Beberapa bulan lalu aku diperhadapkan dengan pertanyaan penting yang mengerjakan suatu perubahan mendasar dalam hati dan hidupku. Pertanyaan sederhana yang sangat serius: “AnakKu, mengapa engkau mau mengikut bahkan (seperti yang kau katakana) mau membayar harga untuk kehendakKu? Mengapa engkau mau tetap bertahan dan setia kepadaKu?” aku berpikir sejenak, mencari dan menyusun jawaban terbaik yang bisa kuberikan. Namun, sebelum aku selesai merangkai sebuah jawaban, Tuhan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bisa saja menjadi jawaban untukku. Jawaban paling benar dan jujur yang selama ini tak pernah disadari dan diakui oleh kebanyakan orang yang mengaku menomor-satu-kan Yesus:
“Apakah karena surgaKu? (neraka memang bukanlah tempat yang nyaman dan tepat untuk menjalani kekekalan)”
“Apakah karena semua janji dan jaminan terbaik yang Kusediakan bagi orang yang percaya padaKu?”
“Apakah karena pertolongan-pertolonganKu yang selalu tepat untuk masa-masa sulitmu?”
“Apakah karena berkat-berkatKu?” seperti yang kau tau, berkatKu lah yang menjadikan seseorang kaya, bukan kerja keras manusiawinya.
“Apakah karena Aku satu-satunya jalan terbaik bagimu untuk mencapai semua impianmu?”
“Apakah untuk status ORANG PILIHAN yang Ku berikan kepada mereka yang berkenan dihadapanKu?”
“Apakah karena di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa? Terikat oleh dosa dan diperbudak dunia dan kedagingan?”
“Atau mungkin selama ini kau mengikut Aku tanpa dasar dan pengertian apapun, hanya karena kekristenan orang tuamu atau hal-hal lain diluar dirimu yang begitu berpengaruh?”






