“Jika aku mengikut Yesus, mengapa begini?”
”Jika ini visi dan panggilan dari Bapa, mengapa sangat sulit dan penuh tantangan?”
”Jika Yesus penuh cinta..mengapa hidupku selalu menderita?”
”Jika Yesus sanggup dan berkuasa, mengapa aku masih sakit dan semakin parah?”
”Jika....”
Bagaimana jika kita berpikir seperti ini...
”Jika Bapa tidak mengutus Yesus untuk menyelamatkan manusia, bagaimana nasib kita?”
”Jika Yesus tidak mau mati dan tidak bangkit bagi kita, apa yang akan terjadi?”
Sering manusia bertanya dalam kehidupan…berandai-andai..dan lebih tepatnya meragukan Yesus. Ada seorang yang sharing kepada saya ”saya tidak tahu dimana saya meletakkan Yesus didalam hati saya..saya tidak dapat melihat Dia dan bagi saya agak susah membayangkannya..apalagi sejak tahu memang ada yesus imajinasi atau yesus palsu..saya semakin takut juga jika bayangan saya salah..”
Memang ada yesus dan mesias palsu, bukankah semua sudah dinubuatkan dalam firman-Nya? Tetapi Yesus yang sejati selalu ada dan berjaya sampai selamanya, tak tergoyahkan dan kekal...bagaimana peran Yesus dibumi yang sekarang ini? Sehingga kelihatannya kita tidak mendapat jawaban-Nya? Benarkah Dia tidak lagi mendengar suara doa kita? Ataukah kita yang sebenarnya salah dalam menilai semua kehidupan ini dan jalan hidup kita?
Kehidupan tidak pernah ada yang sempurna..tetapi manusia merindukan sebuah kesempurnaan, bukan? Jika kita merindukan pasangan, kita mendambakan kisah dongeng putri cantik dan pangeran yang tampan, bersanding dan bahagia selama-lamanya..atau jika kita merindukan kehidupan ini, kita merindukan semua pekerjaan yang sempurna, orang tua yang sangat baik dan penuh kasih serta jalan hidup yang penuh kebahagiaan…
Sungguh menyentuh hati saya, sebuah buku yang berjudul “HATIKU UNTUK ALLAHKU”. Menarik sekali buat saya untuk membelinya di toko buku. Dan isinya adalah bagaimana sifat-sifat buruk dan cara menghancurkannya..Disana yang paling menarik hati saya adalah tentang kecemburuan….
Tak saya sadari, itu banyak bercokol di hati kecil saya yang licik…yah, semua hati manusia memiliki sisi yang sangat jahat dan buruk…bagaimana dengan anda?
Apakah kita menjadi selalu bertanya kepada kehidupan ini? Bahkan mungkin menyalahkan Bapa atas semuanya..ketika kita melihat jalan hidup orang lain kelihatannya baik, dan lebih bahagia dari kita? Kadang..saya juga masih bertanya..apakah arti kebahagiaan??...
Selamat datang 2011!
KEBANGKITAN LAZARUS (Pelajaran Berharga)
Sangat menyedihkan mendengar kabar orang yang kita kasihi sedang sekarat dan oran-orang yang kita kasihi begitu bersedih karena suatu perkara. Yesus mendengar kabar bahwa Lazarus yang dikasihi-Nya telah sakit. Apa reaksi Yesus? Ya, Dia malah sengaja tetap tinggal 2 hari di tempatnya. Ini berarti BAHAYA! KETERLAMBATAN?
Pernahkah anda merasa dipermainkan oleh Tuhan? Kita berteriak dan marah kepada Tuhan dalam doa kita “ Mengapa Kau senang mempermainkan hidupku?!” Oh..saya menyesal..saya pernah mengatakannya kepada Bapa. Atas sesuatu dan banyak hal yang terjadi dalam hidup saya, yang tidak sanggup saya pahami waktu itu. Saya berpikir Dia sedang mempermainkan saya! Sengaja melakukan sesuatu untuk menguji saya, menarik ulur saya, membiarkan perasaan saya dipermainkan! Tidak memberitahukan segala sesuatu dengan jelas terlebih dahulu dan seolah-olah membiarkan kita! Bukankah semua ini tampak juga seperti dalam kisah ini?
Tetapi apa yang sebenarnya di pikiran Yesus? Setelah 2 hari berlalu, Dia berkata hendak kembali ke Yudea menjumpai 3 bersaudara itu. Murid-murid-Nya dengan kuatir melarang Dia karena itu sangat membahayakan nyawa Yesus. Barus aja Yesus hendak dilempari batu dan dibunuh! Yesus mengatakan kepada mereka bahwa “Lazarus telah tertidur dan Aku akan membangunkan dia dari tidurnya” Hal ini malah tidak masuk akal lagi bagi murid-murid-Nya “ Jika dia tidur, maka dia akan bangun dan sembuh sendiri!” (ay 12). Akhirnya Yesus menjelaskan dengan terus terang “Lazarus telah mati... syukurlah Aku tidak hadir waktu itu, sebab demikian lebih baik supaya kamu dapat belajar percaya..” Akhirnya Yesus mengungkapkan maksud-Nya yang membuat semua orang penasaran dan salah sangka. Bahkan Tomas masih dengan ketidakmengertian berkata “ Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia!” ya, mereka tahu resiko jika mereka kembali, Tomas tidak mengerti, demikian juga dengan murid-murid-Nya.
She And Me (Musical)
Mengapakah hatiku selalu sesak oleh kesakitan?
Benarkah Dia mengasihiku?
Saat mataku tertutup, hanya gelap yang kulihat……
Dimana cahaya terang-Mu? Dimana pintu bagiku untuk bahagia?
Aku memang hanyalah setitik air di lautan
Tak berarti……tersisihkan oleh dunia
Apakah arti hidupku? Untuk apakah aku ada di dunia ini?
Aku rasa aku tak mampu menghadapinya…..sendirian…kesepian. ..dan ….terluka…
Visi Bagi Generasi Akhir (part 3)
“Beberapa waktu lalu ketika saya sedang memuji Tuhan, tiba-tiba Bapa membawa saya ke kebun buah-buahan. Ya, Bapa senang menunjukkan sebuah penglihatan, saya melihat sinar matahari yang menyinari benih, petani yang menitikkan air mata dan belalang perusak.
Benih berbicara tentang visi. Saya percaya tanpa kematian dan penyerahan, visi tidak mungkin menjadi kenyataan. Kematian, salib adalah langkah penting dalam lahirnya sebuah visi yang akan mengguncangkan dunia.
Air mata berbicara tentang tanah hati kita, seberapa sering hati kita dilembutkan dengan air mata kita. Ya, air mata karena kerinduan akan kebangunan rohani. Kerinduan supaya semua orang mengenal kasih Kristus, seperti kerinduan seorang bapa yang menantikan kedatangan anaknya yang terhilang lama.
Belalang perusak berbicara benih-benih dari si jahat, roh kekecewaan, roh gosip, roh kenajisan. Sahabat, pernahkah kita tahu, secara tidak sadar kitalah yang menjadi belalang tersebut? Bagaimana tumbuhan bisa berbuah, bagaimana gereja bisa berdampak, kalau belalang perusak itu masih ada di dalam hati kita? Ketidak puasan, kekecewaan yang tidak segera diberikan kepada Bapa untuk dihancurkan. Kalau kita kecewa dengan tema, sahabat, bahkan pemimpin kita janganlah menimbulkan akar pahit yang meracuni semua orang dengan pikiran kita yang sedang tercemar.
Sinar matahari berbicara tentang kasih Kristus. Kehangatan dari cinta-Nya akan memberikan energi pertumbuhan untuk benih dan petani. Dan energi cinta-Nya membuat belalang perusak itu pergi dari hati kita untuk selamanya.
Ketika penglihatan ini selesai, Roh Allah dalam diri saya begitu membakar hati saya dan memutuskan untuk memberikan semua waktu saya untuk-Nya. Tuhan Yesus menjanjikan benih visi di tempat ini, dengan air mata kerinduan akan menjadi kebun buah-buahan yang lebat, yang berdampak dan dikunjungi banyak orang, bahkan dibagikan ke semua bangsa. Menjadi sebuah gereja yang Rasuli, Rahmani dan Rajani, itulah yang harus terjadi di gereja ini.
"IN MEMORIAM EX WARRIOR OF GOD"(part 1)
Hidup ini adalah sebuah perjalanan... Kita tidak akan pernah mengetahui kapan perjalanan ini akan berakhir... Masa lalu adalah sebuah kenangan, hari esok adalah impian... Kita tidak akan pernah menduga kapankah impian ini akan berhenti...
Kasih Bapa begitu besar kepada manusia sehingga Yesus datang ke dunia sebagai korban pemuas dosa dan ambisi jahat dari Iblis yang ada di dalam manusia. Betapa banyak manusia menjadi korban tipu daya Iblis di hari-hari terakhir ini... Manusia masih percaya ada kebahagiaan yang didapatkan dengan memuaskan nafsu dan ambisinya. Manusia percaya panggilan dan rencana Bapa adalah membuat manusia terpenjara dengan kenikmatannya. Manusia menjadi buta, sampai mereka membuka matanya dengan sebuah penglihatan akan sebuah rencara penghancuran Iblis yang akan membuat mereka menjadi bebas.Malam itu awal penglihatan itu dimulai: sebuah nisan, yah ada sebuah nisan yang bertuliskan kata-kata: In Memoriam “Ex Warrior of God“ Sebuah perjalanan baru dari akhir kehidupan. Ada pribadi yang kukenal duduk memandangi nisan yang tak terawat itu. Yah itu Yesus!!!... Yesus lalu berpaling dan tersenyum padaku, kataNya: “Daniel kemarilah dan duduklah bersamaKu, pegang tanganKu.” Lalu Yesus berkata: “Daniel, lihatlah nisan ini dan peganglah.“ Ketika tanganku mulai memegang nisan itu, tiba-tiba ada aliran yang membuat seluruh tubuhku terbawa ke dalam nisan itu. Terdengar suara keluhan dan erangan yang sangat menyayat hati memecah keheningan. Aku mencoba mendengarkan apa yang dikatakan suara-suara itu. Ternyata suara itu sedang bercerita sesuatu. Begitu banyak cerita yang tak terceritakan sebelumnya diceritakan dengan penuh penderitaan.
Ada sebuah cerita pada nisan hitam yang di sekitarnya masih harum dengan tetaburan bunga yang begitu mengetarkan hati saya... Inilah cerita dari suara itu. “Namaku Prica Lee, umurku 43 tahun sebelum kecelakaan tragis merenggut hidupku.
Sebelum aku dilahirkan, aku ingat Bapa membelai aku dan mengatakan: “Berkaryalah dan berdampaklah anakKu, kerinduanKu engkau menjadi pahlawanKu dalam pemberitaan Injil dan menjadi kesaksian untukKu dengan talenta-talenta yang Kuberikan.” Waktu itu aku berteriak kegirangan karena sebentar lagi aku akan menjadi anak dari sebuah keluarga yang akan menceritakan betapa besar kasih Bapaku akan dunia. Dalam kandungan ibuku, mulailah aku ditenun, aku dirajut hari demi hari, bulan demi bulan, aku mulai dapat merasaakan keajaiban demi keajaiban terjadi. Yah hidupku dimulai dari mujizat demi mujizat dalam tubuh ibuku. Sewaktu dalam kandungan ibuku, aku sudah dapat merasakan kesedihan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Aku bertanya pada Bapa, “Bapa, apakah ini? Ini belum pernah aku rasakan sebelumnya.” Bapa berkata, ”AnakKu, dua bulan lagi engkau akan dilahirkan, ingatlah pesanKu, janganlah pernah engkau terikat dengan apapun di dunia tempat engkau dilahirkan, kecuali ikatan kasihKu padamu, berkaryalah dan warnai bumi dengan kasih padaKu dan pada sesamamu. Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau, hanya ingatlah ketika engkau dilahirkan, sementara ingatanmu akan Aku akan terhapus karena tubuhmu di bumi berbeda dengan ketika engkau di pangkuanKu, tetapi jangan kuatir, anakKu. Seiring dengan bertambahnya waktu, engkau akan terlatih kembali mendengar suaraKu lewat pribadi Roh Kudus, dan jangan lupa malaikat 'kesetiaan' di rumahKu akan menjagamu. PesanKu, jangan pernah mengingini dunia dan semua nafsunya”. Tepat sembilan bulan aku dilahirkan... Ini berarti perpisahan ingatan dengan Bapa.... Aku menangis sekencang-kencangnya, jujur aku heran dengan kejadian ini, karena baru pertama kalinya aku melakukan apa yang disebut menangis, dan merasakan apa yang disebut ketakukan, seperti yang pernah Bapa ceritakan mengenai kondisi dunia di pangkuanNya. Yah, teriakan terakhir Bapa membayangi ingatanKu, kataNya: “Kembalilah dengan membawa semua orang yang akan kau jumpai sebagai keluargamu atau temanmu. Bawa mereka dan sadarkan mereka bahwa mereka berasal dariKu dan akan kembali padaKu. Ceritakan tentang salib yang akan membuka ingatan mereka akan kasihKu. Selamat berjuang pahlawanKu.”
"IN MEMORIAM EX WARRIOR OF GOD" (part 2)
Ibu dan ayah sangat sedih dengan kejadian kejadian di desa kami. Sudah satu bulan kesehatan ibu kurang baik karena ibu mengalami pendarahan yang hebat ketika melahirkan adikku laki-laki, John Lee. Malam hari itu beberapa orang percaya berkumpul di tempat kami untuk membicarakan apa yang telah terjadi desa kami. Mereka mulai mencurigai ada upaya iblis untuk memanfaatkan kepercayaan penduduk desa sebagai celah untuk merusak pemberitaan injil di desa kami. Ayah mengajak beberapa teman misinya untuk berdoa dan meminta hikmat dari Roh Kudus, untuk menghancurkan siasat dan tipu daya iblis yang sudah mengambil nyawa banyak bayi di desa kami. Waktu ayah sedang berbicara tiba-tiba, adikku John Lee yang berada di pangkuan ibuku menangis keras sekali. Ayah dan ibu saling berpandangan, wajah mereka menunjukan keheranan karena tangisan adikku seperti tangisan ketakutan dan kesakitan. Jendela di rumah menutup sendiri karena ada angin yang sangat kencang dan disertai dengan bau belerang yang sangat tajam. Beberapa orang percaya mulai berbisik-bisik, mereka terkejut karena kejadian inilah yang baru saja mereka bicarakan. Ayah dan ibuku mengajak mereka berdoa bersama. Ada pemandangan yang membuatku ketakutan, yaitu ada tangan yang mencengkram kuat tangan ibuku. Aku melihat belasan makhluk yang tinggi besar dan kepala mereka seperti kepala kerbau dengan mata yang merah menyala, kaki mereka lebih menyerupai kaki katak dengan golok panjang di tangan mereka. Pak Jiaw salah seorang percaya terkejut, pak Jiaw dan ibu melihat hal yang sama seperti yang aku lihat. Salah satu dari mahkluk itu berteriak keras dan mengatakan kalau ibu tidak mau menyembah dia maka dia akan mengambil nyawa adikku. Ibu berteriak kepada makhluk itu untuk diam dan keluar dari rumah kami.
Terdahulu Menjadi Terakhir??
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir." Matius 13:30
Bagaimana pikiran anda pertama kali membaca ayat tersebut? Takut? Atau anda akan berpikir untuk nanti-nanti saja bertobatnya, menjadi yang terakhir saja agar menjadi yang terdahulu? Kita akan belajar sama-sama mengapa hal yang mengerikan ini dapat terjadi kepada siapa saja yang merasa sudah mengenal-Nya.
1. Kesombongan Rohani
Matius 19 menceritakan kisah anak muda yang kaya raya yang tidak dapat meninggalkan hartanya karena Yesus, diapun menjadi sedih dan meninggalkan Yesus. Kekayaannya adalah berhalanya. Inilah yang mendasari Petrus menanyakan sesuatu kepada Yesus
” Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?". Bolehkah mendapatkan keuntungan dalam Kristus? Bukankah kita telah diajarkan untuk mengasihi Dia tanpa syarat? Ya benar, tetapi saya percaya Yesus menjanjikan begitu banyak keuntungan buat kita secara rohani maupun jasmani. Tetapi ini menjadi masalah jika sikap hati kita merasa bahwa seolah kitalah yang sudah berkorban paling banyak, melakukan semuanya, dan kita berpikir kita akan tetap menjadi yang terdahulu..hati-hati dengan kesombongan rohani! Matius 19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
Apa Kesombongan Rohani itu?
Siapa saja bisa jatuh dalam kesombongan rohani, yaitu sikap yang suka menghakimi, merasa diri paling benar dan rohani. Petrus adalah orang yang meledak-ledak dan penuh dengan keakuan/kesombongan. Saat Yesus berjalan diatas air, dia orang pertama yang ingin juga berjalan diatas air bersama Yesus, saat Yesus mengatakan tentang kematiannya, dia paling bersikeras membela Yesus, saat Yesus memberitahu bahwa iman mereka akan goncang, dia yang paling yakin bahwa dia tidak akan goncang, luar biasa bukan? Ya, memang dia memiliki kesombongan, tetapi lihat apakah Petrus suka membantah saat Tuhan menegurnya bahkan dengan sangat keras? Dia tidak protes dan tidak membantah, inilah hati yang dapat dipertahankan Bapa untuk dipakai. Mungkin sifatnya penuh dengan kesombongan tetapi Petrus mau diubah dan dibentuk sehingga dalam suratnya di 1 Pet 5:6 dia mengajarkan bahwa ” rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat....”









