RSS
Container Icon

Tuhan Dapat Menjumpaimu!

Sebuah kisah Mengenai Petrus dan Kornelius. Kisah Para Rasul 10.

Tuhan dapat menjumpai para pendosa dimanapun ia berada. Kita berusaha mengotak2an pikiran bahwa kalau Tuhan menjumpai manusia kalau ia punya pengetahuan Alkitab yang bagus, atau di tempat gedung gereja yang bagus dan musik yang indah. TUHAN BERKENAN DITEMUI apabila kita sungguh mencari Tuhan.

ALKITAB adalah kebenaran tertinggi. Kekristenan bukan belajar agama Kristen namun pengalaman bersama Tuhan. Pelajaran Alkitab membuat kita mengerti kasih Tuhan, tapi tidak selalu bisa membuat kita mengalami sendiri kasih Tuhan. Berhati-hati dengan penilaian kita. Masialah yang membuat semua jadi sukar, kalau tidak sesuai pemikirannya, maka dianggap Tuhan tidak bisa ditemui.

Kadang kita tidak sadar bahwa iblis itu ada dan sungguh2 bekerja mencari mangsa. Sama seperti virus covid19. Banyak orang mengabaikan protokol kesehatan, tidak mau pakai masker, dan pelindung lainnya, berpikir "oh, tidak mungkin saya terkena, tidak mungkin teman2 saya ini sakit!" Tapi ketika terkena sakit baru sadar bahwa virus ini sungguh ada.

Saulus dijumpai oleh Tuhan lewat cahaya. Murid2 Yesus dijumpai ada yang sedang menjala ikan. Wanita Samaria dijumpai saat menimba air di Sumur. Sungguh tak terselami jalan Tuhan! Tuhan bisa menjumpai kita dengan caraNya.
Petrus dulu memiliki pemikiran yang salah dan kaku dimana dia tidak mau melayani Bangsa yang bukan Yahudi atau Kornelius. Petrus mendapat penglihatan 3x dan baru sadar bahwa keselamatan juga untuk semua bangsa.

TUHAN BISA MENJUMPAI ANDA SEKARANG! Mungkin saat anda berbuat dosa, mungkin saat anda di kamar sendirian, saat anda berdoa dan lain sebagainya.

Pesan Tuhan lainnya buat kita semua, berjaga2 lah! Kedatangan Tuhan tidak ada yang tahu. Sudahkah engkau melakukan kerinduan Tuhan yang terbesar? Dirikan Gereja kerinduan Tuhan! GEREJA bukanlah gedung tapi persekutuan orang2 percaya. Bersiap2lah! Jangan jadi hamba uang, hamba pengetahuan, hamba dosa, hamba perasaan manusia, tapi kita adalah hamba Tuhan!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemimpin yang dipercaya

 

Di akhir pada kesudahannya, Yesus akan datang kedua kalinya sebagai hakim yang adil. Dia datang untuk memeriksa dan menilai hidup kita. Banyak orang ingin dinilai sempurna oleh manusia, tetapi penilaian Tuhan tidak pernah salah, penilaian Tuhan adalah yang terpenting dari semuanya.

Ada banyak orang punya rasa berharga dari apa yang mereka miliki, tetapi Tuhan tidak menilai kita dari seberapa hebat diri kita, atau apa yang kita bisa berikan, tetapi Dia menilai setiap hal kecil dalam hidup kita. Dia menilai kita dengan cinta. Tidak melihat seberapa buruk diri kita, Dia memandang kita berharga.

Tuhan mengingat semua yang kita lakukan, bahkan dosa-dosa kita. Tetapi Tuhan tidak mau lagi mengingat dosa kita, jika kita mau mengakui dan sungguh-sungguh minta ampun di hadapanNya

Amsal 19:17
Tuhan tidak pernah berhutang.Jika kita melakukan semuanya untuk Tuhan, Tuhan pasti akan membalaskannya, bahkan memberikan lebih. Oleh sebab itu, mari kita melakukan yang terbaik bagi Tuhan.

Seperti kata Daud dalam Mazmur 17:3-5,
Kita bukan tidak bisa berdosa, tetapi kita harus menjaga diri; kita bukan tidak bisa, tetapi tidak mau lagi berbuat dosa.

Tuhan sedang menguji hidup kita. Di akhir zaman ini akan semakin nampak pemisahan antara orang yang berakar dan tidak berakar dalam Kristus. Akan terjadi pemisahan antara orang benar dan orang fasik (Maleakhi 3:18). Mari perhatikan saudara-saudara kita, kita perhatikan kawanan domba yang ada, sebab hari penghakiman sudah tiba.

Satu point penting bagi kita sebagai anak Tuhan : BERUBAH.
Berubah bukan hal yang mudah. Ada orang yang memiliki sifat karena bawaan dari lahir, ada juga yang memiliki sifat karena kebiasaan.

Kita perlu hati-hati, karena kita semua bisa mengalami kemunduran rohani karena kebiasaan yang buruk (Yeremia 2:21, Ratapan 4:1). Karena itu, setiap kita butuh alat kontrol, untuk menilai dan menegur kita, baik dari Tuhan maupun pemimpin kita. Mari memeriksa diri, jika ada yang salah dari dalam diri kita, mari belajar untuk berubah.

Ketika Yesus datang ke dunia, Dia tidak datang untuk mencari murid saja, tetapi mengajar mereka untuk menjadi pemimpin dan pemurid jiwa. Tuhan menghendaki kita menjadi pemimpin, minimal memimpin diri sendiri dan orang terdekat kita.

Kriteria pemimpin ( 1 Tim 3:1-7) :
1. Setia
2. Bisa menguasai diri (Punya wibawa Kristus, tahu menempatkan diri)
3. Bijaksana, sopan (Dalam perkataan dan tindakan)
4. Murah hati, cakap mengajar orang lain
5. Bukan peminum
6. Bukan pemarah, tetapi peramah
7. Pendamai, bukan hamba uang

Yusuf adalah seorang pemimpin yang dibentuk Tuhan. Dia dulunya tertolak, kesepian, disingkirkan, tetapi dia disertai dan dikenan oleh Tuhan (Kejadian 39: 1-6). Sehingga orang disekitarnya pun diberkati. Dia pemimpin yang bertanggungjawab, bisa dipercaya, dan punya loyalitas.

Orang yang masa lalunya hancur bukan berarti dia tidak bisa dicintai dan dipakai Tuhan. Demikian juga dengan kita, jika kita dikenan oleh Tuhan, maka dimanapun kita berada, sekitar kita pun juga akan diberkati; hidup kita dipakai Tuhan luar biasa.

Jika hari ini kita belum melihat hasilnya, tetaplah setia. Jadilah pemimpin yang bertanggungjawab dan bisa dipercaya seperti Yusuf. Miliki loyalitas dalam pekerjaan/pelayananmu, maka pekerjaan yang baik akan dipercayakan kepadamu. Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh dan selesaikan dengan baik.

Jika kamu mau jadi dipercaya lebih, milikilah mental yang teruji dan mau berubah. Lepaskan semua ego, pemberontakan dan dosa kita di hadapan Tuhan. Biarlah Tuhan membentuk kita menjadi seorang pemimpin yang berkenan bagiNya


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terkecoh Nama Besar Manusia

 1 Raja2 13:1-17. Tuhan tidak memakai Nabi tua itu lagi karena hatinya sudah berubah namun Tuhan memakai Abdi Allah. Seorang biasa namun punya hubungan dekat dengan Tuhan. Tapi abdi Allah ini tidak percaya diri, dia tertipu oleh nabi tua yang mengaku mendapat sesuatu dari Tuhan.

Banyak orang mudah kagum dengan orang yang berlabel nabi, rasul, pendeta yang terkenal karena statusnya dan banyak orang percaya kepadanya tanpa percaya lagi suara Tuhan yang diberikan pada kita pribadi. Abdi Allah meragukan suara Tuhan padanya dan terkecoh dengan suara nabi tua.


Apakah kita orang2 yang sudah menyimpang dari perintah Tuhan dan sudah dibelokkan dari rencana Tuhan? Hati2 bila dibelokkan karena nama besar, orang2 terkenal, dan bisa mengaburkan mimpi dan isi hati Tuhan terhadap diri sendiri. Tuhan rindu persekutuan yang dekat dengan Tuhan.
Jangan jadi orang ragu. Pada awal, ia mendapatkan suara pesan Tuhan untuk melayani Tuhan, untuk menjadi hamba Tuhan. Tapi dalam perjalanan, mulailah kita goyah.

Kesalahan terbesar abdi Allah ini tidak mengecek kembali kebenarannya tapi terpesona. Hatinya lemah dan mengira2 hal yang lain,"oh jangan2 Tuhan memang ubah rencanaNya, jangan2 Tuhan ingin menyambut aku, dll"
Begitu banyak topeng2 di balik MIMBAR. Bagaimana kita bisa menceritakan kekudusan jika kita tidak menjaga kekudusan?
Belajar mendengar suara Tuhan.

1 Raja2 13:23-27
Nabi tua ini membohongi abdi Allah, ia tau akhirnya maut bagi abdi Allah dan akhirnya abdi Allah mati diterkam singa. Dia menyombongkan diri.
Saudaraku, jika nama besar sekalipun memberitakan Injil Lain, membelokkanmu dari kerinduan mula2 Tuhan dalam hidupmu, tolaklah ia!

Sudahkah hidupmu segalanya buat Kristus? Kebahagiaan di bumi ini fana. Kebahagiaan sejati adalah di dalam Kristus. Mari kita mencari perkara di atas.

Dalam kisah ini ada 3 tokoh yang bisa kita pelajari:

1. Raja lalim Yerobeam yang mendirikan mezbah dengan melanggar perintah Tuhan. Dia mendirikan bukan oleh imam lewi, ia hanya mencari nama besar untuk kepentingannya.
Ia bahkan mengangkat siapa saja nabi baginya. Hati2 jangan sembarangan mengangkat orang.

2. Nabi Tua, yang sudah tidak disertai Tuhan, malah membelokkan abdi Allah dari tujuannya. Ia malah menyombongkan diri dan merasa benar.  Akhirnya setelah abdi Allah meninggal, ia menyesal walau terlambat.

3. Abdi Allah, yang mendengar sendiri suara Tuhan namun dibelokkan karena terkecoh dengan nama besar. Ia menjadi ragu akan suara Tuhan dan akhirnya mati dimakan Singa.

Hati2 jangan kita juga menyesatkan orang lain dengan mengatasnamakan nama Tuhan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Engkau Anggur yang Tak Bernilai


Proses Tuhan itu indah. Ini goal Ilahi kita untuk memiliki karakter seperti Kristus.

Firman Tuhan adalah ketetapan Tuhan. Tidak ada pewahyuan baru yang menentang kebenaran Alkitab. Banyak orang mengaku mendapat iluminasi atau penerangan baru dari Roh Kudus tapi bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan.

Yeremia 48:10-11 "Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!
Moab hidup aman dari sejak masa mudanya, dia hidup tenang seperti anggur di atas endapannya, tidak dituangkan dari tempayan yang satu ke tempayan yang lain, tidak pernah masuk ke dalam pembuangan; sebab itu rasanya tetap padanya, dan baunya tidak berubah."

Tuhan rindu kita menyelesaikan pekerjaan Tuhan. Banyak orang tidak bisa dipakai Tuhan apabila mereka masih saja berkutat dengan dosa2 mereka, menganggap remeh pekerjaan Tuhan, lalai dalam mengerjakan pekerjaan2 Tuhan.
Moab hidup aman dan tenang seperti anggur yang tidak berubah, tidak dituangkan. Anggur harusnya dituang dari satu tempat ke tempat lain agar endapannya tidak ada dan semakin wangi, bernilai.
Banyak anak Tuhan tidak mau dididik oleh Tuhan sehingga sampai sekarang "baunya" sama terus. Tidak ada perubahan.

Yeremia 48:12-13  Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan mengirim kepadanya tukang-tukang yang akan menuangkannya, mencurahkan tempayan-tempayannya dan memecahkan buyung-buyungnya.
Maka Moab akan menjadi malu oleh karena dewa Kamos, sama seperti kaum Israel menjadi malu oleh karena Betel, kepercayaan mereka.

Jangan sampai kita dipermalukan karena kita tidak mau berubah dan bertobat.

TUHAN TAHU MEMPROSES ANAK2NYA
Saat anak2 dididik sering anak2 berkata "Papa dak sayang saya lagi!".Tapi seorang ayah akan tetap melatih mendidik anaknya untuk kebaikan mereka.

Layani Tuhan sungguh2 selagi kita masih kuat dan di selagi Anda masih muda.
Mari kita berbuat sesuatu yang berbeda, lakukan yang terbaik buat Tuhan.
Orang berpikir "Oh masa muda saatnya kumpulkan uang supaya masa tua bisa menikmati!" tapi uang penting, bukan yang terpenting.

Mari kita bermisi bagi Kristus! Berlomba dalam pertandingan iman kita!
Diutus bagi jiwa2 terhilang. KRISTUS ADALAH CENTER GEREJA.
Gereja yang menceritakan Kristus dan tidak menjadikan ibadah dan Kristus sebagai sumber keuntungan.

Bagaimana anggurmu? Apakah kita mengalami perubahan? Apakah kita melakukan pekerjaan Tuhan tidak dengan lalai? Apakah kita mau bermisi bagi Kerajaan Tuhan? Menceritakan Kristus yang sejati.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rahasia Di Balik Ujian Iman

Tuhan bisa memakai segala sesuatu untuk dipakai sebagai alat kemuliaan Tuhan.

Kisah Elia di sungai kerit

Ada kalanya sumber-sumber dalam hidup kita mengering. Mungkin ministry, usaha kita terasa stagnan. Kita perlu bertanya kepada Tuhan. APA YANG TUHAN MAU.
Kalau kita lewatkan momentum dalam hidup kita, Tuhan bisa melewatkan kita dan bisa memakai orang lain yang mau menyatakan kemuliaanNya.

Tipe1. Sukar dikoreksi
Banyak orang bermegah dalam ketidaktahuan mereka dan sukar dikoreksi.
Mereka tidak mau bercermin dan melihat bahwa apa yang mereka pikirkan itu salah.
Tipe2. Elia mau dikoreksi dan ia bisa dipakai Tuhan. 
Apakah anda sudah menjadi orang yang muda dikoreksi

TUHAN mau kita bergantung penuh kepadaNya bukan kepada manusia, pada sumber2 sungai yang lain.

Janda miskin yang dijumpai Elia. Pada awalnya ia mungkin tidak punya iman. Tapi saat ia mulai merespon dan bertindak, keajaiban terjadi.
Elia menyuruh janda itu membuat makan tapi untuk dirinya sendiri dahulu.
Janda ini TAAT saat ia sangat kekurangan.
Mudah taat saat kita mampu, tapi bagaimana saat kita kekurangan segala sesuatu?
Janda ini belajar menyerahkan apa yang begitu bernilai untuk dikelola oleh Tuhan dan berbagi pada orang lain. Ia tidak mencari muka dan penghormatan dari Elia.

UJIAN DALAM IMAN ADALAH TINDAKAN KETAATAN.

Apa yang terjadi? Saat makanan terakhir mreka diberikan pada Elia dan taat. Anak janda itu mati. Dia sudah taat tapi dia tetap mengalami penderitaan. Banyak orang juga berteriak pada Tuhan. "Aku sudah taat, kenapa ini terjadi kepadaku?"
Lalu Elia mendoakan anak itu dan akhirnya sembuh.

Baiklah kita di dalam segala ujian iman kita, kita belajar taat dan percaya.
Sekalipun ada rencana2 Tuhan yang sukar dipahami. Namun Tuhan bekerja dengan caraNya. TUHAN MAU ANAK2NYA MENARI DI TENGAH BADAI.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hevel Hevel Semuanya Sia-Sia

 Pengkhotbah adalah salah satu Kitab Syair dalam Perjanjian Lama yang penuh dengan misteri. Kitab Pengkhotbah berbicara tentang kesia-siaan (Pengk. 1:1-2). Kata sia-sia disini bukan berarti tidak ada gunanya, tetapi merujuk kepada kata Habel (baca: hefel) yang artinya uap, kabut, asap. Uap/asap kelihatannya padat, tetapi tidak bisa ditangkap; Sesuatu yang kelihatan sebentar saja, lalu hilang. Artinya segala sesuatu di bumi ini hanya fana, hanya sementara, yang sebentar saja lalu hilang.

Manusia berusaha mencari apa arti kehidupannya; Mereka membangun kehidupan mereka melalui kekayaan, status, dan pencapaian, namun semuanya itu fana (habel). Dalam kehidupan ini, kita akan mengalami banyak masa, baik itu masa yang baik maupun masa yang sulit; Itu pun juga sia- habel. Kebahagiaan yang sejati hanya ada di surga, kebahagiaan yang kita rasakan di bumi hanya habel.

Jika semuanya habel, apa kunci yang harus kita miliki untuk menjalani hidup kita?

1. Menerima dan Menikmati habel (Pengk. 9:7-10)
Banyak orang berusaha merumuskan pemikiran Tuhan tentang hidupnya. Sehingga banyak dari kita yang sering mempertanyakan keadilan Tuhan: “Kenapa aku? Kenapa aku harus mengalami ini?” Kita merasa bahwa orang baik tidak seharusnya mengalami kemalangan, tetapi tidak ada satupun yang dapat menyelami pikiran Tuhan (Pengk. 8:17). Manusia berusaha melawan habel, tetapi habel bukan untuk dilawan, tetapi untuk dijalani, disyukuri, dan dinikmati.
Apapun yang ada padamu saat ini, terima habelmu dan kerjakan dengan sebaik-baiknya. Semua pekerjaan kita dinilai oleh Tuhan.

2. Hidup Takut akan Tuhan (Pengk.12:13)
Menjalani kehidupan yang penuh dengan habel ini, kita harus hidup takut akan Tuhan. Dia sedang menilai kehidupan kita dan mempersiapkan kehidupan kekal bagi kita.

Hidup berdamai dengan jalan Tuhan adalah kunci memiliki sukacita, ucapan syukur, dan kemerdekaan dalam hidup ini. Semua habel, tetapi mari menjalani kehidupan kita dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan nama Tuhan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Sembah Pengalaman Pribadimu

Bilangan 21:4 Bangsa Israel keluar dari Mesir bukan karena ingin mengasihi Tuhan tapi karena ingin kehidupan yang lebih baik.

Bangsa Israel bermasalah dengan karakter mereka. Mereka senang dengan penyembahan berhala. Tuhan melindungi bangsa Israel dengan tiang tembaga ular saat mereka terpagut ular, tetapi justru mereka menjadikan patung ular itu sesembahan berhala.
Oleh karena Tuhan berkata bangsa Israel berzinah bahkan pelacur karena hatinya selalu condong kepada penyembahan berhala.

Saat Tuhan menjumpai wanita samaria di sumur. Tuhan menjumpai kita justru saat2 buruk, dimana mata air tidak lagi baik. Tuhan menyatakan diriNya pada wanita ini.

Apakah kita sering salah sangka kepada Tuhan? saat Lazarus meninggal, semua orang berkata "Terlambat!"
Apakah kita sering berkata "Tuhan terlambat!" karena waktu tidak sesuai dengan pemikiran kita.

Belajar mengenal Tuhan sesuai dengan pengalaman pribadi kita dengan Bapa, bukan karena pengalaman orang lain. Anak Sulung tidak bisa menerima keputusan bapanya saat ayahnya menerima adiknya kembali. Jangan memaksakan pengalaman pribadi kita kepada orang lain.
Jangan kita memotong standart Firman Tuhan demi kedagingan.
Jangan menjadi penyembah organisasi, penyembah plang2 nama yang manusia buat.

1. Buang semua berhala kita, bahkan termasuk pengalaman2 pribadi kita.
2. Waktu Tuhan tidak pernah terlambat
3. Jangan memaksakan pengalaman pribadi kita kepada orang lain.

Saudaraku, Tuhan mencintai kita bukan karena alasan2 apapun, apa adanya kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS