dan bencana yang tak tau kapan kesudahannya.
Tuhan ada ditengah Virus Corona
dan bencana yang tak tau kapan kesudahannya.
CURAHAN HATI JANJI SEORANG GEMBALA
Tuhan..
Aku ingin mengenggam tangan kawanan kecil yang dipercayakan padaku selamanya.
Mengusir singa dan anjing liar dari kawanan kecil yang Kau percayakan padaku.
Walau tangan dan kaki terluka,hati hancur tercabik,aku relakan agar mereka mengenal kasih dan kemurahan Bapa.
Aku berjanji, mengiring mereka masuk dalam tanah perjanjian yang penuh susu dan madu.
Tetapi mungkin tak selamanya tangan ini bisa.
Mungkin tak selamanya kekuatan ini ada.
Mungkin tak selamanya raga ini menjadi milikku.
Namun Jika saat itu harus terjadi,aku berharap tangan mereka semakin kuat dan perkasa.
Menjadi domba yang mampu mengalahkan setiap lembah dan bukit
bersama sang gembala Agung mereka.
Mungkin tak semua dapat mengingat semua cerita tentang aku.
Tetapi semua akan mengingat yang akan datang yang akan diperlengkapi dengan anugrah dan kemurahan
Saat malam tergelap itu tiba,saat aku tak terbangun lagi dari raga ini.
Saat itu cahaya terang akan menanti.
Bersama dengan awan saksi dan segala kemenangan yang Tuhan nyatakan.
Menjadi pelayan roh di rumah Bapa yang kekal.
Menjadi cerita baru dalam kekekalan.
Pagi ini,hanya ini doaku,berjanjilah untuk menjaga mereka dalam kehangatan KasihMu.
Berjanjilah sebetapa kuat mereka ingin keluar dari rencanaMu..dari kasih dan setiaMu..
Paksakan mereka untuk kembali dalam pangkuanMu selamaNya.
DHS 21 10 2004
Terus Terang Kamu Terang Terus
10 M Jaminan Sang Gembala Agung
Mazmur 23:1-6
23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Pada saat perjalanan ke luar kota, saya melintasi pedesaan yang dihiasi dengan sawah, sungai ataupun pepohonan. Ini bukan pemandangan yang asing buat kita yang tinggal di Indonesia. Tiap perjalanan dari kota ke kota apalagi di Pulau Jawa, kita akan melihat pemandangan yang menyejukkan mata ini.
Suatu saat, beberapa waktu lalu, saya tertuju pada pemandangan di tepi jalan sebelah kiri saya. Ada kerumunan domba atau kambing yang sedang mencari makan di rerumputan. Sedang tidak jauh dari sana ada seorang Bapak bertopi petani yang sederhan, duduk sambil memegang semacam tali? atau tongkat? lupa.. hehe..dia duduk mengawasi domba-domba yang sedang makan itu. Pikiran saya terlintas tentang bagaimana Tuhan Yesus memberi sebuah ungkapan dan kiasan yang mudah untuk kita pahami, bahwa Dia adalah GEMBALA yang baik buat domba-domba-Nya, yaitu kita.
HUBUNGAN PRIBADI
1. MENYEDIAKAN KEBUTUHAN
Sebagai Gembala Agung, Dia tidak pernah lalai menyediakan kebutuhan para domba-Nya. Sang Gembala lebih tahu apa yang domba-Nya butuhkan, walau seringkali si domba senang mencari mekanan bagi mereka sendiri, dan lebih memilih apa yang menurutnya paling baik.
Bukankah kita seperti itu? kita sering memilih apa yang kita "PIKIR" yang terbaik, namun lupa bahwa Sang Gembala lebih tahu apa yang jadi kebutuhan kita yang paling mendasar.
Seorang anak menjerit dan menangis bahwa dia tidak mau obat yang pahit, dia merasa membutuhkan gula-gula manis untuk menyamankan sakit yang sedang dideritanya, tapi sang Ayah tahu bahwa anaknya tidak boleh memakan gula manis sekarang, namun harus meminum obat yang pahit.
AYAH dan GEMBALA SURGAWI kita tahu apa yang benar-benar kita butuhkan, maukah kita berani mempercayakan seluruh kerinduan dan hasrat kita kepada-Nya?
Seorang muda sangat kesepian dan bagi dia, dia sedang membutuhkan seorang pasangan dari lawan jenis yang mencintainya, menerimanya dan menemaninya setiap saat. Tapi di mata Bapa, mungkin ini bukanlah kebutuhan mendasar bagi orang muda itu. Mungkin saja orang muda itu lebih membutuhkan PEMULIHAN gambar dirinya dan pemulihan pendamaian dengan Ayahnya di bumi.
2. MEMBARINGKAN
Sang Gembala tahu saat dimana domba-domba-Nya sudah merasa letih dan lelah.Terkadang si domba tetap saja tidak sadar bahwa dirinya sedang butuh istirahat. Banyak dari kita juga yang mungkin "GILA KERJA", "GILA PELAYANAN", tidak bisa berhenti berpikir..bagaimana ini..bagaimana itu..dan aku harus berpikir ini dan itu!. Apakah anda seperti ini? Saya sering harus memaksa diri dan pikiran untuk jangan berpikir :) karena tipe pemikir adalah tipe yang paling sukar untuk menerima mujizat! O..O...
Ya! tipe pemikir akan selalu mencari cara sendiri, kurang mempercayai kuasa dan karya kerja Bapa, susah beriman, susah percaya apabila tidak melihat.
Kita perlu DIBARINGKAN..walau terkadang dengan "Paksa"
Mungkin anda heran, tiba-tiba saja anda sakit dan terpaksa berbaring di rumah, nah! mungkin ini saatnya membaringkan diri dan mulai belajar percaya! Bahwa bukan apa yang kita kerjakan saja yang akan menghasilkan, namun karya Tuhan jauh lebih besar dari apapun!
3. MEMBIMBING
Gembala yang baik membimbing dengan kasih bukan dengan menggurui namun membimbing dengan kasih dan didikan. Mendidik itu beda dengan hanya sekedar mengajar. Bapa kita membimbing, menuntun setiap langkah demi langkah kita kepada Jalan Kebenaran yang penuh kehidupan. Dia membimbing kepada TUJUAN ILAHI yang SEMPURNA, TANAH PERJANJIAN yang kekal.
4. MENYEGARKAN
Gembala kita tidak mau domba-domba-Nya mengikuti Dia dengan wajah cemberut dan kesedihan. Namun Dia mau kita mengikuti Dia dengan gembira, bahagia dan segar. Dia menyegarkan jiwa kita, hati kita dengan kebaikan dan cinta-Nya yang selalu baru setiap hari.
5. MENUNTUN
Seperti seorang anak kecil yang sedang digandeng ayahnya saat berjalan di kerumunan banyak orang. Anak kecil itu akan tersesat apabila ayahnya tidak menggandeng dia dan menuntunnya. Bapa kita Gembala yang menuntun. Dia bukan Gembala yang membiarkan. Dia mau menggandeng kita dalam segala yang kita alami dalam setiap masa kehidupan kita.
6. MENYERTAI
Bapa berjanji terus menerus dan mengingatkan kita semua, bahwa Dia adalah Tuhan yang tidak pernah dan tidak akan sekali-kali meninggalkan kita. Apakah anda pernah merasa ditinggalkan Tuhan? Saya pernah! Namun perasaan saya pada saat itu, tidak bisa menjadi bukti bahwa Tuhan benar-benar telah meninggalkan saya. Saya sedang kalut, jiwa saya kacau, dan saya sedang meraba-raba jalan Tuhan, atau mungkin saya sendiri telah sesat hati dan sesat pikiran. JANGAN MEMPERCAYAI PERASAAN ANDA! percayai Firman Tuhan melebihi semua perasaan kita.
7. MENGHIBUR
Bukankah anda sering menyadari ini? Saya sering mendapati bagaimana Tuhan menghibur hati saya dengan cara yang tak terduga. Cara Gembala kita menghibur kita dengan cara yang berbeda-beda dan tidak selalu harus memberikan semua yang kita inginkan agar kita menjadi terhibur.
Tuhan Bukan Motivator tapi Creator! - Ps. Daniel Hadi Shane
Tuhan bukan motivator untuk memompa jiwa kita dan terus mendorong menjadi besar versi Tuhan.
Tapi Tuhan adalah Creator yang hebat! Ia dapat membuat segala sesuatu dengan hebat!
Tuhan memang besar tapi bukan "obesitas"!
Kita pikir kita harus selalu melakukan segala sesuatu yang berskala besar dan besar padahal ukurannya adalah bukan dari ukuran manusia.
Sebuah panggilan Tuhan itu indah. Jika ia dianggap Tuhan sudah menyelesaikan panggilanNya maka ia sudah menyelesaikannya.
Saat ada orang yang didoakan untuk dipakai menjadi luar biasa. Dia mendapat mimpi dan visi. Saat dia menghadapi kenyataan, ia terbangun dan melihat keadaan tidak mudah. Pernah alami KONDISI INI?
