RSS
Container Icon

Hati Yang Mau Dibentuk

Sadar atau tidak selama ini kita seringkali memberontak kepada Tuhan. Meskipun banyak dari kita yang sejak lahir sudah menjadi Kristen, sudah pelayanan, dan rajin beribadah dan membaca firman Tuhan, namun seringkali kita hanya sekedar membaca firman tersebut tanpa melakukannya. Kita tidak mau taat dengan perkataan Allah.

Memang tidak mudah untuk menerima teguran dari orang lain. Seringkali kita menjadi marah apabila ada orang-orang di sekitar kita yang mengingatkan kita ketika kita melakukan suatu hal yang tidak benar.

Mengapa demikian ??
Karena untuk belajar taat itu, kita perlu keluar dari zona nyaman kita.
•    Mungkin kita tidak mau terikat
Kita ingin hidup sebebas mungkin, tanpa ada seorangpun yang melarang kita untuk melakukan apapun.
•    Mungkin kita kecewa kepada Tuhan
Kita selalu menyalahkan Tuhan atas masalah-masalah yg terjadi dalam hidup kita, mengapa kita dapat mengalami hal-hal buruk. Kita selalu protes kepada Tuhan.

Untuk itu, kita perlu kerendahan hati dalam menerima setiap teguran Tuhan. Satu tokoh yang patut kita teladani dalam hal kerendahan hatinya adalah Daud. Ketika Daud ditegur oleh Nathan karena perselingkuhannya dengan Betsyeba dan akhirnya ia membunuh suami Betsyeba, ia menerima setiap teguran itu. "Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat dimataNya?  Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang;  isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon."  (2 Samuel 12:9).

Meskipun pada saat itu Daud adalah seorang raja, ia tidak tersinggung dengan teguran itu. Sebagai seorang pemimpin pun harus siap dalam menerima teguran karena pemimpin yang baik adalah orang yang memiliki kerendahan hati sehingga ia selalu mau dibentuk dan diajar. Ketika Daud menerima teguran itu, Daud bertobat. Dengan hati yang hancur ia datang kepada Tuhan dan memohon ampun atas dosa-dosanya, memohon pengudusan dan perkenanan dari Tuhan.
"Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!"  (Mazmur 51:12). 



Kuncinya adalah milikilah hati yang terbuka, maksudnya miliki hati yang siap untuk ditegur dan dikoreksi oleh Roh Kudus.


Mengapa kita perlu dibentuk ?
agar kita menjadi serupa dengan Kristus
Kita yang berdosa sebenarnya sudah kehilangan kemuliaan Allah seperti bejana yang sudah rusak biasanya akan dibuang oleh orang. Namun tidak sama dengan Allah kita, ketika kita sudah rusak, ia akan tetap memakai kita, Ia akan memproses kembali hidup kita sampai kita menjadi orang yang sempurna dan serupa dengan Kristus sehingga pada akhirnya kita akan memperoleh kembali kemuliaan Allah dan memancarkannya kepada setiap orang.

Proses pembentukan hati sangat menyakitkan sekali. Perlu kerendahan hati untuk taat pada firman Tuhan agar dapat dibentuk lewat teguran maupun masalah yang ada di hidup kita karena dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

Hati kita mula-mula akan diremukkan oleh Tuhan dan kita pasti merasa sangat sakit, namun ketika hati kita sudah mulai dibentuk oleh tangan Tuhan, kita akan merasakan betapa Tuhan sangat mengasihi setiap kita. Dia ingin agar kita menerima kemuliaan bersamaNya dan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mulia.

Karena Allah kita adalah Allah yang sempurna, maka rancangan-rancanganNya dalam setiap hidup kita adalah sempurna bagi kita.

Ratna Margaretha
Kelas Misi Menorah Mision Center (MMC)
Kelompok Yohanes Markus



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar