbesar untuk melihat kehendak Allah terlaksana dalam segala hal.
12.    Mendorong orang lain untuk bertumbuh secara rohani.
13.    Terpanggil untuk berdoa syafaat.
14.    Merasa perlu untuk mengungkapkan dengan kata-kata atau mendramatisir apa yang ia “lihat”.
15.    Cenderung untuk memeriksa diri.
16.    Memiliki pendapat dan keyakinan yang kuat.
17.    Memiliki standar pribadi yang ketat.
18.    Berkeinginan kuat untuk taat kepada Allah dan berani membayar harganya.

Mengalami Tuhan:
1.    Cenderung suka menyendiri, terutama kalau melihat kesalahan orang lain.
2.    Banyak mengalami Tuhan ketika mencari Tuhan. Lebih mudah mengalami Tuhan pada saat penuh
       dengan Roh Kudus terutama pada waktu menyampaikan nubuatan kepada orang lain.

Kelebihan:
1.    Mereka tulus dan terbuka, tidak segan-segan menunjukkan kehancuran hati mereka di hadapan Allah
       sehingga memnuat orang lain juga hancur hati dan bertobat.
2.    Mudah sekali membedakan motivasi orang yang salah.
3.    Cepat menemukan dosa dan kesalahan orang lain.
4.    Sangat tajam dalam berbicara.

Kelemahan-kelemahan:
1.    Mudah jauh dalam penghakiman kepada orang lain, biasanya dengan gaya bicara ceplas-ceplos.
2.    Lupa memuji orang lain karena terlalu berkonsentrasi pada sasaran yang dituju.
3.    Cenderung memaksa orang lain untuk bertumbuh secara rohani.
4.    Sulit menerima pendapat orang lain yang berbeda dengan dirinya.
5.    Bergumul dengan masalah gambar diri.
6.    Kalau kurang berdoa dan berhikmat, maka cenderung membuat orang lain tertekan karena kurang
       seimbang dalam menegur seseorang.
7.    Lebih banyak melihat kesalahan orang lain, daripada hal-hal positif yang dimilikinya.

Pertumbuhan maksimal:
1.    Harus belajar rendah hati ketika menemukan kesalahan orang lain, tidak merendahkan orang lain, tidak
       berfokus kepada kesalahan orang lain.
2.    Perlu banyak berdoa syafaat sebelum menyampaikan pesan-pesan yang diterima.
3.    Perlu banyak mendapatkan hikmat agar mengetahui kepada dan bagaimana menyampaikan kebenaran
       yang didapatkan dengan tepat dan penuh hikmat.
4.    Sangat perlu tunduk pada pemimpin.
5.    Jangan bernubuat melebihi iman Anda.

2.    KARUNIA MELAYANI

Karunia Melayani berfungsi sebagai Tangan (Amsal 31:20).
Orang tipe ini biasanya senang sekali menolong di segala waktu dan tempat, terutama berhubungan dengan pekerjaan praktis.

Tokoh-tokoh pelayan Alkitab antara lain :
ü    Marta (Yoh 11:1-20).
ü    Stefanus (Kis 6:1-15; 7:1-60).
ü    Filipus (Yoh 1:43-45; 6:5-7; Kis 6:5; 8:5-40 ; 21:8-9).

Ciri-ciri pelayan :
1.    Sangat suka menyatakan kasih melalui perbuatan, bukan dengan kata-kata, dengan melakukan
       pekerjaan yang sifatnya praktis seperti membereskan/membersihkan rumah, membantu pekerjaan-
       pekerjaan tangan apa saja untuk menyenangkan orang lain dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh.
2.    Memiliki kemampuan untuk mengingat hal-hal yang detail, apa yang disukai orang yang dilayaninya dan
       apa yang tidak disukai.
3.    Senang mengundang orang kerumahnya.
4.    Menyelesaikan apa yang telah dimulainya dengan tuntas.
5.    Sulit berkata “tidak” kepada orang lain yang meminta bantuannya dan untuk tidak terlibat dalam
       berbagai macam kegiatan.
6.    Suka memenuhi kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhannya sendiri.
7.    Menjaga agar segala sesuatu rapi dan teratur, dan tidak bisa tahan berada ditempat yang tidak rapi.
8.    Senang mengerjakan sesuatu yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
9.    Merasa butuh untuk dihargai sehingga yakin pekerjaannya telah selesai dengan baik.
10.    Melakukan sesuatu lebih daripada yang diminta.
11.    Menemukan sukacita terbesar apabila menolong orang lain.
12.    Tidak ingin memimpin orang atau proyek.
13.    Daya tahan tubuh tinggi / enerjik.
14.    Cenderung melakukan segala sesuatu dengan sempurna (perfeksionis).
15.    Memiliki pandangan bahwa “melayani” adalah hal terpenting di dalam kehidupan.
16.    Semua pekerjaan dilakukan dengan sendiri dan kurang senang mendelegasikan kepada orang lain

Mengalami Tuhan:
Lebih mudah mengalami Tuhan pada saat melakukan pekerjaan tangan di dalam melayani orang lain. Apalagi jika Anda melakukannya dengan motivasi seperti untuk Tuhan (Kol 3:23-25)

Kelebihan:
Sangat ringan tangan dan cepat membantu orang lain yang membutuhkan. Seseorang yang mempunyai karunia ini biasanya memiliki tenaga pelayanan yang tidak pernah padam

Kelemahan-kelemahan pelayan :
1.    Karena terlalu cekatan dan suka cepat-cepat bertindak, maka banyak orang menjadi salah paham
       bahwa mereka mencari muka, dianggap lancang dan kurang rohani.
2.    Senang cepat-cepat melakukan sesuatu tetapi seringkali menjadi frustasi karena harus menunggu lama
       akan rencana-rencana yang ditetapkan untuk jangka waktu panjang.
3.    Mengkritik orang yang tidak cepat menolong kebutuhan sesamanya.
4.    Cenderung melupakan kebutuhan keluarga karena sibuk menolong orang lain.
5.    Karena suka menolong, cenderung memaksa atau ikut campur urusan orang lain.
6.    Tidak suka dilayani orang lain.
7.    Mudah terluka hatinya bila tidak dihargai.
8.    Seperti Martha, jika melihat orang lain yang menganggur dan tidak membantu, cenderung mengeluh dan
       menghakimi mereka.
9.    Hubungan pribadi dengan Tuhan bisa berkurang karena terlalu sibuk melayani, sehingga mengalami
       kekeringan.

Pertumbuhan maksimal:
1.    Perlu belajar seimbang khususnya belajar hal-hal yang rohani. Milikilah hubungan yang dekat dengan
       Tuhan.
2.    Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan


3.    KARUNIA MENGAJAR

Karunia Mengajar berfungsi sebagai Pikiran / Kepala (Kis 17:11).
Dikaruniai dengan kecerdasan khusus agar bisa menyelidiki Alkitab dan menyampaikan kebenaran Firman dengan jelas dan tepat.

Tokoh-tokoh Pengajar di Alkitab antara lain :

ü    Apolos (Kis 18:24-28 ; I Kor3:6)
ü    Akwila dan Priskila (Kis 18:1-3,24-28).
ü    Timotius (Kis 16:1-3).

Ciri-ciri Pengajar:
1.    Menyampaikan kebenaran dengan cara yang logis dan sistematis.
2.    Menerima kebenaran dengan menyelidiki faktanya terlebih dahulu.
3.    Senang belajar dan menyelidiki Alkitab.
4.    Senang mempelajari arti kata-kata dari bahasa aslinya.
5.    Lebih suka menggunakan ilustrasi Alkitab daripada ilustrasi kehidupan sehari-hari.
6.    Merasa tidak senang jika Firman Tuhan digunakan diluar konteks.
7.    Ingin agar kebenaran ditegakkan dalam segala situasi.
8.    Mampu menganalisa sesuatu tanpa mengikutsertakan perasaan pribadi.
9.    Memakai dan mengembangkan perbendaharaan kata yang luas dalam menjelaskan sesuatu.
10.    Mengutamakan fakta dan pemakaian kata-kata secara akurat.
11.    Senang menyelidiki darimana sumber-sumber pengetahuan yang diajarkan oleh orang lain
12.    Lebih suka mengajar Firman Tuhan daripada terlibat dalam penginjilan.
13.    Merasa yakin bahwa pemahaman Alkitab adalah dasar bagi bekerjanya semua karunia.
14.    Memecahkan masalah dengan menggunakan prinsip Alkitabiah.
15.    Memiliki kecerdasan yang tinggi.
16.    Bisa mendisipilin diri dengan baik.
17.    Dapat menguasai diri dengan baik.
18.    Hanya memiliki sedikit sahabat dekat.
19.    Memiliki keyakinan dan pendapat yang kuat berdasarkan penyelidikan fakta-fakta.
20.    Percaya bahwa kebenaran Firman memiliki kuasa untuk menghasilkan perubahan dalam diri seseorang.

Mengalami Tuhan:
1.    Biasanya lebih banyak mengalami Allah, mendengar suara-Nya melalui proses belajar. Kebenaran-
       kebenaran lebih banyak ditangkap melalui jalur intelektual.
2.    Sesuatu yang dipelajari belumlah memuaskan, kalau itu belum masuk akal.

Kelebihan:Pengajar sangat berguna untuk mengajar orang-orang percaya agar mereka bertumbuh dalam pengertian rohani mereka. Apolos dipakai Tuhan untuk tidak jemu-jemunya  membantah orang-orang yang menyebarkan ajaran sesat dengan Apologetika (pembelaan ) yang mantap.

Kelemahan-kelemahan Pengajar :
1.    Cenderung mengabaikan penerapan praktis dari suatu kebenaran Firman Tuhan, mengutamakan teori
       dan doktrin, bukan praktek sehingga merasa bahwa pengetahuan yang menjadi jaminan ke surga, bukan
       iman dan perbuatan.
2.    Lambat untuk menerima pendapat orang lain.
3.    Cenderung sombong karena merasa diri lebih cerdas.
4.    Cenderung menjalankan suatu peraturan atau ajaran yang kaku.
5.    Perhatiannya mudah teralih pada hal-hal yang baru.
6.    Jika belum dewasa, maka cenderung merasa selalu lebih benar dari orang lain. Pengetahuan yang banyak
       apabila tidak disertai dengan kasih akan menghasilkan kesombongan.

Pertumbuhan maksimal:
1.    Teruskan dan tingkatkan diri melalui buku-buku yang baik, pemikiran-pemikiran yang dalam dan
       pengajaran-pengajaran yangs sehat. Pengajar hanya akan maksimal bila terus-menerus menggunakan
       kemampuannya untuk menyentuh hati orang lain lewat pengajarannya.
2.    Pengajaran yang disampaikan haruslah lebih aplikatif sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan
       seseorang.
3.    Belajarlah juga membangun hubungan dengan orang lain.

4.  KARUNIA MENASEHATI

Karunia menasihati berfungsi sebagai Mulut (Kis 13:15).
Allah memberikan keterampilan khusus dalam berbicara dan cenderung membangun iman, mendorong dan menghibur.

Tokoh-tokoh Penasihat di Alkitab antara lain :
ü    Barnabas = anak penghiburan (Kis 4:36 ; 11:22-26)
ü    Silas (Kis 15:22-40; 16:25,29)
ü    Titus (2 Kor 2:13; 7:6, 13-14)
ü    Harun (Kel, Imamat, Bilangan)