Kita berkata "Saat aku berdoa semuanya begitu indah dan nyata dalam visionku.. Tapi mengapa begini keadaannya?"
Saat itu kita harus meminta mata iman dari Tuhan! Jangan melihat keadaan saja. Jika itu adalah janji Tuhan maka percayalah Tuhan akan menggenapinya dengan cara dan waktuNya.
Ps. Daniel Hadi Shane
Tuhan Mendidik dan Menguji Hatimu! - Ps. Daniel Hadi Shane
Hal ini menarik untuk kita cermati.
Tuhan tidak suka keangkuhan, namun kerendahan hati.
Ia ditimpa murka, seperti "kutuk". Sebuah "kutuk" yang mengerikan apabila hidup terpisah dari Tuhan, langit menjadi tembaga. Kutuk terbesar adalah saat kita tidak bisa merasakan hadiratNya, kasihanya lagi. Sekalipun mungkin harta kita bertambah banyak dan sukses, tapi kehilangan hubungan pribadi dengan Tuhan.
Seorang ayah yang mendidik anak2nya akan mendidik dengan kuat karena ia butuh generasi untuk melanjutkan estafetnya. Seorang ayah melatih anaknya. Kadang anak tidak mengerti pikiran ayahnya. Anak masih berpikir seperti anak2. Bapa kita bukan seperti "Majikan/bos" dibumi, tapi Ia mendidik anak2Nya supaya anak2Nya naik level menjadi orang2 yang luar biasa di masa yang akan datang!
2 Tawarikh 32:31 (TB) Demikianlah juga ketika utusan-utusan raja-raja Babel datang kepadanya untuk menanyakan tentang tanda ajaib yang telah terjadi di negeri, ketika itu Allah meninggalkan dia untuk mencobainya, supaya diketahui segala isi hatinya.
Ini sebuah pengujian. Saat semua tanda2 ajaib itu berhenti. Tuhan menguji hatinya. Saat Billy Graham suatu saat tidak mengalami hadirat Tuhan lagi, dia mendapat surat dari ibunya yang mengatakan untuk mencari dan memegang tangan, saat kegelapan terjadi belajar untuk tetap percaya dan memegang tangan Tuhan.
Tuhan meninggalkan Hizkia keduakalinya untuk melihat hatinya apakah ia memilih Tuhan?
Tuhan juga menyelidiki hati kita, menguji kita. Saat keuangan kita di goncangkan, apa kita tetap berkata Tuhan tetap baik?
Ketika Tuhan kelihatannya meninggalkan kita, Ia tidak mau kita hancur tapi Ia tetap mengawasi dan menjaga kita.
Iman bukan karena melihat. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita!
Ps. Daniel Hadi Shane
Lompatan Iman! Belajar dari Janda di Sarfat - Ps. Daniel Hadi Shane
Keadaan janda itu begitu miskin tapi justru Tuhan menyuruh Nabi Elia pergi kepadanya untuk meminta makan.
Elia taat kepada Tuhan demikian juga Janda ini memiliki iman.
Ia tidak melihat Elia yang terlihat begitu biasa dari penampilannya.
Ia tetap percaya dan memberikan makanan terakhirnya kepada Nabi Elia.
Anak janda itu kemudian meninggal. Keadaan semakin buruk. Kemudian Elia memohon kepada Tuhan dan Tuhan membangkitkan anak Janda Sarfat
Jika hatimu diserahkan pada Tuhan maka akan terjadi mujizat.
Banyak orang yang tidak sungguh-sungguh melayani Tuhan. Melayani karena untuk mendapat roti.
Tapi jika hidup kita bergantung penuh dan sungguh-sungguh menyerahkan hati kita maka percayalah Tuhan tidak akan pernah membiarkan dan tidak akan pernah mempermalukan orang-orang yang percaya kepada Tuhan
Iman bukan memaksakan Tuhan sesuai dengan pemikiran kita.
Iman itu diproses. Jangan takut diproses oleh Tuhan. Jangan hitung-hitungan dengan Tuhan tapi serahkan hatimu kepada Tuhan.
Setialah dalam perkara kecil. Jika doamu belum dijawab, janganlah marah karena Tuhan ingin menaikkan level kita.
Orang yang mengalami satu kemuliaan akan mengalami kemuliaan selanjutnya. Satu kemenangan akan membuat kita rindu menjadi pemenang dan pemenang lagi untuk selanjutnya.
Jadilah pemenang di dalam Tuhan. Ijinkan Tuhan melatih iman kita.
Ps. Daniel Hadi Shane








