Pekerjaan kita untuk menjadi suci adalah dengan membawa seluruh kehidupan kita, dan setiap bagian dari diri kita, untuk tunduk pada aturan Allah Yang Kudus, dengan mempersembahkan setiap anggota tubuh dan kuasa di altar-Nya….Kesucian berasal dari Allah yang ada di dalam diri kita…Kesucian adalah melupakan diri kita sendiri dan mengenakan roh dan rupa Kristus..
Andrew Murray
Berikan Saya Jiwa-Jiwa! (James Brainerd Taylor)
12.14 |
Label:
Pemburu Tuhan
Saya jatuh di hadapan tahkta Allah, dan mempunyai kerinduan bagi jiwa-jiwa: saya rindu untuk membawa jiwa-jiwa kepada Kristus; saya meratap untuk memenangkan jiwa-jiwa, dan dengan penderitaan batin memohon untuk mendapatkan jiwa-jiwa sebagai upah saya. Saya bahkan merasa ingin menyerahkan kehidupan saya bagi jiwa-jiwa itu. Bukan uang yang saya inginkan. Jiwa-jiwa, saya merindukan jiwa-jiwa: “Berikan anak-anak kepada saya…” merupakan tangisan saya; dan akhirnya saya menangis dengan kerinduan dan berkata. “Inilah aku, Tuhan, dengan anak-anak yang Engkau berikan kepada saya..”
Memoir of James Brainerd Taylor, 1834
Memoir of James Brainerd Taylor, 1834
Ujian Berat Evan Robert
12.14 |
Label:
Pemburu Tuhan
Salah satu ujian yang paling berat yang pernah dihadapi Evan Robert pada saat kebangunan rohani adalah ketika dia menjadi objek penyembahan manusia. Seorang sahabatnya pernah menemukan dia terbaring di lantai sambil menangis kepada Tuhan untuk mengosongkan dirinya sehingga segala kemuliaan hanya untuk Tuhan
I.V. Neprash, dalam buku karya Richard Owen Robert,
Glory Filled the Land
I.V. Neprash, dalam buku karya Richard Owen Robert,
Glory Filled the Land
Kebangunan Rohani (William Reid)
“Dan kalau Penghibur itu datang,” kata Tuhan, “Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa.” Ini adalah satu-satunya jalan untuk memberikan penghiburan bagi orang-orang berdosa. Bukan kotbah tentang “Damai,damai,” yang akan mengatasi masalah ini. Anak yang hilang itu harus sadar akan keadaannya dan melihat kekurangan dan penderitaannya sebelum dia memutuskan untuk kembali pada bapanya.
Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Tuhan memulai karya-Nya yang agung dengan menginsyafkan dosa dalam hati seseorang. Sehingga hati yang keras dan sembarangan itu akan jatuh terluka dihadapan Dia. Mereka bangun dari tidur panjang kenikmatan daging mereka, menyadari bahwa mereka sedang menuju ke neraka. Mereka merasa seolah-olah hampir ditelan oleh jurang kehancuran. Perasaan bersalah yang amat tidak menyenangkan begitu menekan hati nurani mereka yang telah dibangunkan. Mereka tidak dapat menolak pekerjaan Roh Allah dalam hati mereka lagi. Mereka tidak dapat menutup mata lagi terhadap persoalan penting mengenai kekekalan.
William Reid, Authentic Record Of Revival, 1980
Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Tuhan memulai karya-Nya yang agung dengan menginsyafkan dosa dalam hati seseorang. Sehingga hati yang keras dan sembarangan itu akan jatuh terluka dihadapan Dia. Mereka bangun dari tidur panjang kenikmatan daging mereka, menyadari bahwa mereka sedang menuju ke neraka. Mereka merasa seolah-olah hampir ditelan oleh jurang kehancuran. Perasaan bersalah yang amat tidak menyenangkan begitu menekan hati nurani mereka yang telah dibangunkan. Mereka tidak dapat menolak pekerjaan Roh Allah dalam hati mereka lagi. Mereka tidak dapat menutup mata lagi terhadap persoalan penting mengenai kekekalan.
William Reid, Authentic Record Of Revival, 1980
Menjual Kepribadian? (James A. Stewart)
09.59 |
Label:
Pemburu Tuhan
Saya pernah diberitahu bahwa saya tidak akan pernah menjadi penginjil yang sangat terkenal karena saya tidak mampu “ menjual kepribadian saya”. Oh, sungguh memalukan! Pekerjaan kita adalah untuk memuliakan Kristus Tuhan dan bukan untuk meninggikan kepribadian kita. Dr. Herbert Lockyer, dalam peringatannya akan bahaya penginjilan yang akan menyanjung manusia, berkata, “jika ada seseorang yang cukup menarik, diberkati dengan kepribadian yang mempesona dan dengan kuasa untuk mempengaruhi orang banyak, orang itu seringkali lebih banyak dicari daripada Tuhannya”
James A Stewart, Evangelism
James A Stewart, Evangelism
Saya Hanyalah Sebuah Sumbu (D.H Dolman)
09.58 |
Saya hanyalah sebuah sumbu. Banyak di antara kita yang memerlukan waktu yang lama untuk mengerti hal ini. Hanya ketika sumbu itu dicelupkan ke dalam minyak, baru ia akan menyala. Jika anda ingin dipenuhi oleh Roh Allah supaya banyak orang datang ke gerejamu atau datang untuk mendengar engkau, maka Roh Kudus tidak dapat bekerja melaluimu. Jika orang mulai berkata-kata tentang sumbu itu, biasanya ada sesuatu yang salah dengan nyalanya.
D.H. Dolman, dalam buku James A Stewart, Evangelism
Babtis Aku Dengan Api-Mu (John Fletcher)
09.57 |
Label:
Pemburu Tuhan
Tuhan, saya berdiri merindukan minyak-Mu. Lampu saya hanya menyala remang-remang. Ini lebih menyerupai rami yang berasap daripada lampu yang menyala. Oh, jangan padamkan itu, jadikanlah api yang berkobar!
Aku rindu “kuasa dari Yang Mahatinggi” aku menginginkan “Pengurapan dari Yang Kudus” selamanya; aku ingin bejanaku penuh dengan minyak; aku ingin lampu terang Sorgawi, dan api kasih Ilahi menyala siang dan malam di hatiku; aku ingin darah-Mu menyucikanku dari segala dosa, dan iman yang kuat akan Firman-Mu yang menyucikan…
Aku percaya sekarang bahwa Engkau dapat dan mau membatisku dengan Roh Kudus dan api; tambahkan imanku. Tuhan, aku memerlukan babtisan-Mu, dan aku akan terus berkekurangan sampai babtisan itu terjadi
John Fletcher
Langganan:
Postingan (Atom)









