RSS
Container Icon
Tampilkan postingan dengan label Kesaksian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesaksian. Tampilkan semua postingan

None But Jesus

 Beberapa lagu populer yang banyak dikenal dan sering didengungkan dalam ibadah umat Tuhan bertemakan hal ini..”None but Jesus”… tak ada yang lain selain Yesus, Yesuslah yang terutama dan tema-tema sejenis yang menomor-satu-kan Yesus. Sangat tepat dan memang seharusnya demikian, salah satu tema lagu yang ku sukai.
Beberapa bulan lalu aku diperhadapkan dengan pertanyaan penting yang mengerjakan suatu perubahan mendasar dalam hati dan hidupku. Pertanyaan sederhana yang sangat serius: “AnakKu, mengapa engkau mau mengikut bahkan (seperti yang kau katakana) mau membayar harga untuk kehendakKu? Mengapa engkau mau tetap bertahan dan setia kepadaKu?” aku berpikir sejenak, mencari dan menyusun jawaban terbaik yang bisa kuberikan. Namun, sebelum aku selesai merangkai sebuah jawaban, Tuhan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bisa saja menjadi jawaban untukku. Jawaban paling benar dan jujur yang selama ini tak pernah disadari dan diakui oleh kebanyakan orang yang mengaku menomor-satu-kan Yesus:
“Apakah karena surgaKu? (neraka memang bukanlah tempat yang nyaman dan tepat untuk menjalani kekekalan)”
“Apakah karena semua janji dan jaminan terbaik yang Kusediakan bagi orang yang percaya padaKu?”
“Apakah karena pertolongan-pertolonganKu yang selalu tepat untuk masa-masa sulitmu?”
“Apakah karena berkat-berkatKu?” seperti yang kau tau, berkatKu lah yang menjadikan seseorang kaya, bukan kerja keras manusiawinya.
“Apakah karena Aku satu-satunya jalan terbaik bagimu untuk mencapai semua impianmu?”
“Apakah untuk status ORANG PILIHAN yang Ku berikan kepada mereka yang berkenan dihadapanKu?”
“Apakah karena di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa?
Terikat oleh dosa dan diperbudak dunia dan kedagingan?”
“Atau mungkin selama ini kau mengikut Aku tanpa dasar dan pengertian apapun, hanya karena kekristenan orang tuamu atau hal-hal lain diluar dirimu yang begitu berpengaruh?”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Damai Kristus

Well………Syalom semua……….salam kenal untuk semuanya. Sebelumnya aku mau ucapin terima kasih buat my Lord Jesus yang udah melakukan banyak hal dalam hidupku, buat sahabat-sahabatku dikampus, rekan-rekan sekerjaku dalam Yesus Kristus terima kasih untuk semua pengorbanan kalian dalam hidupku dan juga untuk my story warta thanks buat kesempatan yang diberi buat gua.

    Disini gua mau bercerita tentang awal mula aku kenal Yesus, mulai memutuskan mengikuti Dia sampai semua proses dan banyak hal yang terjadi dalam hidupku. Gua dibesarkan bukan dari kalangan keluarga Kristen. Memang sejak kecil aku uda sering dengar tentang Yesus sesembahan orang Kristen, namun aku ga mau terlalu ambil pusing untuk cari tau lebih dalam tentang Yesus waktu itu. Bisa dibilang, masa kecilku adalah masa kecil yang cukup bahagia hehe…….orang tuaku memperlakukan aku selayaknya seorang anak-anak sampai akhirnya aku duduk dibangku SMP kelas 1, disitulah perjuangan hidupku dimulai. Ketika aku SMP kelas 1, aku termasuk anak yang sering dijadikan bulan-bulanan oleh teman-temanku disekolah. Namun justru karena hal itulah secara ga sadar aku terluka dalam hal pengakuan. Ketika kelas 2 SMP, aku pindah sekolah dari sekolah negeri favorit ke sekolah swasta dimana sekolah itu berisi anak-anak nakal bahkan lebih nakal daripada teman-temanku sewaktu di SMP negeri. Sewaktu aku masuk disana, aku sudah bertekad untuk menjadi seperti mereka untuk membuktikan kepada teman-temanku di SMP negeri bahwa aku lebih daripada mereka. Memang, sewaktu masuk pertama kali ke sekolah itu butuh perjuangan untuk membuat mereka menerima diriku, sampai akhirnya aku menjadi seperti mereka. Dan demi mendapatkan pengakuan yang aku cari selama ini, kenakalanku semakin menjadi-jadi dan temanku pun semakin banyak dan mayoritas mereka adalah berandal. Namun walau aku sudah mendapat banyak teman, aku tetap merasa dunia menolak aku, semakin aku ingin menjadi seperti dunia ini, dunia semakin menganggap bahwa aku tidak ada, aku tidak pernah eksis didunia ini, aku hanyalah sampah. Kekosongan ini berlanjut sampai aku duduk di bangku SMA kelas 1, dimana awal pertobatanku bermula.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemulihan Itu Indah!

Tuhan itu baik dalam hidupku, dalam perjalanan hidupku Tuhan selalu sertai aku. Waktu aku masih dalam kandungan mamaku, aku sempat akan digugurkan, tapi karena pada waktu itu usiaku dalam kandungan udah besar jadi dokternya tidak mau ngugurin aku. Puji Tuhan, walaupun dokter tidak mau menggugurkan aku, mamaku juga tidak mencoba mengugurkan aku dengan cara lain. Jadi aku tetap lahir di dunia ini. Sekalipun aku sempat hendak digugurkan akan tetapi mamaku tetap menyayangi aku dan aku tidak pernah merasa tertolak dalam keluargaku ataupun membenci mereka. Sungguh aku merasa Tuhan sangat menjaga hatiku sejak aku masih kecil. Sejak kecil aku juga menjadi anak yang tidak bisa mendendam, jarang marah dan tidak suka melihat pertengkaran ataupun perkelahian. Pernah pada waktu aku masih SD aku musuhan dengan temanku, kami gak ngomong sampai beberapa waktu, aku juga gak tau siapa dulu yang memulai. Suatu hari aku merasa ada sesuatu dalam hatiku (dan sekarang aku percaya itu Roh Kudus) yang meminta aku untuk minta maaf ke temenku itu dan akhirnya aku minta maaf ke dia. Setelah itu hubunganku dengan dia jadi baik bahkan dia menjadi salah satu temen deketku. Pemulihan dari Tuhan itu indah!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Berharga Dan Dikasihi-Nya

(Yesaya 43:4)
Sebagai anak kelima dari enam bersaudara yang mendapat julukan sang “Lucky boy” sepertinya menjanjikan kehidupan yang menyenangkan bagiku. Sungguh sangat membanggakan saat mendapat gelar itu, dan tentu saja menguntungkan. Karena apapun yang aku minta saat itu, semuanya diberikan oleh orang tuaku. Tapi adakah yang percaya bahwa dengan semua perlakuan istimewa yang ku terima sejak kecil, hatiku tak pernah merasa senang hanya ada kehampaan…!
Aku pun tumbuh dan menjalani masa remajaku (yang mungkin bisa ku sebut sebagai usaha untuk mengisi kehampaan) dengan petualangan mempelajari hal-hal yang ditawarkan dunia. Mungkin juga untuk sebuah penerimaan? Mencari jati diri? Entahlah.. Yang pasti aku melakukan apa yang “keren” di mataku saat itu; merokok, pergaulan bebas, minuman keras, dan lain-lain.

Aku merasa hancur saat (aku mengalami dan merasa) orang tuaku tidak lagi menyayangiku seperti dulu. Aku sering mencoba mencari kasih sayang dan perhatian diluar dengan pacaran dan hal-hal lain yang bisa membuatku merasa senang. Tetapi bukannya meninkmati kesenangan, aku justru semakin sengsara. Ku sadari aku sungguh  haus akan kasih sayang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perjumpaan Dengan Salib

Aku seorang anak yang tumbuh dalam keluarga yang cukup keras dan penuh tuntutan. Sejak kecil sampai remaja, selama di luar rumah, aku tidak pernah melakukan hal-hal yang aneh-aneh. Tapi ternyata seiring dengan berjalannya waktu, di rumah aku mulai menjadi pemberontak dan pemarah karena tekanan di rumah. Mama orang yang cukup perfeksionis. Hal itu disebabkan karena keluarga kami bukan orang yang kaya, jadi mama selalu tanamkan pada semua anak-anaknya harus pandai, cari uang yang banyak dan menjadi orang yang kaya dan sukses, supaya keluarga tidak dihina orang. Setelah aku berusaha keras untuk jadi anak yang pandai, namun tetap saja tidak bisa dapatkan nilai yang sempurna  untuk mama, akhirnya aku kecewa dengan diriku sendiri. Sedangkan papaku orang yang keras dan cepat emosi, jika papa tidak suka dengan tindakan kami, sebagai anak, dia langsung pukul dan mengata-ngatai kami (kata-kata yang tidak selayaknya). Sifat dan karakterku juga keras,  pemarah dan pemberontak itu malah membuat papa semakin keras padaku. Belum lagi kalau kami bertengkar antara satu dengan yang lainnya dengan menggunakan benda-benda tajam, saling mengancam bunuh diri dan melemparkan barang pecah belah yang ada. Aku semakin tertekan dan dan pahit dengan keadaanku. Dan tidak jarang aku ingin mengakhiri hidup, tapi selalu tidak jadi, karena ada ketakutan dalam pikiranku untuk masuk neraka.
  
Sewaktu kecil, tepatnya mulai dari TK aku selalu ingin jadi cowok, memakai pakaian cowok, tidak mau kalah dengan cowok dalam hal kekuatan. Sejak TK aku merasa tidak nyaman jika di dekati papa, aku selalu menghindar dari papa, dan hal itu menyebabkan papa semakin marah dan memukulku. Ternyata hal itu disebabkan karena dari sejak kandungan, papa suka menyakiti mama dengan kata-kata dan perilaku, dan hal itu menyebabkan aku membenci papa dari sejak kecil. Hari demi hari kulalui tanpa arah dan pegangan, kesepian dan kesedihan mewarnai hari-hariku. Dan akhirnya waktu SMA ku mulai mencari perhatian, rasa aman dan sosok seorang ayah yang tidak pernah aku rasakan, serasa mati rasa terhadap cinta dan kasih yang sesungguhnya. Hampir semua temanku adalah cowok. Sampai akhirnya aku merasa aku telah mendapatkan pegangan dan orang yang dapat diandalkan, yaitu sahabat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS