RSS
Container Icon

Kekuatan Terbesar

KEKUATAN terbesar yang kita miliki adalah 
dengan berkata “ BE IT UNTO ME” 
dan 
“YOUR WILL BE DONE!”. 
Dengan demikian PENYERAHAN
 itu akan menghasilkan sesuatu yang  sangat besar!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Percayai

Ada kalanya kita tidak boleh mempercayai diri sendiri, jangan mempercayai perasaanmu..pikiranmu…jiwamu..kekuatanmu..hanya PERCAYAI kepada apa yang Dia katakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rahasia Cinta Sejati

Cinta yang sudah tercemari dengan racun dunia tidak akan seindah yang dirancangkan-Nya mula-mula..Cinta sejati selalu siap mendapatkan dan melepaskan..

Ada banyak jenis cinta dibumi ini..namun pada hakekatnya itu bukan cinta..Banyak cinta egois, cinta kewajiban..cinta pura-pura..cinta kebiasaan…ataupun cinta karena..status..
Tetapi CINTA SEJATI akan selalu menerimamu apapun keadaanmu dan tetap mengharapkan yang terbaik..tanpa merasa lelah..

CINTA adalah DOA dari roh yang terdalam..CINTA SEJATI akan memukulmu tanpa merendahkan martabatmu..merangkul dengan tulus tanpa nafsu duniawi yang kotor..Cinta akan mampu menanti..

Cinta sejati membuatmu merasa betah berlama-lama..damai dan tenang..aman saat didekatnya..tidak ada ketakutan dalam cinta..namun selalu ada pengharapan yang suci..

Cinta sejati rela melepaskan demi kepentingan banyak orang..namun menyimpan semua rahasia hatinya rapat-rapat..mengukir cerita kekal bagi Kerajaan-Nya..

Cinta sejati akan bermakna jika ada dalam rencana Ilahi yang sempurna..akan indah bila kita mencintai Pencipta kita lebih dari apapun pemberian-Nya..

Jangan mengingini cinta sebelum WAKTU yang dikehendaki-Nya..jangan pula membangkitkannya..sebab dia adalah API yang menyala yang susah untuk dipadamkan..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hikmat Sesuai Kebenaran

Amsal 9 : 10 a mengatakan permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan.
Ayat ini mungkin sering kita dengar, tetapi hikmat yang seperti apa yang dimaksudkan Tuhan ? Hikmat sudah berorientasi kepada pengetahuan. Apa yang kita pikirkan, katakan atau kita perbuat hendaknya berhikmat. Hikmat yang dimaksudkan adalah Allah sendiri. Apapun yang kita pikirkan, katakan atau apapun yang kita perbuat hendaknya perbuatlah dengan kasih dan kebenaran. Kebenaran yang dimaksudkan adalah kebenaran firman Tuhan.

Kita dapat mengetahui kebenaran firman Tuhan jika kita merenungkannya siang dan malam. Seperti yang dikatakan oleh salah satu tokoh Alkitab Daud. Dalam Mazmur 1 : 1 – 2, mengatakan kita akan berbahagia jika merenungkan taurat Tuhan siang dan malam. Kita tahu Daud adalah seseorang yang dikasihi Tuhan. Ia bukan manusia yang sempurna sehingga ia dikasihi Tuhan karena beberapa kali alkitab mencatat bahwa Daud masih jatuh bangun dalam dosa. Ia sama seperti kita. Namun mengapa ia amat dikasihi oleh Tuhan?

Hal ini juga tercatat dalam Alkitab dimana Daud memiliki kelembutan hati, ia mau segera sadar dan mohon ampun akan dosa-dosanya. Ia juga tahu benar siapa Allah yang ia sembah. Salah satu contohnya terlihat dalam 1 Taw 21 yang bercerita ketika pada waktu itu ia berbuat dosa, ia minta ampun dan Tuhan memberinya 3 pilihan untuk menjalani masa hukumannya. Daud memilih untuk dihajar oleh Tuhan secara langsung yaitu penyakit sampar yang melanda negerinya. Daud memiliki alasan kuat dengan pilihannya seperti yang tersampaikan dalam 1 Taw 21:13, bahwa ia mengenal Allahnya yang maha pengasih. Iman yang kuat seperti Daud ini bisa kita miliki, jika kita tahu hati Tuhan seperti apa. Hati Tuhan dapat kita ketahui jika kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Dengan memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan lewat membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap harinya dan berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa, maka kita akan semakin mengenal Tuhan kita. Hubungan dengan Tuhan tersebut dimulai dengan memiliki sikap hati yang takut akan Tuhan, maka kita akan memperoleh hikmat dari Allah sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jemaat Efesus dan Kita

Wahyu 2 : 1-7

Pada kitab Wahyu pasal 2 – 3 berisi tentang tujuh jemaat di mata Allah. Ada yang berkenan di hadapan Allah, dan ada yang tidak berkenan. Jika kita baca dan renungkan, sebenarnya apa yang dilakukan oleh para jemaat ini tanpa kita sadari kita lakukan juga. Salah satunya adalah Jemaat di Efesus.
Jemaat di Efesus :

1.    Mengerjakan setiap pekerjaan Tuhan dengan tekun dan sabar menderita karna Yesus.
Bagaimanakah sikap hati kita dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan? Apakah dengan bersungut2? Amsal 8 : 17 mengatakan : “Aku mengasihi orang – orang yg mengasihi aku dan org yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.” Mari kita tekun, maka kita akan mendapatkan Kristus.

2.    Tidak sabar terhadap penyesat dan orang2 jahat
Kita tahu bahwa sekarang adalah zaman akhir dan akan banyak penyesat – penyesat. Bagaimana respon kita terhadap para penyesat itu? Apakah kita biasa – biasa saja? Atau tenang-tenang saja? Atau malah kita mengikutinya? Lalu bagaimana kita dapat mengetahui si penyesat atau tidak?
-    Sering membaca Firman
-    Berdoa
-    Belajar mendengar suara Tuhan lewat Roh Kudus atau Hati nurani kita.
-    Berkomunitas yang benar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bukan Aku Lagi

“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)

Tuhan telah menyelamatkan kita dengan kematian-Nya di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya dari alam maut. Ia telah menebus segala dosa dan kesalahan kita, yang seharusnya kita tanggung. Namun, dengan penebusan-Nya, Ia telah membayar lunas kehidupan kita di dunia, sehingga secara nyata, hidup kita saat ini bukanlah milik kita lagi melainkan bait Roh Kudus dari Allah. Oleh karena itu, kita harus menggunakan seluruh bagian dalam kehidupan kita saat ini untuk memuliakan nama Tuhan (1 Kor 6:19-20).

Dalam hal ini, memuliakan nama Tuhan sebagai tujuan hidup kita, identik dengan apa yang disebut sebagai perkenanan Tuhan. Perkenanan Tuhan berbicara bagaimana Tuhan hadir dalam hidup kita ketika kita mau mendekat kepada-Nya. Orang yang dekat kepada Tuhan ialah orang yang menjauhkan dirinya dari segala kejahatan dan tidak memiliki hati yang mendua kepada-Nya (melakukan banyak kebaikan tetapi tetap hidup dalam banyak kejahatan dan dosa-dosa) (Yak 4:8).

Tuhan menginginkan kita dengan cemburu (Yak 4:5), namun dalam hal kasih karunia, Ia menganugerahkannya secara melimpah kepada kita yang punya kerendahan hati untuk mau menerimanya. Agar kita punya hidup yang berkenan kepada-Nya, kita harus memiliki hidup yang berbeda dengan dunia ini. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan, melakukan segala sesuatunya karena uang, berdusta, hidup dalam keterikatan dan belenggu dosa, kesombongan, keegoisan dan kemarahan; hal-hal seperti itulah yang sedang terjadi di dunia akhir-akhir ini. Dengan menolak semua keduniawian dan berubah sesuai dengan pembaharuan dari Tuhan, akan membuat kita menyadari hal-hal yang dikehendaki Tuhan : segala yang baik dan berkenan kepada-Nya (Roma 12:2).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kasih Yang Kekal

Saya akan mengawali dengan satu pertanyaan.

Apakah anda pernah merindukan kasih yang tidak akan berubah? 
Semua hal di bumi ini akan berlalu. Cinta manusia akan berlalu, kekayaan akan berlalu, penderitaan dan badai kehidupan pun akan berlalu. Tetapi hanya ada satu hal yang tidak akan pernah berubah, yaitu Tuhan kita. Segala hal yang berkaitan dengan Tuhan tidak akan pernah berubah. Kasih-Nya, pengharapan di dalam-Nya, janji-janji-Nya. Bahkan Tuhan berkata Dia akan tetap setia saat kita tidak setia.

Begitu besar kasih-Nya pada kita! Sebegitu besarnya kasih Tuhan pada kita, Tuhan mengaruniakan putra-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk menebus dosa kita di kayu salib. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh keselamatan. Dan darah Yesus yang tercurah ini tidak mungkin dapat digantikan dengan perbuatan baik kita! Bagaimana mungkin darah Yesus yang mulia digantikan dengan perbuatan kita, yang seringkali kita berbuat dosa daripada berbuat baik! Seperti dikatakan dalam Injil Yohanes 14:6, Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Selain beroleh keselamatan, Tuhan juga berjanji bagi kita yang percaya kepada-Nya bahwa kita akan beroleh hidup yang kekal! 1 Yohanes 5:11-13, Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS