RSS
Container Icon

Mengubah Sejarah!

Ada sebuah ungkapan yang selalu diajarkan oleh Pembimbing saya “Sejarah akan berulang sampai ada yang masuk dalam sejarah itu dan memenangkannya”. Ungkapan ini diberikan kepada saya bukan pada keadaan saya baik-baik saja, namun saya tengah berperang dengan avon (dosa kecenderungan yang diwariskan nenek moang saya, dan avon itu dapat menjadi bagian dalam diri saya jika saya tidak memenangkannya!). Saya telah bergumul keras dan merasa sangat tidak berdaya melawan raksasa didalam diri saya sendiri, putus asa, mengasihani diri, menghakimi diri, kemarahan, kejengkelan, pemberontakan, dan semua pikiran jahat mengelilingi jiwa saya. Saat itulah dengan sebuah teguran yang sangat keras namun penuh kasih sayang, beliau menegur saya.

Tahun demi tahun saya merenungkan ajaran pembimbing saya, dan saya semakin memahami maksud perkataan itu. Yah, itu benar, terkadang ada kisah-kisah yang menjadi rahasia Tuhan yang tidak dapat kita temukan jawabannya dimuka bumi ini, namun kita dituntut untuk percaya, berjuang dan menang sesuai dengan kebenaran dan janji-janji-Nya yang tak mungkin gagal. Setiap kita punya sejarah keluarga, atau semacam kutuk keturunan, atau avon (dosa kecenderungan) yang terus diwariskan pada anak cucunya. Memang didalam Kristus, saat kita percaya kepada-Nya, maka hukum kutuk dan maut sudah dipatahkan, namun apabila kita masih mengikuti CARA HIDUP dari kutuk itu, maka kutuk itu masih memiliki celah untuk menghancurkan kita dan menempuh jalan yang sama seperti yang dibuatnya untuk nenek moyang kita. Tahukah anda peperangan rohani itu ada? Iblis dan Kerajaannya masih ada dan belum sepenuhnya dihancurkan, karena kelak Sang Raja yang akan datang yang akan menghancurkannya. Dibumi ini, selalu ada pilihan, selalu ada peperangan antara yang benar dan yang salah. Tahukah anda juga bahwa iblis juga merencanakan kejatuhan anak-anak Tuhan jauh-jauh sebelum kita benar-benar jatuh? Musuh kita sangat licik, dia adalah penipu ulung, penuh tipu daya dan rayuan, tujuannya hanya satu: Menentang Yang Maha Tinggi dengan jalan menipu semua yang mengikut Sang Raja segala raja itu, Yesus Kristus Tuhan kita yang hidup.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

THE YEAR OF GREAT RESTORATION 2016


Kita memasuki tahun 2016. Tahun Pemulihan yang Besar! Apakah anda tergugah saat mengharapkannya? Bacalah dengan suara keras dan katakan pada diri anda sendiri, “ SAYA PERCAYA TAHUN INI ADA PEMULIHAN YANG BESAR UNTUK SAYA”

Ini adalah Janji Tuhan kepada kita semua, Tahun dimana kunci-kunci dari ikatan kita akan dipatahkan, Tahun dimana ada kesadaran yang kuat akan perlunya Tuhan, akan ada roh yang lapar dan haus akan Tuhan, dan ini adalah hal yang mutlak untuk terjadinya sebuah KEBANGKITAN; kesadaran yang begitu kuat akan Tuhan. Apakah anda juga merindukan hal ini?

Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
Amos 8:11

Beberapa tahun belakangan ini tahun yang luar biasa buat jemaat kita, tahun dimana ada percepatan kegerakan dan kita mulai belajar taat dalam perintah-perintah-Nya. Kita tidak perlu melihat kegerakan dan panggilan yang lain, cukup berfokus dalam jalur pertandingan kita dan berlomba dengan baik. TETAPI, ingatlah untuk tetap bersyukur dan bersukacita menikmati setiap perjalanan bersama-sama, karena bukan hasil yang memuaskan dan menggembirakan kita, namun setiap jalan, lembah, gunung, proses demi proses itulah yang begitu berarti dan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

BERTEKUNLAH!

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu,
karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
Yakobus 5:7-8

Untuk menantikan janji Tuhan, kita perlu ketekunan! Ketekunan mengandung buah roh yaitu kesetiaan, dimana ini adalah hasil dari proses didalam diri kita sendiri.
- Buah roh Kasih, sukacita, damai sejahtera adalah hasil dari hubungan pribadi kita dengan Tuhan
- Buah roh kebaikan, kemurahan, kesabaran, adalah hasil proses dari hubungan kita dengan sesama kita
- Buah roh kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri adalah hasil proses kita terhadap diri kita
        sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Orang Tua Rohani

Bagaimana Hati Seorang Ayah dan Ibu Rohani?


Seorang ayah, ibu..lebih rela dirinya tidak mendapat mekanan dan menikmati semua daripada anak-anaknya yang kelaparan..
Ayah dan ibu akan menyembunyikan air mata duka mereka dihadapan anak-anaknya agar anak-anaknya dapat tetap tersenyum..
Ayah dan ibu akan berjuang untuk melindungi anak-anaknya dari bahaya..
Ayah dan ibu memiliki peperangan yang lebih besar dan tanggung jawab yang lebih besar..
Ayah dan ibu dapat menahan diri pada musim kering dan tetap memberi kehangatan dan kelegaan kepada anak-anaknya..
Itulah hati orang tua..jasmani maupun rohani..

Tetapi..
Alangkah indahnya apabila ayah, ibu, dan anak-anak dapat mengalami kelimpahan dan sama-sama menikmati Perjamuan Bapa..
Terkadang para ayah dan ibu lupa menjaga dirinya sendiri..lupa akan makanannya dan tidak menikmati hidangan yang sama dan bersukacita dengan anak-anaknya..


Belajar menjadi ayah dan ibu yang baik adalah proses pembelajaran seumur hidup kita..
Anak-anak akan lebih sejahtera dan bertumbuh dengan baik jika ada kuasa dan didikan dari ayah serta cinta dari ibunya..
Ayah dan ibu rohani harus menjaga dirinya juga agar tidak kering pada setiap masa untuk melindungi rumahnya..
Agar tidak kehabisan makanan dan tidak kehilangan cinta, pengharapan, dan iman..

Menjadi ayah ibu adalah sebuah tanggung jawab yang besar, namun adalah sebuah kehormatan yang kebanggaan yang Tuhan berikan..
Mari terus belajar menjadi ayah dan ibu yang disempurnakan..
Mementingkan perkara rohani daripada perkara jasmani..
Anak-anak sedang butuh makan untuk bertumbuh besar..
Anak-anak sedang membutuhkan perhatian, membutuhkan teguran dan didikan..
Anak-anak membutuhkan kekuatan ayahnya untuk mengikuti setiap panggilan yang dia dapatkan dari Bapa Di Sorga..
Anak-anak sedang butuh dibesarkan dan dilatih dalam perkara-perkara Kerajaan Tuhan..
Anak-anak butuh dipertahankan, butuh dilepaskan, butuh dibimbing..

Menjadi seorang ayah dan ibu membuat kita semakin memahami hati Sang Bapa..
Bapa tidak mengabaikan anak-anaknya namun mengorbankan diri-Nya untuk "melahirkan" dan membesarkan anak-anak Kerajaan-Nya..

Ayah..ibu..jagalah dirimu selalu dekat dengan SANG SUMBER..
Terima kasih untuk semua kakak, ayah dan ibu yang telah memberikan hidupnya untuk membesarkan anak-anak Kebangunan dan melahirkan para pahlawan seperti bintang-bintang di seluruh dunia..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Batu Segitiga

Billy Graham mempunyai seorang sahabat yang selama masa depresi kehilangan pekerjaan, harta, istri dan rumahnya. Tetapi orang ini dengan gigih berpegang pada imannya-satu-satunya hal tersisa yang dimilikinya.

Suatu hari ia berhenti untuk memperhatikan beberapa orang melakukan pekerjaan pemasangan batu pada sebuah gereja besar. Salah seorang di antaranya sedang memahat sebuah batu berbentuk segitiga. “Untuk apakah batu itu?” Tanya sahabatnya. Pekerja itu berkata, “Apakah anda lihat lubang kecil di atas sana dekat puncak menara? Ya, saya sedang membentuk batu ini di bawah sini, supaya dapat masuk ke atas sana.”




Air mata memenuhi matanya saat ia berjalan pergi, karena tampaknya Tuhan telah berbicara melalui pekerja tersebut untuk menjelaskan pergumulan yang sedang dilaluinya, “AKU SEDANG MEMBENTUK ENGKAU DI BAWAH SINI SUPAYA ENGKAU COCOK KE ATAS SANA”
   
                                                                                                   Alice Gray (More Stories for the Heart)





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Putri di Ladang

Menjadi Putri diladang-Mu..
Kesukaanku..berlari di Taman-Mu dan di ladang-ladang-Mu..
Menanam benih-benih yang Kau beri..
Menanti-nantikan tunas-tunas muda yang hijau bersemi..
Memandang buah-buah yang semakin matang serta warna warni harus bunga-Mu..

Mungkin aku bukanlah putri didalam kerajaan..
Bukan pula didalam sebuah kenyamanan rumah..
Aku tak memiliki apa-apa di dunia ini..
Memiliki-Mu adalah bagianku..
Biarlah aku tak lagi menginginkan bagian yang lain..
Ajarku mencintai panggilan-Mu..
Kusukai ladang-ladang-Mu..
Walau kadang penuh tantangan dan onak duri yang menanti dalam peperangan..
Ajarku berdiri menjaga ladang-Mu..
Dalam keteguhan dan kekuatan-Mu..
Kau mengajariku berperang..
Di ladang-ladang yang tertawan..

Kekasihku..temani aku diladang-ladang-Mu..
Bawa aku menuai taman-Mu..
Kita nikmati bersama perjalanan panjang ini..
Kubawakan persembahan yang terbaik..
dan bukan untuk meninggikan diriku..
Semua hanya kuberikan pada-Mu..
Sang Raja segala ladang..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dulu Atau Sekarang?

Ada sebuah cerita di sebuah gereja kecil yang mengadakan reuni. Seorang mantan jemaat yang menghadiri perayaan itu telah menjadi jutawan. Ketika dia bersaksi bagaimana Tuhan memberkatinya berlimpah-limpah, dia mengaitkannya dengan sebuah peristiwa di masa kecilnya.

Ia mengatakan bahwa ketika dia masih kecil, saat dia mendapat penghasilan pertama, dia memutuskan untuk menyimpannya sampai akhir hidupnya. Tetapi suatu saat, misionaris tamu datang dan berkhotbah tentang kebutuhan yang mendesak di ladang misi. Diapun bergumul untuk memberikan uangnya, “Namun, Tuhan menang!” katanya. Kemudian dengan bangga dia menambahkan, “Saya memasukkan uang yang menjadi harta saya itu kedalam kantong persembahan dan saya yakin, alas an Tuhan sangat memberkati saya adalah saat saya masih kecil, saya memberikan semua yang saya miliki kepada-Nya”

Mendengar kesaksian itu, jemaat menjadi terharu, namun ada seorang wanita tua bertubuh kecil yang
duduk didepan bersuara “Saya tantang anda untuk melakukannya lagi!”

Apakah kita sering membanggakan kisah-kisah dimasa lalu kita? Saat kita melakukan banyak pengorbanan untuk Tuhan, saat kita disentuh-Nya dan merasakan kasih-Nya, berkat-Nya, saat kita meraih banyak hal yang indah, namun sayang sekali apabila cerita kita di masa lalu kita menjadi sofa atau kursi nyaman kita untuk kita tetap ada dalam kenyamanan kita. Masa lalu adalah batu loncat kita untuk meraih masa depan kita. Memang ada masa lalu yang pahit, ada masa lalu yang manis, semua diijinkan Tuhan untuk membuat kita belajar dan semakin mengenal Dia. Janganlah kita mengandalkan masa lalu kita, demikian juga janganlah kita mengandalkan urapan, anggur yang lama dalam pelayanan kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jejak-Jejak Kaki Bersama Tuhan

Bayangkan anda dan Tuhan Yesus sedang berjalan menelusuri jalan itu bersama..
Sebagian besar perjalanan jejak kaki Tuhan tampak sejajar, searah, jarang berbeda jaraknya.. Tetapi jejak kaki anda bagikan sebuah alian berbelok-belok, pemulaan, perhentian, pemutarbalikan, lingkaran, pergi dan kembali.

Sebagian besar perjalanan tersebut, nampaknya seperti itu..tetapi akhirnya jejak kaki anda menjadi lebih searah dengan jejak kaki Tuhan, dan segera sejajar dengan-Nya terus menerus. Anda dan Yesus sedang berjalan sebagai sahabat-sahabat sejati!

Ini tampak sempurna, tetapi kemudian sebuah peristiwa yang menarik terjadi. Jejak kaki anda, yang pernah menghiasi pasir di samping Yesus, sekarang sedang berjalan tepat dalam langkah-langkah-Nya. Dalam jejak kaki-Nya yang besar adalah jejak kaki anda yang lebih kecil; dengan aman, anda dan Yesus menjadi satu.

Ini terjadi beberapa kilometer, tetapi pelan-pelan anda memperhatikan perubahan lainnya. Jejak-jejak kaki dalam jejak kaki yang lebih besar itu tampak semakin besar. Akhirnya jejak-jejak itu hilang sama sekali. Hanya ada satu pasang jejak kaki; jejak-jejak itu telah menjadi satu. Ini berlangsung untuk waktu yang lama, tetapi tiba-tiba pasangan jejak kaki kedua kembali Nampak..

Kali ini tampaknya bahkan lebih buruk lagi! Belokan dimana-mana. Perhentian. Permulaan. Luka-luka di pasir. Jejak-jejak yang benar-benar kacau. Anda merasa heran dan terkejut. Impian anda berakhir.

Sekarang anda berdoa: “Tuhan, aku mengerti pemandangan pertama dengan belokan dan perhentian. Aku dahulu adalah seorang Kristen yang baru; aku baru saja belajar. Tetapi Engkau berjalan melalui badai dan menolong aku belajar berjalan bersama-Mu”
Dan Ia berkata dengan lembut, “Itu benar.”
“Dan saat jejak-jejak kaki yang lebih kecil ada dalam jejak-jejak kaki-Mu, aku sebenarnya belajar untuk berjalan dalam langkah-langkah-Mu mengikuti dari dekat.”
Dan Dia menjawab, “Bagus sekali. Engkau sudah mengerti segala seuatu sampai sekian jauh”
“Saat jejak-jejak kaki yang lebih kecil menjadi semakin besar dan mengisi jejak-jejak kaki-Mu, kukira aku menjadi seperti engkau dalam segala sesuatu.”
Dan air muka-Nya bercahaya. “Tepat sekali.”
“Kalau begitu Tuhan, apakah ada kemunduran atau semacamnya? Jejak-jejak kaki itu berpisah, dan kali ini lebih buruk dari semula”
Ada keheningan saat Tuhan menjawab dengan sebuah senyuman dalam suara-Nya…”Engkau tidak tahu? Itulah saatnya KITA MENARI BERSAMA!”

                                                                                                                         Sumber tidak diketahui

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS