RSS
Container Icon

DOKTRIN

Banyak kalangan memperdebatkan DOKTRIN. Mana yang paling benar? Bahkan banyak orang saling mengecam si atas mimbar bahwa doktrin lainnya itu sesat dan lain sebagainya. Saudaraku, bedakan antara kita menyampaikan kebenaran Firman Tuh
an dan mengecam ajaran yang sesat dengan mengecam gereja Tuhan yang adalah milik Kristus. Ada perbedaan antara keduanya. Kita tidak bisa dikatakan bersaudara dengan orang yang tidak mengaku Kristus sebagai Tuhan, tapi mengakui Yesus secara sebagian atau ajaran yang menyimpang.

Namun kita perlu berdoa untuk gereja-gereja-Nya di akhir zaman ini, akan makin dimurnikan dan tidak saling mencari kesalahan atau hidup dalam DOKTRIN buatan manusia.

Bagaimanapun DOKTRIN adalah buatan manusia. Doktrin adalah pengetahuan manusia yang dilihat dari sebuah atau beberapa sudut pandang tentang Firman Tuhan. Sebuah doktrin yang di buat manusia tidak akan mungkin memahami kedaulatan dan kemahatauan Tuhan secara menyeluruh.

Kebenaran Tuhan yangg mutlak sudah jelas....bahwa keselamatan hanyalah melalui Kristus. Kelahiran baru adalah sebuah proses menjadi serupa dengan Kristus....
Tuhan memang maha Tahu dan sempurna... tetapi kemahatauan Tuhan itu sebanding dengan kemurahanNya..,

Mari kita melangkah lebih lanjut dari memahami, terpesona dengan kebenaran Tuhan dan mulai melangkah hidup dalam kebenaran-Nya...
Mari kita menceritakan kemurahan-Nya dan mengabarkan injil ini ke siapapun..

Banyak belajar tidak akan menambah kebenaran.... karena kebenaran itu mutlak.
Banyak bertindak dan menjangkau jiwa jauh lebih berharga ....

Manusia dengan ego, pikiran dan keterbatasan organ otak kita, tidak akan pernah mampu memahami semua-Nya...
Iman bertumbuh karena pengetahuan dan seharusnya iman yang bertumbuh itu adalah bertindak dalam kerinduan yang mendalam..agar dalam semngat kasih Kristus dapat menjangkau jiwa-jiwa  yang terhilang....


Ps. Daniel Hadi Shane
Christ Mercy Center (CMC)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tuhan ada ditengah Virus Corona

Bagi kita yang sedang mengalami wabah ini mungkin peristiwa pandemi global ini tidak akan dapat kita lupakan begitu saja. Orang kehilangan nyawa tiba-tiba, kehilangan keluarga, orang tuanya tanpa bisa mengiringi dalam pemakaman yang selayaknya, jemaat kehilangan ayah rohaninya.. Oh keadaan yang mengerikan telah terjadi. Seperti tulah sakit penyakit
dan bencana yang tak tau kapan kesudahannya.
Kita tidak akan lupa hari-hari ini.
Bahkan umat Tuhqn tidak dpaat bersekutu karena penularan virus yang begitu ganas ini. Semua harus membatasi jarak dan berdiam di rumah. 

Bahkan mungkin beberapa bulan lalu, kita tidak menyadari hal seperti ini bisa terjadi atas dunia. Kita merasa semua baik-baik saja. Tapi Hari Tuhan datang seperti pencuri! Kita sudah hidup dalam penggenapan akhir zaman!
Segalanya berubah dengan cepat. Dan hal yang lebih mengerikan bisa saja terjadi lebih dari yang sekarang.

Apa pesan yang harus kita bawa buat Generasi ini? Apakah kita akan terus berkata "semua aman! Semua aman! Malapetaka masih jauh!"
Saya teringat akan teguran Tuhan pada nabi-nabi palsu dalam Kitab Yeremia 14:13-14. Saat bangsa Israel hendak menghadapi penampian dan penghukuman, didikan Tuhan dalam pembuangan di Babel, nabi-nabi itu tidak percaya. Mereka menyerukan "Kamu tidak akan mengalami perang dan kelaparan! Damai sejahtera!"
Di Kitab Yehezkiel 13:10, nabi-nabi palsu juga berseru "Damai sejahtera! Damai!"
Sedang cawan amarah Tuhan sedang terjadi buat bangsa itu.

PESAN APA YANG HARUS GEREJA KATAKAN DITENGAH WABAH VIRUS?

Benae, kita harus mewartakan agar kita tidak panik dan kehilangan pengharapan. Tapi kita harus mewartakan kebenaran dan teguran Tuhan di akhir zaman. Serukan pertobatan! Serukan pemurnian! Serukan penghakiman Tuhan!

Waktunya sudah sangat singkat..
Kedatangan Tuhan tidak ditangguhkan lagi.
HARI TUHAN DATANG SEPERTI PENCURI!

Kita mendengar setiap hari angka kematian terus melonjak di dunia. Orang-orang negara Barat yang tetap bebal dan meremehkan hal ini menjadi sasaran empuk bagi tulah penyakit ini. Mereka tidak takut akan penghakiman Tuhan! Yang penting mereka tetap berpesta!

Lukas 21:34  "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

Kita harus membatasi gerak tubuh kita dan berdiam, berdoa. Tapi bukan berarti gereja harus diam dan tidak bergerak. Jangan meremehkan virus ini. Mungkin saja ini adalah bagian dari Hari Tuhan yang lebih mengerikan.
Sudah siapkah kita?

Sebuah pesan Tuhan datang beberapa tahun lalu dari tahun ini (2020). Kami mendengar sepintas lalu dan melupakannya. Namun setelah semua kejadian ini, kami diingatkan bahwa Tuhan sudah memperingatkan kita. Dan semua pasti akan terjadi sesuai penggenapannya. Bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada manusia. Saat Tuhan menghukum Mesir dengan tulah dan kematian, umat Tuhan disuruh berdiam di rumah dan mengoleskan darah korban di ambang pintu rumah mereka. Itu terjadi pada saat permulaan Paskah, dan ini juga yang akan kita peringati sebentar lagi walau di tengah wabah ini

Keluaran 12:1-13  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: 
"Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. 
Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. 
Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. 
Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.

Perjanjian lama yang sungguh ajaib! Tuhan menyuruh mereka melakukan ini dan itu. Ketaatan kuncinya! Darah melambangkan perlindungan darah Yesus. Melambangkan pengorbanan Yesus. Ketaatan mereka dan iman mereka malam itu telah meluputkan mereka dari maut. Bagaimana dengan kita?
Apa yang Tuhan suruh buat kita lakukan di tengah wabah? Kita tidak harus berdiam, sembunyi dan ketakutan. Kita harus taat, berdoa dan melakukan yang Tuhan perintahkan.

APA PESAN TUHAN BUAT KITA?
Serukan suara keselamatan, pertobatan dan kedatangan Tuhan! Mengerikan? Ya! Hari Tuhan memang sungguh dasyat.

2 Petrus 3:10-13  Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.  
Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 
yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CURAHAN HATI JANJI SEORANG GEMBALA

Aku ingin menuliskan perasaanku, pagi ini ...

Tuhan..

Aku ingin mengenggam tangan kawanan kecil  yang dipercayakan padaku selamanya.

Mengusir singa dan anjing liar dari kawanan kecil yang Kau percayakan padaku.

Walau tangan dan kaki terluka,hati hancur tercabik,aku relakan agar mereka mengenal kasih dan kemurahan Bapa.

Aku berjanji, mengiring mereka masuk dalam tanah perjanjian yang penuh susu dan madu.

Tetapi mungkin tak selamanya tangan ini bisa.

Mungkin tak selamanya kekuatan ini ada.

Mungkin tak selamanya raga ini menjadi milikku.

Namun Jika saat itu harus terjadi,aku berharap tangan mereka semakin kuat dan perkasa.

Menjadi domba yang mampu mengalahkan setiap lembah dan bukit 

bersama sang gembala Agung mereka.

Mungkin tak semua dapat mengingat semua cerita tentang aku.

Tetapi semua akan mengingat yang akan datang yang akan diperlengkapi dengan anugrah dan kemurahan

Saat malam tergelap itu tiba,saat aku tak terbangun lagi dari raga ini.

Saat itu cahaya terang akan menanti.

Bersama dengan awan saksi dan segala kemenangan yang Tuhan nyatakan.

Menjadi pelayan roh di rumah Bapa yang kekal.

Menjadi cerita baru dalam kekekalan.

Pagi ini,hanya ini doaku,berjanjilah untuk menjaga mereka dalam kehangatan KasihMu.

Berjanjilah sebetapa kuat mereka ingin keluar dari rencanaMu..dari kasih dan setiaMu..

Paksakan mereka untuk kembali dalam pangkuanMu selamaNya.


DHS 21 10 2004


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terus Terang Kamu Terang Terus

Sudah berapa lama anda kenal Tuhan Yesus? Sudah berapa lama anda mengikutNya? 
Mungkin ada yang lebih dari 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun atau 40 tahun. 

Apakah anda puas ikut Tuhan Yesus? 
Apakah anda bangga menjadi pengikutNya? 
Apakah anda bertumbuh? 

Seperti halnya seorang bayi menjadi anak dan remaja kemudian menjadi orang dewasa yang mampu mengemban tugas, Tuhan rindu kita mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam mengikut Dia. 

Pertumbuhan tidak ditentukan oleh berapa lama anda ikut Tuhan Yesus. 
Saya memiliki beberapa benih tanaman yang saya tanam bersama2. Namun mengherankan dalam beberapa minggu 

muncul tunas2 muda yang berbeda2 pertumbuhannya. Saya bertanya2 apakah yang membuatnya demikian? 
Satu halnya karena tanahnya yang berbeda, lainnya adalah soal saya menempatkan pada pencahayaan yang beda dan curah hujan yang berbeda. Lain halnya lagi karena pot yang terlalu kecil. 

Disana saya melihat perbedaan dalam pertumbuhan walaupun awal benih yang sama. Tapi jatuh di tanah yang berbeda akan lain hasilnya. Penanganan yang berbeda akan lain pula hasilnya. 

Amsal 4:18-19  Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. 
Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

Amsal mengatakan inilah jalan orang benar. Orang yang hidup dalam kebenaran Tuhan akan semakin bercahaya dan naik ke atas. Hidupnya akan semakin menampakkan cahaya kemuliaan Tuhan. Tapi orang fasik jalannya akan gelap dan mudah sekali jatuh tersandung. Sungguh berbahaya dan mengerikan ada dalam kegelapan! 

Apakah anda semakin ke atas? 
Ataukah stagnan? Tidak berbuah tidak berdampak, serta tidak bercahaya? 

Dunia harusnya melihat terang Kristus didalam kita. Kita sudah ditanam oleh Kristus dan Dia siap memberi pertumbuhan kepada kita. Sayangnya kita memilih jalan yang salah. Ditanam oleh tangan2 yang salah ditempat yang tidak seharusnya. 
Kita ada dalam rumah rohani yang salah yang sebenarnya bukan rumah Ilahi tapi perusahaan atau bisnis gereja yang bahkan mengajarkan pengajaran2 menyimpang pada anda.
Atau anda sudah ditanam pada rumah dan tanah yang tepat tapi anda juga tidak bertumbuh. Perhatikan cara anda menyikapi masalah. Menyikapi panasnya Matahari dan curah air hujan. Saat respon kita tidak baik, tidak mau dibentuk, tidak mau diproses, tidak mau taat, tidak mau dipulihkan.. Maka yang terjadi adalah pertumbuhan kita akan stagnan. 

Mudah bagi benih untuk tumbuh. Susah bagi benih menjadi tanaman yang indah karena tidak semua benih berhasil tumbuh. 
Banyak orang yang menerima benih mimpi dari Tuhan, kerinduanNya. Namun benih itu mati, hidupnya biasa saja dan merasa baik2 saja tapi sesungguhnya dia tidak semakin bertumbuh. Tuhanlah yang menilai pertumbuhan kita. Bukan menurut standar kita. 
Bagi seseorang, bekerja, menikah, pelayanan terjadwal sudah cukup bagi mereka. Tidak perlu pelayanan tambahan lainnya seperti menjangkau jiwa terhilang, melakukan misi2, memberkati ladang2 pelayanan, dll. Cukuplah itu!
Tapi tunggu dulu! Benarkah itu kerinduan Tuhan atas hidupmu? Banyak orang suka dengan jalan yang normal dan aman tapi tidak memikirkan kemungkinan bahwa Bapa ingin sebuah jalan yang berbeda. Anda berpikir bahwa tidak ada misi khusus bagi anda. Cukup pelayanan sesuai jadwal di gereja. Cukup memberi sekedarnya. 
Tanpa ketaatan dan penyerahan total pada Sang Pemberi Pertumbuhan, bagaimana kita mungkin bisa bertumbuh dengan baik? 


Dimanakah terangmu? 
Terang tidak dapat disembunyikan. 
Hidup kita tidak akan tersembunyi. Engkau adalah buku yang terbuka yang dapat dibaca semua orang! 
Pertanggungjawaban kita adalah kepada Tuhan dan manusia. Oleh karena jagalah hati kita sebagai sumber kehidupan. (Amsal 4:23).
Biarkan dunia melihat terangmu!
Biarlah pertumbuhanmu diketahui semua orang. 
Biarlah kita dapat menuntun orang lain kepada terang Kristus. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

10 M Jaminan Sang Gembala Agung

Mazmur 23:1-6

23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


Pada saat perjalanan ke luar kota, saya melintasi pedesaan yang dihiasi dengan sawah, sungai ataupun pepohonan. Ini bukan pemandangan yang asing buat kita yang tinggal di Indonesia. Tiap perjalanan dari kota ke kota apalagi di Pulau Jawa, kita akan melihat pemandangan yang menyejukkan mata ini.
Suatu saat, beberapa waktu lalu, saya tertuju pada pemandangan di tepi jalan sebelah kiri saya. Ada kerumunan domba atau kambing yang sedang mencari makan di rerumputan. Sedang tidak jauh dari sana ada seorang Bapak bertopi petani yang sederhan, duduk sambil memegang semacam tali? atau tongkat? lupa.. hehe..dia duduk mengawasi domba-domba yang sedang makan itu. Pikiran saya terlintas tentang bagaimana Tuhan Yesus memberi sebuah ungkapan dan kiasan yang mudah untuk kita pahami, bahwa Dia adalah GEMBALA yang baik buat domba-domba-Nya, yaitu kita.

HUBUNGAN PRIBADI

1. MENYEDIAKAN KEBUTUHAN

Sebagai Gembala Agung, Dia tidak pernah lalai menyediakan kebutuhan para domba-Nya. Sang Gembala lebih tahu apa yang domba-Nya butuhkan, walau seringkali si domba senang mencari mekanan bagi mereka sendiri, dan lebih memilih apa yang menurutnya paling baik.
Bukankah kita seperti itu? kita sering memilih apa yang kita "PIKIR" yang terbaik, namun lupa bahwa Sang Gembala lebih tahu apa yang jadi kebutuhan kita yang paling mendasar.

Seorang anak menjerit dan menangis bahwa dia tidak mau obat yang pahit, dia merasa membutuhkan gula-gula manis untuk menyamankan sakit yang sedang dideritanya, tapi sang Ayah tahu bahwa anaknya tidak boleh memakan gula manis sekarang, namun harus meminum obat yang pahit.
AYAH dan GEMBALA SURGAWI kita tahu apa yang benar-benar kita butuhkan, maukah kita berani mempercayakan seluruh kerinduan dan hasrat kita kepada-Nya?

Seorang muda sangat kesepian dan bagi dia, dia sedang membutuhkan seorang pasangan dari lawan jenis yang mencintainya, menerimanya dan menemaninya setiap saat. Tapi di mata Bapa, mungkin ini bukanlah kebutuhan mendasar bagi orang muda itu. Mungkin saja orang muda itu lebih membutuhkan PEMULIHAN gambar dirinya dan pemulihan pendamaian dengan Ayahnya di bumi.



2. MEMBARINGKAN

Sang Gembala tahu saat dimana domba-domba-Nya sudah merasa letih dan lelah.Terkadang si domba tetap saja tidak sadar bahwa dirinya sedang butuh istirahat. Banyak dari kita juga yang mungkin "GILA KERJA", "GILA PELAYANAN", tidak bisa berhenti berpikir..bagaimana ini..bagaimana itu..dan aku harus berpikir ini dan itu!. Apakah anda seperti ini? Saya sering harus memaksa diri dan pikiran untuk jangan berpikir :) karena tipe pemikir adalah tipe yang paling sukar untuk menerima mujizat! O..O...
Ya! tipe pemikir akan selalu mencari cara sendiri, kurang mempercayai kuasa dan karya kerja Bapa, susah beriman, susah percaya apabila tidak melihat.

Kita perlu DIBARINGKAN..walau terkadang dengan "Paksa" 
Mungkin anda heran, tiba-tiba saja anda sakit dan terpaksa berbaring di rumah, nah! mungkin ini saatnya membaringkan diri dan mulai belajar percaya! Bahwa bukan apa yang kita kerjakan saja yang akan menghasilkan, namun karya Tuhan jauh lebih besar dari apapun!


3. MEMBIMBING 

Gembala yang baik membimbing dengan kasih bukan dengan menggurui namun membimbing dengan kasih dan didikan. Mendidik itu beda dengan hanya sekedar mengajar. Bapa kita membimbing, menuntun setiap langkah demi langkah kita kepada Jalan Kebenaran yang penuh kehidupan. Dia membimbing kepada TUJUAN ILAHI yang SEMPURNA, TANAH PERJANJIAN yang kekal.

4. MENYEGARKAN

Gembala kita tidak mau domba-domba-Nya mengikuti Dia dengan wajah cemberut dan kesedihan. Namun Dia mau kita mengikuti Dia dengan gembira, bahagia dan segar. Dia menyegarkan jiwa kita, hati kita dengan kebaikan dan cinta-Nya yang selalu baru setiap hari.


5. MENUNTUN

Seperti seorang anak kecil yang sedang digandeng ayahnya saat berjalan di kerumunan banyak orang. Anak kecil itu akan tersesat apabila ayahnya tidak menggandeng dia dan menuntunnya. Bapa kita Gembala yang menuntun. Dia bukan Gembala yang membiarkan. Dia mau menggandeng kita dalam segala yang kita alami dalam setiap masa kehidupan kita.

6. MENYERTAI

Bapa berjanji terus menerus dan mengingatkan kita semua, bahwa Dia adalah Tuhan yang tidak pernah dan tidak akan sekali-kali meninggalkan kita. Apakah anda pernah merasa ditinggalkan Tuhan? Saya pernah! Namun perasaan saya pada saat itu, tidak bisa menjadi bukti bahwa Tuhan benar-benar telah meninggalkan saya. Saya sedang kalut, jiwa saya kacau, dan saya sedang meraba-raba jalan Tuhan, atau mungkin saya sendiri telah sesat hati dan sesat pikiran. JANGAN MEMPERCAYAI PERASAAN ANDA! percayai Firman Tuhan melebihi semua perasaan kita.
Percayai JANJINYA, melebihi mempercayai hati dan pikiran kita sendiri.

7. MENGHIBUR

Bukankah anda sering menyadari ini? Saya sering mendapati bagaimana Tuhan menghibur hati saya dengan cara yang tak terduga. Cara Gembala kita menghibur kita dengan cara yang berbeda-beda dan tidak selalu harus memberikan semua yang kita inginkan agar kita menjadi terhibur. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tuhan Bukan Motivator tapi Creator! - Ps. Daniel Hadi Shane


Tuhan bukan motivator untuk memompa jiwa kita dan terus mendorong menjadi besar versi Tuhan.

Tapi Tuhan adalah Creator yang hebat! Ia dapat membuat segala sesuatu dengan hebat!

Tuhan memang besar tapi bukan "obesitas"!

Kita pikir kita harus selalu melakukan segala sesuatu yang berskala besar dan besar padahal ukurannya adalah bukan dari ukuran manusia.

Sebuah panggilan Tuhan itu indah. Jika ia dianggap Tuhan sudah menyelesaikan panggilanNya maka ia sudah menyelesaikannya.

Saat ada orang yang didoakan untuk dipakai menjadi luar biasa. Dia mendapat mimpi dan visi. Saat dia menghadapi kenyataan, ia terbangun dan melihat keadaan tidak mudah. Pernah alami KONDISI INI?

Kita berkata "Saat aku berdoa semuanya begitu indah dan nyata dalam visionku.. Tapi mengapa begini keadaannya?"

Saat itu kita harus meminta mata iman dari Tuhan! Jangan melihat keadaan saja. Jika itu adalah janji Tuhan maka percayalah Tuhan akan menggenapinya dengan cara dan waktuNya. 

Ps. Daniel Hadi Shane

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tuhan Mendidik dan Menguji Hatimu! - Ps. Daniel Hadi Shane

Sebuah kisah mengenai Raja Hizkia yang jatuh sakit namun ia menjadi angkuh, dan kemudian dia sadar dan Tuhan meluputkan ia. 2 Taw 32:24-31. 

Hal ini menarik untuk kita cermati. 

Tuhan tidak suka keangkuhan, namun kerendahan hati. 

Ia ditimpa murka, seperti "kutuk". Sebuah "kutuk" yang mengerikan apabila hidup terpisah dari Tuhan, langit menjadi tembaga. Kutuk terbesar adalah saat kita tidak bisa merasakan hadiratNya, kasihanya lagi. Sekalipun mungkin harta kita bertambah banyak dan sukses, tapi kehilangan hubungan pribadi dengan Tuhan. 

Seorang ayah yang mendidik anak2nya akan mendidik dengan kuat karena ia butuh generasi untuk melanjutkan estafetnya. Seorang ayah melatih anaknya. Kadang anak tidak mengerti pikiran ayahnya. Anak masih berpikir seperti anak2. Bapa kita bukan seperti "Majikan/bos" dibumi, tapi Ia mendidik anak2Nya supaya anak2Nya naik level menjadi orang2 yang luar biasa di masa yang akan datang!

2 Tawarikh 32:31 (TB)  Demikianlah juga ketika utusan-utusan raja-raja Babel datang kepadanya untuk menanyakan tentang tanda ajaib yang telah terjadi di negeri, ketika itu Allah meninggalkan dia untuk mencobainya, supaya diketahui segala isi hatinya. 

Ini sebuah pengujian. Saat semua tanda2 ajaib itu berhenti. Tuhan menguji hatinya. Saat Billy Graham suatu saat tidak mengalami hadirat Tuhan lagi, dia mendapat surat dari ibunya yang mengatakan untuk mencari dan memegang tangan, saat kegelapan terjadi belajar untuk tetap percaya dan memegang tangan Tuhan. 

Tuhan meninggalkan Hizkia keduakalinya untuk melihat hatinya apakah ia memilih Tuhan?

Tuhan juga menyelidiki hati kita, menguji kita. Saat keuangan kita di goncangkan, apa kita tetap berkata Tuhan tetap baik?
Ketika Tuhan kelihatannya meninggalkan kita, Ia tidak mau kita hancur tapi Ia tetap mengawasi dan menjaga kita.
Iman bukan karena melihat. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita! 

Ps. Daniel Hadi Shane

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS