Ikatan Roh
Memenangkan Sejarah
MANISKAN jiwaku dengan kemanisan jiwa-Mu..
Segarkan rohku dengan MATA AIR Kesukaan-Mu..
kuatkanku dengan janji-janji-Mu..Tak akan tertunda..tak akan dilupakan..
JANJI-MU yang menghidupkanku..
Firman-Mu Terang bagi kegelapanku! Cinta-Mu Sumber Kekuatanku…
Tutuplah mata dan hatiku bagi dunia ini..dan kuberikan untuk-Mu..
Jika dunia bertanya..mengapa?
Jika semua orang bertanya..bahkan jikalau jiwaku bertanya jua…
maka aku juga tak punya jawaban …
mengapa Dia memilihku??...
Kehidupan adalah kasih karunia ..roh yang terhembus adalah kesayangan-Nya sendiri..
tak ada alasan lain mengapa aku menempuh JALAN ini..kecuali….karena DIA..
Dia satu-satunya alasanku tuk bertahan..alasan untuk hidup..alasan untuk menangis ataupun tertawa..alasan untuk tetap menjalani kisah yang kadang penuh pertanyaan..
Jadi..DUNIA..berhentilah bertanya kepadaku! Biarlah mataku hanya tertuju kepada Kekasihku..hai jiwaku, berhentilah bertanya dan taatlah!..hai dagingku, kau ada dalam kuasa Tuhanku!
Dunia..selalu mencoba mengubah cerita yang Bapa berikan..dengn cerita biasa dari manusia yang nampak sempurna….CERITA SAMA yang terus diulang-ulang sepanjang masa…..untuk apa kita hidup??
Jika tanpa SEJARAH baru…untuk apa mengulang kisah yang sama? Tetapi tubuh dan jiwa yang terkutuk dalam hukum dosa..hanya KEBENARAN yang dapat menjawabnya…
Sejarah akan terus berulang…sampai ada yang masuk kedalam sejarah itu..menjalaninya, mengubah dan memenangkannya! Apakah engkau pengubah sejarah itu??
BERDOA
• Lukas 11:1
• Matius 6:5-7
Lakukan lah disiplin Doa jika setiap kita pribadi mengaku dan percaya bahwa Kristus itu adalah Juruselamat.
Dari ayat – ayat yang kita baca diatas dapat menjadi prtunjuk kita untuk berdoa dengan Allah Bapa dengan benar yaitu ada 5 petunjuk praktis tentang berdoa.
1. Jangan mengenakan Topeng
Begitu banyak orang yang suka berdoa dirumah ibadah dimana saja karena tujuannya agar dilihat orang, itulah yang dimaksud dengan mengenakan topeng.
Karena Doa yang sesungguhnya itu kita harus memiliki ketulusan dan kesungguhan kepada Kristus, karena Allah adalah penguasa dari semua yang ada.(filipi 4:6)
Jadi didalam Tuhan semuanya harus serius.(Yakobus 5:17)
2. Ucapkanlah Doa itu secara jujur dan sederhana (Matius 6:7)
3. Temukan tempat yang sunyi untuk berdoa, masuklah kamar mu dan tutup pintu.
Dia bukanlah Tuhan yang jauh dan tuli, tetapi Dia maha pendengar setiap Doa dan seruan kita. Dan Dia akan mengabulkan Doa kita.
(2 korintus 1:18-20)
4. Berbicaralah sebagai seorang anak yang berbicara kepada Bapa.
• Mazmur 102:27-28
• Ibrani 1:11-12
5. Jangan bertele-tele.
Yaitu Doa yang ngelantur dan tidak ada ujungan ketika kita berdoa, Berdoalah yang fokus pada Tuhan.
Carilah Tuhan Allah selama kita masih punya kesempatan dan kebebasan untuk mencari Tuhan karena di Ibrani 13:8 mengatakan bahwa Yesus tetap baik kemarin, maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Sedangkan manusia sendiri memiliki 3 kalender yaitu:
1. Masa lalu
2. Masa kini
3. Masa yang akan dating.
Gunakan lah waktu yang ada bersama Kristus karena waktu-waktu ini adalah waktu yang jahat.(Lukas 10:19)
Banyak Anggota Tapi 1 Tubuh
Roma 12:4-6, 1 Kor 12-26
Terkadang kita merasa iri dengan orang lain. Kita merasa minder dengan kemampuan orang lain. Kita mungkin sering berkata, dia emang jago kok, aku yang tidak bisa apa-apa. Perasaan ini lah yang membuat umat Tuhan enggan untuk melayani Tuhan. Mereka merasa tidak memiliki sesuatu untuk menjadi persembahan kepada Tuhan. Dikatakan dalam Roma 12:4 “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu memiliki tugas yang sama”.
Kita semua diciptakan memiliki talenta-talenta yang berbeda. Sekecil apapun kemampuan dan sebesar apapun kemampuanmu, asalkan itu menyenangkan hati Tuhan, tidak masalah. Kita memiliki tugas masing-masing di dunia ini. Di mata Tuhan tidak ada yang paling lemah, tidak ada yang paling istimewa, semua sama di mata Tuhan.
Saat aku dulu pertama kali melayani, aku masih minder. Aku merasa tidak mampu untuk melayani Tuhan. Aku kemudian teringat sebuah kisah yang pernah aku baca di buku pelajaran agama Katolik ku (Aku sekolah di sekolah Katolik). Aku agak lupa gimana ceritanya, aku ceritakan yang aku ingat.
Kerendahan hati
“Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan” (Mazmur 149 : 4)
Orang yang rendah hati adalah orang yang tidak semata-mata memikirkan dirinya sendiri atau mencari pujian bagi diri sendiri, tetapi "...menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;" (Filipi 2:3b). Orang yang rendah hati adalah orang yang rela melayani karena menyadari bahwa dirinya adalah hamba. Rendah hati juga bisa diartikan sebuah sikap untuk selalu terbuka dalam mendengarkan nasehat, mau dikritik dan menerima masukan. Terkadang diri kita pun masih sulit untuk menerima kritikan atau masukan yang bahwasanya kritikan atau masukan itu adalah sebuah KEBENARAN tentang diri kita. Kita cenderung mengabaikan kritikan / masukan tersebut, terlebih lagi jika yang menyampaikan adalah orang yang lebih muda, lebih rendah posisi / jabatannya, atau mungkin dari atasan / pemimpin kita bahkan dari TUHAN sendiri yang seharusnya kita taat pada-Nya. Banyak orang Kristen tidak menyadari akan hal ini. Karena kaya, kita menjadi tinggi hati dan menganggap rendah orang lain yang di bawah kita; ketika pelayanannya sudah berhasil dan menjadi hamba Tuhan, tidak sedikit yang menjadi lupa diri. Sikap kita pun mulai berubah, pilih-pilih ladang pelayanan, mau melayani asal fasilitasnya memadai dan lain-lain.
Kerendahan hati juga jadi salah satu syarat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, karena hanya dengan kerendahan hati ia mampu memahami setiap permasalahan yang dihadapi. Mari kita ambil contoh dari Daud. Daud memiliki hati yang luar biasa. Berbagai masalah dilalui oleh Daud dengan penuh penderitaan tetapi juga selalu penuh dengan kemenangan. Kuncinya ada di kerendahan hati yang Daud miliki. Kerendahan hati membuat Tuhan berkenan kepada kita. Dia melihat orang-orang yang rendah hati dan mencurahkan berkatNya bagi mereka.
Perkenanan Bapa
Perkenanan Bapa... Seringkali kita mempertanyakan perkenanan dari Bapa, apakah Bapa berkenan kepada saya atau Bapa tidak berkenan kepada saya, kita sering mempertanyakan akan perkenanan Bapa itu. Pada umumnya orang sering mengaitkan perkenanan Bapa dengan hal-hal seperti dalam ekonomi kita dalam pekerjaan kita dan lain-lain.
Sebagai ilustrasi saya mengambil contoh seorang mahasiswa yang akan menghadapi ujian praktikum tetapi tidak melakukan apa yang menjadi bagiannya yaitu belajar, setelah menghadapi ujian dan mendapatkan nilai dari dosen ternyata nilai yang didapatkan rendah dan mahasiswa tersebut menganggap bahwa Tuhan tidak berkenan kepadanya dan tidak mau membantunya. Akan tetapi apakah benar Bapa tidak berkenan kepada dia ?? Tentu bukan seperti itu, perkenanan Bapa berbicara tentang apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang Bapa inginkan sehingga Bapa juga turut bekerja dalam tindakan kita. Yang dilakukan oleh mahasiswa tadi apakah tidak berkenan kepada Bapa ?? ya, karena dia tidak melakukan apa yang menjadi bagiannya dengan baik dan hanya berharap akan pertolongan Bapa tanpa ada usaha sama sekali. Saya pernah mendengar suatu perkataan yang berbunyi bahwa “kerjakanlah bagianmu dan biarkan Allah mengerjakan bagiannya”. Jika kita menginginkan sesuatu agar terjadi kita harus mengimaninya dan meminta perkenanan Bapa serta mengerjakan apa yang menjadi bagian kita seperti apa yang telah dikatakan dalam :
Yakobus 2 ayat 17 “ Demikian juga halnya dengan iman : jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. “ dan
Yakobus 2 ayat 22 “ Kamu lihat, bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna “
Dari ayat ini sudah dijelaskan bahwa imani apa yang hendak kau kerjakan dan lakukanlah bagianmu, serta jangan lupa meminta perkenanan Bapa.
Hidup di dalam Iman yang benar
Yudas 1:1:16
Berisi tentang surat “dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus.”
Di dalam setiap kehidupan kita sebagai anak-anak Bapa, jangan pernah kita menyerah dalam hal percaya dan hidup di dalam Kristus Yesus. Yudas berusaha menasihati kita untuk tetap mempertahankan iman yang benar, iman yang bersumber akan pengenalan Tuhan Yesus Kristus, karena pada akhir jaman ini, telah ada orang-orang yang telah masuk menyusup yaitu orang-orang fasik yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Mereka adalah orang-orang yang telah ditetapkan untuk dibinasakan. Pada ayat ke 5 dikatakan bahwa tidak semua yang telah meninggalkan mesir, akan diselamatkan, namun orang-orang yang tidak percaya akan dibinasakan-Nya.
Meskipun kita telah mengenal Jalan Kebenaran, janganlah kita masih hidup dalam kebiasaan seperti dahulu, namun hiduplah dengan takut akan Tuhan dan percaya akan setiap janji-janji Tuhan yang akan menyelamatkan kita. Pada ayat ke 9 dikatakan bahwa malaikat Mikhaelpun yang sedang berhadapan dengan Iblis, tidak berani menghakimi iblis itu dengan kata-kata hujatan, dan hal yang sangat mengejutkan dan baru juga saya sadari, malaikat Mikhael mempertengkarkan mengenai mayat Musa, pada kitab ulangan 34:5-7 ternyata Musa mati ketika penglihatannya belum kabur dan kekuatannya belum hilang (Ul 34:7), dan ketika Musa mati, Tuhanlah yang menguburkan Musa di suatu tempat yang hingga saat ini tidak ada orang yang tahu kuburnya Musa, seperti yang tertulis dalam kitab Ulangan 34:6 “dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.” Pada ayat ke 11 dikatakan bahwa siapapun yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain, Bileam, dan Korah. Kain berbicara perihal iri hati, dengki, kemarahan, bahkan kepada saudaranya sendiri. Bileam berbicara perihal penyesatan, kebebalan, persembahan berhala dan perzinahan (2 pet 2:16, Why 2:14).