Ciri-ciri Penasihat :
1.    Senang menasehati dan mendorong orang lain untuk hidup berkemenangan.
2.    Ketika mengajar atau berbicara, menyukai respon dari pendengarnya.
3.    Lebih suka menerapkan Firman Tuhan daripada menyelidikinya.
4.    Lebih suka belajar sesuatu yang dapat digunakan secara praktis.
5.    Dalam membimbing orang lain, senang memberikan langkah-langkah praktis.
6.    Senang membangun hubungan dengan orang lain, bekerja dengan manusia daripada sistem yang abstrak.
7.    Mendorong orang lain untuk mengembangkan pelayanannya.
8.    Sering menemukan kebenaran Firman melalui pengalaman.
9.    Senang mengkonseling orang.
10.    Akan menghentikan konseling pribadi jika orang tersebut tidak menunjukkan perubahan.
11.    Fasih berbicara dalam berkomunikasi.
12.    Memandang masalah sebagai kesempatan untuk bertumbuh.
13.    Menerima orang lain apa adanya tanpa menghakimi mereka.
14.    Sangat disukai orang karena sikapnya positif.
15.    Lebih suka bersaksi melalui kehidupannya daripada melalui kata-kata.
16.    Cepat dalam mengambil keputusan.
17.    Selalu menyelesaikan apa yang telah dimulai.
18.    Ingin menjernihkan masalah dengan orang lain secepat mungkin.
19.    Tidak pernah puas diri, ingin berbuat banyak bagi Tuhan dan mendorong orang untuk berbuat sama.
20.    Butuh teman dekat untuk membagikan ide dan pemikirannya.

Mengalami Tuhan:
1.    Lebih banyak mengalami Tuhan dan mendengar suara Tuhan melalui proses saling membangun
       hubungan, seperti: kelompok diskusi, komunitas sel, dan pergaulan sehari-hari.
2.    Biasanya agak sulit berdiam diri dan berdoa dalam waktu yang lama.

Kelebihan:
1.    Penasehat adalah orang yang cenderung positif dan suka menguatkan orang lain yang lemah dan
       memiliki masalah.
2.    Seorang negosiator yang baik, pandai melakukan pendekatan.
3.    Banyak dipakai Tuhan untuk membangkitkan orang yang lemah dan tertolak sehingga dapat dipakai
       Tuhan seperti Barnabas menolong Paulus.

Kelemahan-kelemahan Penasihat ;
1.    Cenderung memotong pembicaraan orang lain karena ingin mengutarakan pendapatnya.
2.    Menggunakan Firman Tuhan diluar konteks agar bisa memperjelas sesuatu.
3.    Didalam memberi nasihat, kadang tidak bersandar kepada Roh Kudus.
4.    Terlalu berlebihan dalam menyatakan pendapatnya.
5.    Cenderung terlalu percaya diri.
6.    Hal yang berbahaya bagi penasehat adalah dalam area perkataan. Ia dapat saja membuat banyak
       kesalahan dalam perkataan kalau tidak berhati-hati.
7.    Di dalam membangun hubungan, penasehat dapat terjebak ke dalam hubungan yang hanya dipermukaan.
       Ia dapat terlalu bergantung pada orang lain, sehingga ia kehilangan persekutuan pribadi dengan Tuhan.

Pertumbuhan maksimal:
1.    Teruskanlah meningkatkan kualitas di dalam membangun hubungan dengan orang lain.
2.    Libatkanlah Tuhan dalam setiap pembicaraan.
3.    Perlu memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan yang intim.


5. KARUNIA MEMBAGI-BAGIKAN SESUATU / MEMBERI

Karunia Memberi berfungsi sebagai Lengan (Kel 17:8-16).
Para pemberi adalah orang yang merupakan dukungan kuat bagi mereka yang berperang rohani di garis depan.

Tokoh-tokoh Pemberi di Alkitab Antara lain :
ü    Abraham (Kej 13-14)
ü    Dorkas (Kis9:36-42)
ü    Cornelius (Kis 10:1-31)

Ciri-ciri Pemberi :
1.    Suka memberi uang, barang-barang, waktu, tenaga, dan kasih dengan murah hati.
2.    Suka memberi dengan diam-diam tanpa diketahui oleh orang lain.
3.    Ingin terlibat dalam pelayanan yang ia sumbang.
4.    Banyak berdoa bagi kebutuhan orang lain dan keselamatan bagi jiwa-jiwa.
5.    Senang bila pemberiannya merupakan jawaban dari suatu doa yang dipanjatkan oleh seseorang.
6.    Memberi hanya dengan tuntutan Roh Kudus.
7.    Memberi dengan tujuan memberkati orang lain atau untuk memajukan suatu pelayanan.
8.    Senang mengundang orang lain datang ke rumahnya dan memakai kesempatan itu untuk memberi.
9.    Memiliki kemampuan untuk mengatur uang dengan bijaksana.
10.    Cepat membantu dimana ada kebutuhan.
11.    Mencari peneguhan mengenai jumlah uang yang harus diberikan.
12.    Mempunyai keyakinan kuat dalam hal perpuluhan dan persembahan khusus.
13.    Senang untuk pemberitakan Injil.
14.    Rajin bekerja untuk mengumpulkan uang supaya ia bisa lebih banyak memberi.
15.    Percaya bahwa Allah adalah sumber untuk memenuhi segala kebutuhannya.
16.    Memiliki hikmat alamiah dan hikmat dari Allah.
17.    Tidak mudah dibodohi/ditipu dalam hal keuangan.
18.    Memiliki hikmah alamiah dan hikmat dari Allah.

Mengalami Tuhan:
Banyak mengalami kuasa, kasih dan kebenaran Tuhan ketika memberi. Abraham selalu berjumpa dengan Tuhan setiap kali ia menolong orang lain. Ketika ia mengalah dengan Lot, atau melepaskan Lot dari tawanan, Abraham selalu berjumpa dengan Tuhan dan firman-Nya

Kelebihan:
Akan berdampak bagi orang yang belum percaya akan melihat Tuhan melalui pemberian kita.

Kelemahan-kelemahan Pemberi :
1.    Berusaha mengontrol cara penyaluran uang yang ia sumbangkan.
2.    Cenderung memaksa orang lain untuk memberi juga.
3.    Bisa membuat keluarga dan teman jengkel karena cara memberi yang tidak teratur.
4.    Cenderung memberi dengan cara berlebihan.
5.    Menggunakan karunia memberi untuk menghindari tanggung jawab-tanggung jawab lainnya yang sudah
       digariskan oleh Tuhan.
6.    Jika belum dewasa, akan cenderung tidak bisa mengontrol pemakaian keuangan yang diberikan, dapat
       saja mengabaikan kebutuhan keluarga bahkan mengorbankannya untuk memberi untuk orang lain.

Pertumbuhan maksimal:
Dapat bertumbuh maksimal kalau belajar memberi dengan ikhlas dan berusaha menolong orang lain agar berhasil hidupnya.


6. KARUNIA MEMIMPIN

Karunia Memimpin berfungsi sebagai Bahu (Yesaya 9:5).
Para pemimpin adalah orang yang memikul tanggung jawab kepemimpinan di atas bahunya.
Orang dengan karunia memimpin disebut juga administrator (pemimpin).

Tokoh-tokoh Pemimpin (administrator) di Alkitab adalah :
ü    Yusuf (Kej 37-50)
ü    Nehemia (Neh 1-7)
ü    Debora (Hakim-hakim 4&5)
ü    Daud (1 Sam 16-31)

Ciri-ciri Pemimpin (Administrator) :
1.    Memiliki kemampuan untuk melihat secara keseluruhan apa yang harus dikerjakan dan diapun mampu
       mengerjakan dengan cara-cara yang mudah, cepat dan tepat.
2.    Sangat bersemangat dalam mengatur segala sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya dan memberi
       semangat kepada orang-orang untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan dengan senang hati.
3.    Dapat menjelaskan ide/pemikirannya kepada orang lain secara gamblang, dengan menggunakan gambar,
       alat peraga, diagram, dsb.
4.    Senang dipimpin supaya bisa memiliki kemampuan untuk memimpin.
5.    Tidak berusaha mengambil tanggung jawab suatu kepemimpinan bila tidak didelegasikan oleh orang yang
       berwenang.
6.    Akan mengambil alih kepemimpinan jika tidak ada yang memimpin.
7.    Menyenangi pekerjaan jangka panjang yang mempunyai sasaran.
8.    Seorang yang memiliki visi dengan wawasan yang luas.
9.    Dengan mudah menyediakan sumber daya manusia untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
10.    Senang mendelegasikan tugas dan mengawasi orang.
11.    Dapat menahan kritikan agar semua tugas terlaksana dengan baik.
12.    Memiliki minat dan semangat yang besar terhadap apapun yang dikerjakan dan mencapai sasaran (goal
         oriented).
13.    Menemukan sukacita terbesar dalam bekerja untuk mencapai sasaran
14.    Rela membiarkan orang lain mendapat penghargaan agar suatu pekerjaan dapat diselesaikan.
15.    Sesudah menyelesaikan suatu proyek beralih kepada proyek yang baru.
16.    Secara terus menerus membuat catatan-catatan untuk mengingatkan diri sendiri akan apa yang harus
        diselesaikannya.
17.    Tahu kapan waktunya untuk tetap melakukan metode yang lama dan kapan harus memperkenalkan
         metode yang baru.
18.    Senang bekerjasama dan berada diantara orang banyak.
19.    Ingin melihat segala sesuatu selesai secepat mungkin.
20.    Tidak suka melakukan sesuatu yang bersifat rutin

Mengalami Tuhan:
Tipe ini banyak mengalami Tuhan saat mereka mendapat visi dari Tuhan dan mulai mewujudkan proyek itu dengan memobilisasi orang lain

Kelebihan:
1.    Bisa memimpin orang lain dengan kasih.
2.    Biasanya adalah tipe organisator, suka dengan kerapian.
3.    Mempunyai hati hamba yang berorientasi untuk melayani bukan dilayani.

Kelemahan-kelemahan administrator:
1.    Menjadi jengkel bila orang lain tidak bekerjasama dengan baik untuk mencapai sasaran yang telah
       disepakati
2.    Hati nuraninya menjadi keras karena sering menerima kritikan.
3.    Cenderung memacu diri secara berlebihan sehingga mengabaikan kebutuhan pribadi dan keluarga.
4.    Cenderung memperalat orang lain untuk mencapai sasarannya sendiri.
5.    Mengabaikan tugas rutin dirumah karena minat yang besar untuk menyelesaikan pekerjaan  yang
      diberikan kepadanya.
6.    Tipe ini cenderung tidak sabar terhadap orang-orang yang malas dan pasif. Cenderung dapat
       memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuannya sendiri. Jikalau ia tidak dewasa, maka ia dapat
       menjadi tidak benar dalam prioritas hidup, sehingga mengorbankan keluarganya.

Pertumbuhan maksimal
 Tipe ini dapat menjadi maksimal bila ia lebih banyak mengerti orang lain, lebih sabar dan banyak melakukan pemberdayaan (pembapaan) dengan rajin.


7. KARUNIA KEMURAHAN / BELAS KASIHAN

Karunia Belas Kasihan berfungsi sebagai Hati (2 Tes 3:5).
Orang yang memiliki karunia ini dikendalikan lebih banyak oleh hatinya daripada pikirannya. Mereka menunjukkan sifat Allah dengan menyatakan kebaikan, perhatian, dan kemurahan hati kepada sesamanya.
Orang yang memiiki karunia belas kasihan selalu menunjukkan belas kasihannya dengan penuh sukacita dan semangat yang tulus.

Tokoh-tokoh karunia belas kasihan di Alkitab adalah :
ü    Orang samaria yang baik hati (Luk 10:30-35).
ü    Yusuf ayah Yesus (Mat 1:16-24; 2:13).
ü    Yeremia (Dijuluki “nabi yang menangis ) Kitab Yeremia.

Ciri-ciri orang yang berkarunia belas kasihan :
1.    Memiliki kemampuan yang besar untuk menyatakan kasih.
2.    Selalu mencari hal yang baik pada diri seseorang.
3.    Peka terhadap keadaan rohani dan perasaan orang lain.
4.    Merasa tertarik dan seolah-olah mengerti orang lain yang terluka dan susah.
5.    Mengambil tindakan untuk menyembuhkan luka batin dan melepaskan beban orang lain.
6.    Lebih mempedulikan luka batin daripada luka fisik.
7.    Senang menolong orang lain agar memiliki hubungan yang baik dengan sesama.
8.    Senang mendahulukan orang lain agar mendapat kesempatan atau tempat yang lebih baik daripada diri
       sendiri.
9.      Memiliki kepekaan jiwa, berhati-hati dengan perkataan dan tindakan agar tidak melukai orang lain.
10.    Mudah mengetahui ketidaktulusan hati atau motivasi yang salah dalam diri seseorang.
11.    Tertarik kepada orang lain yang juga memiliki karunia belas kasihan.
12.    Senang melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang lain.
13.    Mempercayai orang lain dan dapat dipercayai.
14.    Menghindari konflik dan perselisihan dengan orang lain.
15.    Tidak suka tergesa-gesa dalam melakukan kegiatan/pekerjaan.
16.    Memiliki sifat periang dan sukacita.
17.    Lebih banyak dikendalikan oleh perasaan daripada pikiran.
18.    Bersukacita melihat orang lain diberkati dan berdukacita melihat orang lain terluka.
19.    Senang berjuang secara diam-diam dengan cara damai agar keadilan ditegakkan.
20.    Terbeban untuk berdoa syafaat bagi orang-orang yang terluka dan masalah-masalah mereka.

Mengalami Tuhan:
1.    Tipe ini akan lebih banyak mengalami Tuhan pada waktu mendengarkan orang lain dan menghibur orang
       lain dengan menenangkan emosinya.
2.    Tipe ini sangat mudah mengalami belas kasihan Tuhan. Ia gampang menangis ketika melihat penderitaan
       orang lain.

Kelebihan:
1.    Mudah berempati terhadap orang lain.
2.    Tipe ini tidak suka melukai orang lain, dipakai Tuhan untuk menyembuhkan luka-luka batin orang lain.

Kelemahan-kelemahan orang berbelas kasihan:
1.    Sering dianggap sebagai orang yang lemah, plin-plan, tidak punya pendirian tetap, kurang tegas dalam
       mengambil keputusan.
2.    Mudah terpengaruh oleh perasaan terluka yang dialami orang lain.
3.    Perasaannya mudah terluka.
4.    Ikut merasakan orang lain secara berlebihan.
5.    Sifat yang penuh kasih sayang salah ditafsirkan oleh lawan jenis.
6.    Jika tidak dewasa, maka cenderung terseret emosi orang lain, sehingga ikut terluka atau memihak.
       Perasaan yang tidak dikendalikan oleh Roh kudus dapat menguasai diri nya.
7.    Mudah dimanfaatkan oleh orang lain, jika tidak dewasa.

Pertumbuhan maksimal:
1.    Dapat menjadi maksimal jika memiliki teman-teman yang berkarunia lain terutama karunia kepemimpinan
       untuk menyeimbangkan perasaan.
2.    Lakukanlah pelayanan  dengan penuh sukacita.

    Meskipun karunia berbeda-beda, namun kita semua harus melayani dalam bidang lainnya dan jangan menjadikan karunia motivasi sebagai alasan untuk tidak melayani sesama dalam bidang lainnya. Misalnya harusnya yang melayani adalah orang yang memiliki karunia melayani sedangkan kita yang tidak memiliki karunia melayani tidak mau melakukannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 komentar:

fransisca mengatakan...

thanks ya untuk artikelnya...sgt memberkati...
God bless

siska priyanti mengatakan...

pelajaran yang berharga

siska priyanti mengatakan...

pelajaran yang baik

Anonim mengatakan...

good written , minta untuk pencerahan karunia roh kudus dan pelayanan jawatan

Evie Mehita mengatakan...

sama2
God Bles ka

Posting Komentar