RSS
Container Icon

Tuhan Bukan Motivator tapi Creator! - Ps. Daniel Hadi Shane


Tuhan bukan motivator untuk memompa jiwa kita dan terus mendorong menjadi besar versi Tuhan.

Tapi Tuhan adalah Creator yang hebat! Ia dapat membuat segala sesuatu dengan hebat!

Tuhan memang besar tapi bukan "obesitas"!

Kita pikir kita harus selalu melakukan segala sesuatu yang berskala besar dan besar padahal ukurannya adalah bukan dari ukuran manusia.

Sebuah panggilan Tuhan itu indah. Jika ia dianggap Tuhan sudah menyelesaikan panggilanNya maka ia sudah menyelesaikannya.

Saat ada orang yang didoakan untuk dipakai menjadi luar biasa. Dia mendapat mimpi dan visi. Saat dia menghadapi kenyataan, ia terbangun dan melihat keadaan tidak mudah. Pernah alami KONDISI INI?

Kita berkata "Saat aku berdoa semuanya begitu indah dan nyata dalam visionku.. Tapi mengapa begini keadaannya?"

Saat itu kita harus meminta mata iman dari Tuhan! Jangan melihat keadaan saja. Jika itu adalah janji Tuhan maka percayalah Tuhan akan menggenapinya dengan cara dan waktuNya. 

Ps. Daniel Hadi Shane

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tuhan Mendidik dan Menguji Hatimu! - Ps. Daniel Hadi Shane

Sebuah kisah mengenai Raja Hizkia yang jatuh sakit namun ia menjadi angkuh, dan kemudian dia sadar dan Tuhan meluputkan ia. 2 Taw 32:24-31. 

Hal ini menarik untuk kita cermati. 

Tuhan tidak suka keangkuhan, namun kerendahan hati. 

Ia ditimpa murka, seperti "kutuk". Sebuah "kutuk" yang mengerikan apabila hidup terpisah dari Tuhan, langit menjadi tembaga. Kutuk terbesar adalah saat kita tidak bisa merasakan hadiratNya, kasihanya lagi. Sekalipun mungkin harta kita bertambah banyak dan sukses, tapi kehilangan hubungan pribadi dengan Tuhan. 

Seorang ayah yang mendidik anak2nya akan mendidik dengan kuat karena ia butuh generasi untuk melanjutkan estafetnya. Seorang ayah melatih anaknya. Kadang anak tidak mengerti pikiran ayahnya. Anak masih berpikir seperti anak2. Bapa kita bukan seperti "Majikan/bos" dibumi, tapi Ia mendidik anak2Nya supaya anak2Nya naik level menjadi orang2 yang luar biasa di masa yang akan datang!

2 Tawarikh 32:31 (TB)  Demikianlah juga ketika utusan-utusan raja-raja Babel datang kepadanya untuk menanyakan tentang tanda ajaib yang telah terjadi di negeri, ketika itu Allah meninggalkan dia untuk mencobainya, supaya diketahui segala isi hatinya. 

Ini sebuah pengujian. Saat semua tanda2 ajaib itu berhenti. Tuhan menguji hatinya. Saat Billy Graham suatu saat tidak mengalami hadirat Tuhan lagi, dia mendapat surat dari ibunya yang mengatakan untuk mencari dan memegang tangan, saat kegelapan terjadi belajar untuk tetap percaya dan memegang tangan Tuhan. 

Tuhan meninggalkan Hizkia keduakalinya untuk melihat hatinya apakah ia memilih Tuhan?

Tuhan juga menyelidiki hati kita, menguji kita. Saat keuangan kita di goncangkan, apa kita tetap berkata Tuhan tetap baik?
Ketika Tuhan kelihatannya meninggalkan kita, Ia tidak mau kita hancur tapi Ia tetap mengawasi dan menjaga kita.
Iman bukan karena melihat. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita! 

Ps. Daniel Hadi Shane

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lompatan Iman! Belajar dari Janda di Sarfat - Ps. Daniel Hadi Shane

Sebuah kisah mengenai Nabi Elia dan Janda Sarfat. 1 Raja2 1:7-24. 

Keadaan janda itu begitu miskin tapi justru Tuhan menyuruh Nabi Elia pergi kepadanya untuk meminta makan. 

Elia taat kepada Tuhan demikian juga Janda ini memiliki iman. 

Ia tidak melihat Elia yang terlihat begitu biasa dari penampilannya. 

Ia tetap percaya dan memberikan makanan terakhirnya kepada Nabi Elia. 

Anak janda itu kemudian meninggal. Keadaan semakin buruk. Kemudian Elia memohon kepada Tuhan dan Tuhan membangkitkan anak Janda Sarfat

Jika hatimu diserahkan pada Tuhan maka akan terjadi mujizat. 

Banyak orang yang tidak sungguh-sungguh melayani Tuhan. Melayani karena untuk mendapat roti. 

Tapi jika hidup kita bergantung penuh dan sungguh-sungguh menyerahkan hati kita maka percayalah Tuhan tidak akan pernah membiarkan dan tidak akan pernah mempermalukan orang-orang yang percaya kepada Tuhan

Iman bukan memaksakan Tuhan sesuai dengan pemikiran kita. 

Iman itu diproses. Jangan takut diproses oleh Tuhan. Jangan hitung-hitungan dengan Tuhan tapi serahkan hatimu kepada Tuhan. 

Setialah dalam perkara kecil. Jika doamu belum dijawab, janganlah marah karena Tuhan ingin menaikkan level kita. 

Orang yang mengalami satu kemuliaan akan mengalami kemuliaan selanjutnya. Satu kemenangan akan membuat kita rindu menjadi pemenang dan pemenang lagi untuk selanjutnya. 

Jadilah pemenang di dalam Tuhan. Ijinkan Tuhan melatih iman kita. 

Ps. Daniel Hadi Shane



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mutiara Tuhan di Tengah Covid19

Masih ingat pada saat beberapa waktu lalu dunia digemparkan oleh wabah virus yang cukup berbahaya? Lebih dari 100 negara terjangkit dan semua merasa was-was dengan wabah global ini. Saya teringat dengan adanya wabah pandemi yang terus berkembang dari jaman ke jaman yang telah menewaskan puluhan juta orang dan menjadi virus-virus mematikan sepanjang sejarah. Virus yang dikenal dengan Flu Spayol 1918 adalah yang paling banyak memakan korban yaitu sebanyak 50 juta manusia atau 1/3 penduduk bumi pada waktu itu. Tentu hal ini sangat menakutkan.

Dunia terus saja mengalami banyak masalah, dari segala macam penyakit dan virus yang terus berkembang, sampai pada bencana-bencana alam yang mengerikan, ataupun kejahatan moralitas ataupun kriminal yang semakin meningkat.

Tapi Tuhan ijinkan kita melihat semua itu dan hidup di jaman ini! Pastilah Bapa mempunyai rencana apabila anda dan saya ada di generasi ini bukan? Tuhan mau kita terus menjadi terang dan garam dunia.
Saat kita melihat banyak kesusahan dan kematian di depan mata, kita semakin sadar bahwa tidak ada tempat sandaran yang lebih kuat daripada Tuhan kita.

Amsal 11:4  Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.
Amsal 11:28  Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda. 




Harta benda manusia menjadi tidak berarti lagi apabila masa kesusahan itu datang. Kekayaan tidak dapat membeli jam kehidupan yang terus berputar dan tak tahu kapan akan berhenti. Kepada siapa kita bisa mempercayakan kehidupan kita? Selain kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Tidak salah apabila kita memperoleh kekayaan, sebab kekayaan dapat dipakai untuk membangun pekerjaan Tuhan di bumi ini. Namun jika kita mengandalkan kekayaan kita, maka kita akan kecewa. Begitu mudah segala yang fana akan hilang. Oleh karena itu, mari kita berlomba dengan baik. Kumpulkan harta di Surga yang tidak akan pernah lenyap. Bagaimana caranya? Kejarlah Tuhan dan segala kebenaran-Nya. Lakukan misi dan kerinduan Tuhan di bumi ini. Mari melayani dan mengasihi dengan lebih sungguh.
Apa yang kita kerjakan dalam Tuhan tidak akan pernah menjadi sia-sia. Dunia mengejar ketenaran dan kekayaan, tapi orang yang takut akan Tuhan mengejar kehendak Bapa dan mendapatkan mutiara-mutiara kekal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apakah kamu Pencemooh?

Amsal 3:34-35  Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Ia pun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya. 
Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh. 

Mengherankan! Tuhan menghadapi pencemooh dengan cemooh. 
Arti kata cemooh adalah hinaan dan ejekan. 

Ada orang-orang yang menjadi pencemooh! Yang sukanya mengejek dan menghina. Orang-orang ini tidak akan hidup dalam perkenanan Tuhan. Tuhanpun akan membalaskan perbuatan mereka. 

Apa itu barisan orang pencemooh? 




Membicarakan orang lain? Tentu saja saya pernah. Mencemooh orang lain? Jangan! 
Seringkali kita terlibat dalam pembicaraan atau bahkan itu timbul di hati kita. Kita mengejek orang lain, menghinanya dalam hati kita. 
Oh betapa kita harus menjaga hati kita! 
Saat kita mulai menilai seseorang seberapapun buruknya orang itu, janganlah hidup sebagai pengejek tapi hiduplah untuk mengasihi dan mendoakan mereka.

Sebuah sikap yang berbeda! Orang jaman now berkata "nyingir" atau mencibir pada orang lain. Hal ini membuktikan kesombongan kita dan betapa tidak berhikmatnya kita. 

Orang bijak akan mendapat penghormatan dari Tuhan. Tapi orang yang bebal akan menerima banyak cemooh karena kesalahan2nya dan kebodohannya. Banyak orang akan mengejek dia. 

Di dunia ini, membicarakan orang lain, bergosip adalah hal yang sangat mudah dilakukan apalagi dengan teknologi seperti sekarang ini. 
Jadilah orang bijak dan jangan jadi pengejek orang lain dan pengejek kebenaran. Cemooh akan dibalaskan dengan cemooh. TUHAN akan membalas semua perbuatan kita. Yang kita tabur akan kita tuai. Hukum ini masih berlaku 

Jika anda melihat saudara anda mengikuti kehendak dan kerinduan Tuhan namun hidupnya ada dalam pergumulan dan proses, apakah anda lekas mencemooh dia? 
"kau bodoh! Kenapa harus ambil jalan itu? Itu sukar! Ambillah jalan yang ini. Kau harusnya bisa bahagia. Harusnya bisa diberkati. Harusnya kamu hidup normal sajalah seperti orang lain!" 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Takkan Kehabisan Berkat di Lumbung

Amsal 3:9-10  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 
maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Ayat ini selalu dipakai para penginjil Kemakmuran untuk menjadi pembenaran pengajaran2nya yang salah satunya mengajarkan "Berilah dan kamu akan diberi berlimpah2!"

Gara-gara ajaran menyimpang ini, orang menjadi antipati dengan pemberian kepada Tuhan.





Memberi kepada Tuhan semacam persembahan, perpuluhan adalah wujud syukur kita kepada Tuhan dan bukan untuk mengharap kembali dengan berlipatganda.
Dalam PL dikenal hukum sepersepuluh namun benar lihatlah di PB, hukum ini bukannya tiada namun digenapi yaitu kita bukan hanya memberi sepersepuluh sambil hitung2an dengan Tuhan namun Tuhan menginginkan persembahan tubuh jiwa roh kita! Seluruhnya! Buat Tuhan!

PERCAYA PEMELIHARAAN BAPA

Adakah seorang ibu yang menyuapi anaknya karena anaknya telah memberikan sesuatu kepadanya? Atau seorang Ayah yang mencukupi kebutuhan anaknya karena anaknya telah melakukan kerja keras baginya?
Tidak bukan?

Tuhan memenuhi kebutuhan kita karena cintaNya kepada kita. KepedulianNya bukan karena "bayaran" kita kepadaNya. Tuhan tidak membutuhkan kekayaan sebab kekayaan adalah milikNya.
Tapi ayat di Amsal ini berkata,
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu!"

Sudahkah anda memuliakan Tuhan juga dengan harta kita?
Apakah kita menghabiskan uang kita dengan tidak bijaksana? Ataukah anda bisa dipercaya dalam hal keuangan sehingga Tuhan dimuliakan?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pura-pura tuli?!

"Ah ini gara-gara Tuhan tidak mau bicara padaku dan memperingatkan aku! Andai saja aku diperingatkan,  aku tidak akan hancur seperti ini! Tuhan tidak sayang padaku!" 

Benarkah Tuhan diam? Ataukah kita benar-benar tuli? Atau.. Pura-pura  tuli?? 





Amsal 1:20-25  Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, 
di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya. 
"Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? 
Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu. 
Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, 
bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,

Amsal yang menarik bukan? 
Teryata Hikmat itu terus berseru2 memperingatkan orang2 yang berjalan dalam kesesatan. Tuhan tetap berseru bahkan bukan di tempat2 tersembunyi. TUHAN memperdengarkan suaraNya terus menerus pada kita di tempat2 lapang dan terbuka. Tuhan tidak bersembunyi! Manusialah yang bersembunyi dari Tuhan. 

Apakah anda menolah teguran dan didikan Tuhan? Oh bagaimana saya itu adalah didikan Tuhan? Ya anda akan mengetahuinya jika anda mau mendengar dengan rendah hati dan mengikuti pimpinan Roh Kudus untuk mendidik anda. 
Banyak orang bersikeras dengan pendiriannya dan menganggap prinsip itu baik. Tapi kita malah sedang mengabaikan hikmat Tuhan. Kita mengira bahwa ini bukan didikan! Tapi respon hatilah yang akan membukakan mata anda. Saat anda merespon semakin salah, semakin pahit dan marah maka anda tau? Anda sedang berhadapan dengan didikan Tuhan lewat segala hal yang anda hadapi sehari2. Dan jika respon kita semakin salah, maka anda akan semakin keras hati dan semakin bebal. 

Amsal 1:31-33  maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. 
Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. 
Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka." 

Orang yang tidak mau mendengarkan nasehat Tuhan dan bersikeras maka akan menuai buah perbuatan mereka. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS